Menu

Mode Gelap

Nasional · 9 Mei 2022 WITA

Wailkota Jayapura Berkunjung ke NTT, Bangun Gereja dan Nyatakan Maju Gubernur Provinsi Papua


					Wailkota Jayapura Berkunjung ke NTT, Bangun Gereja dan Nyatakan Maju Gubernur Provinsi Papua Perbesar

Kupang, NTTPedia.id,- Nama Benhur Tomi Mano (BTM) bukanlah sosok yang asing bagi Rakyat Provinsi Papua. Sosok yang masih menjabat Walikota Jayapura ini punya banyak rekam jejak yang bagus selama memimpin Kota Jayapura. Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, M.M dikenal sebagai Walikota Jayapura periode 2011–2016 dan 2017–2022. Namun bagi warga NTT ia adalah sosok yang yang belum terlalu dikenal. Meski demikian BTM punya hubungan emosional dengan orang Kupang melalui istrinya, Kristina L Mano.

Kristina L Mano merupakan Blasteran Papua dan Sabu. Oleh Kristina inilah BTM berkunjung ke Kabupaten Kupang untuk meresmikan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Samaria Noelbaki Klasis Kupang Tengah pada Minggu, 08/05/2022. Pembangunan gereja GMIT Samaria Noelbaki ini tidak terlepas dari sumbangan dari BTM hingga akhirnya diresmikan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Dihadapan Gubernur NTT dan Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Mery Kolimon, Benhur Tomi Mano menyampaikan terima kasih kepada Ibu Pendeta dan seluruh jemaat GMIT Samaria atas penerimaan sukacita bagi rombongan dari Papua.

“Terima kasih kami telah diterima dalam semangat persaudaraan, dan lebih dari itu, saya atas nama para donatur menyampaikan terima kasih dan syukur kepada Tuhan karena di jemaat ini, kami diperkenankan dan diberi kesempatan Tuhan untuk memberi diri ikut mempersembahkan yang terbaik bagi pembangunan rumah ibadah GMIT Samaria Noelbaki”, ungkapnya.

Benhur tentu bukan datang untuk mencari simpatik politik ke NTT dengan berdonasi membangun Gereja. Tentu ia Lakukan itu karena sebagai orang Kristen membangun rumah ibadah adalah sebuah kerelaan untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan Yesus Kristus dalam semangat spiritualitas.

Usai meresmikan gereja GMIT Samaria Noelbaki, Benhur menggelar ramah tamah bagi Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang ada di Kota Kupang dan sekitarnya. Sebagai Purna Praja IPDN, Benhur punya sejawat yang berkarya di seluruh NTT. Bertempat di Resto Taman Laut, Benhur menjamu ratusan Purna Praja IPDN. Saya berkesempatan hadir karena diajak oleh kawan wartawan yang memiliki relasi dengan Istri Benhur, Kristina L Mano. Saya sempat menolak ajakan kawan ini, karena selain tidak diundang juga tidak mengenal siapa Benhur ini, apalagi dia tidak mengenal saya. Demikian jawaban saya ketika ditelepon. Tapi Teman saya meyakinkan bahwa datang saja untuk sekedar nongkrong bersama.

Karena ajakan itu saya pun kemudian mencari profil Benhur di Google. Saya terkesima dengan rekam jejak politiknya selama menjadi abdi negara di Kota Jayapura. Terpilih dua kali menjadi Walikota adalah pertanda dia memiliki rekam jejak pembanguan yang bagus sehingga mendapat kepercayaan warga kota Jayapura. Pada periode kedua ia melawan kotak kosong karena tidak ada politisi yang percaya diri melawan ketokohannya. Ia meraih 83 persen melawan kotak kosong.

Dalam jabatan politiknya sebagai Wali Kota Jayapura, Ia dikenal berhasil menaikkan pendapatan asli daerah hingga delapan kali lipat pada periode jabatan pertamanya dan mengembangkan Kota Jayapura, meskipun kota tersebut tidak memiliki banyak sumber daya alam, tidak seperti kabupaten/kota di Papua lainnya.

Khatam dalam urus politik dan pembangunan, rupanya tak membuatnya lupa akan spiritulitas sebagai orang Kristen. Benhur selalu dekat dengan Gereja dan umat beragama lainnya. Sprituliatas itulah yang membawanya datang ke NTT untuk menyaksikan peresmian Gereja GMIT Samaria Noelbaki, Kabupaten Kupang. Ia bersama istrinya Kristina L Mano yang saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Papua menjadi salah satu donatur pembangunan gereja GMIT Samaria.

Saya juga menemukan cerita menarik dari sosok Benhur ini terkait spiritualitasnya. Ia adalah tamatan SMP Muhammadiyah. Dalam satu forum Muhammadiyah, Benhur Tomi Mano mengangkat tangan dan minta diberi kesempatan untuk memimpin doa. Bagaimana mungkin orang Kristen bisa pimpin doa dalam sebuah forum resmi orang Muslim.

Setelah memimpin doa itu ternyata doanya adalah radhitu billahi rabba dan wal ashri. Dia ingat ketika masih di SMP Muhammadiyah dulu, dia Ketua kelas dan selalu disuruh memimpin doa itu. Saya guyoni, tinggal syahadatnya sampean ini Pak Wali,” Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy Kala itu.

Wah, keren ini kata saya dalam hati. Sosok nasionalis yang bisa hadir dalam kelompok manapun. Akhirnya saya pun mengiyakan ajakan teman saya. Berharap bisa ketemu dan melakukan wawancara. Namun niat itu tidak kesampaian untuk wawancara lebih mendalam Karena saya kesibukannya berdiskusi dengan sejawatnya. Saya sempat meminta waktu lewat teman wartawan yang mendampinginya ke NTT.

Di Resto Nelayan telah hadir beberapa pejabat Penting di Lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Sebut saja Kepala Badan Keuangan, Zakarias Moruk, Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi NTT, Lery Rupidara dan sejumlah pejabat di Kota Kupang yang merupakan Purna Praja IPDN. Benhur terlihat sangat Luwes dan bersahaja. Ia menyapa seluruh sejawatnya dengan semangat persaudaraan.

Ia pun didaulat untuk untuk memberikan Sambutan. Ia menjelaskan kehadirannya di Kupang untuk menghadiri pentabisan dan peresmian Gereja GMIT Samaria Noelbaki. Ia menjelaskan lebih lanjut kebetulan bapa mantu tinggal di lokasi tersebut.

“Maka saya dan istri membantu pembangunan gereja. Ketika selesai dibangun saya diundang untuk datang. Tadi diresmikan oleh bapak Gubernur NTT, saya bersama istri memotong pita. Bapak Gubernur menandatangani Prasasti peresmian dan pentabisan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu ia juga menyatakan keinginannya untuk maju sebagai calon Gubernur Provinsi Papua. Keinginan itu kata dia sebagai ikhtiar dalam membangun kesejahteraan bagi masyarakat Provinsi Papua dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Target saya adalah tahun 2024 saya siap maju 01 Papua. Untuk itu, mohon dukungan kepada seluruh masyarakat Jayapura dan juga keluarga besar di Kupang sini memberi dukungan dan mendoakan saya dan keluarga, agar Tuhan berkarya melalui perantaraan kami dengan memberi kesehatan yang baik, umur panjang dan kebijaksanaan dalam menakhodai pemerintahan. Kami ingin orang Pamong Praja memimpin Papua, biar birokrasi, tata kelola pemerintahan berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan bersama. Yang tahu informasi ini adalah alumni Pamong Praja. Di mana pun di tempatkan, meski di tempat terpencil, kami bisa membantu Rakyat kami untuk maju dan berkembang” harapnya

Dukungan itu juga datang dari sejawatnya Lery Rupidara. Ia mengatakan sebagai Walikota Jayapura dua Periode, Benhur punya kapasitas untuk menjadi Gubernur Papua.

” Kita dukung beliau untuk maju sebagai Calon Gubernur Papua. Siapapun yang terpilih itu adalah pilihan Rakyat Provinsi Papua,” kata Lery disambut aplaus meriah dari semua hadirin.

Pada kesempatan itu Benhur Tomi Mano juga menyampaikan sebuah cerita unik terkait Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang mau mengibarkan Bendera Bintang Kejora diwilayah kecamatan yang dipimpinnya. ia menemui para pentolan OPM agar jangan mengibarkan bendera bintang Kejora.

” Saya temui mereka, saya bilang kamu jangan kibarkan bendera disini. Kamu cari dihutan mana saja tapi jangan disini. Saya berikan mereka bantuan beras,” ujarnya dengan mimik serius. Akhirnya OPM tidak jadi mengibarkan bendera bintang Kejora diwilayah.

Rupanya pertemuannya dengan OPM itu terdengar sampai di Laksus. Laksus memanggilnya untuk mempertanyakan tindakannya itu. Ia dengan lugas menjawab, apapun Ia akan lakukan demi keselamatan warga di kecamatannya agar tidak diganggu oleh OPM. ” Apapun saya lakukan untuk keselamatan Rakyat saya,” Ujarnya.

Dikutip dari berbagai sumber, Benhur Memulai karir dalam dunia birokrasi sebagai kepala perwakilan Kecamatan Skanto Kabupaten Keerom, dan mempersiapkan Skanto menjadi Kecamatan definitif. Dan berada di wilayah Kabupaten Keerom saat ini.

Dinilai berhasil di Kecamatan Skanto, Benhur lalu dipindahkan di daerah pedalaman Kabupaten Jayapura sebagai Sekwilcam Lereh di Kaureh, dan diangkat menjadi Camat Kaure Kabupaten Jayapura.

Karir Benhur terus naik, sehingga dipindahkan dan menjadi camat Nimbokrang. Lalu diminta dari untuk dipindahkan ke kota Jayapura karena merupakan anak asli dari kota Jayapura Port Numbay kampung Tobati.

Benhur telah menggelorakan semangatnya untuk membangun Provinsi Papua melalui niatnya sebagai calon Gubernur dari Bumi Flobamoratas. Pada tanggal 22 mendatang Benhur akan mengakhiri jabatannya sebagai Walikota Jayapura. Tentu Budi baiknya selama memimpin Kota Jayapura telah menjadi sidik jari yang akan terkenang sepanjang waktu. Mungkin saja menjadi modal sosialnya untuk menjadi Gubernur Papua masa depan. (Elas Jawamara)

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 316 kali

badge-check

Redaksi Redaksi

Baca Lainnya

Patris Lali Wolo dan Elphy Parera Kunjungi Desa Bambu di Boawae, Masyarakat Sukacita Tanam Bambu

20 September 2022 - 09:46 WITA

Martinus Siki Sumbang 1 Unit Mobil Ambulans Untuk DPW PKB NTT

17 September 2022 - 06:33 WITA

Jelang Pemilu 2024, DPW PKB Mulai Panaskan Mesin Partai 

16 September 2022 - 06:16 WITA

Hypermart Kupang Gelar Lomba Mewarnai untuk Anak, Total Hadiah Jutaan Rupiah

14 September 2022 - 19:41 WITA

Kunjungan Menteri Erick, BNI Amsterdam Tangkap Peluang Pasar Global

3 September 2022 - 20:29 WITA

Kelompok Kelor Semau, Raup Omzet Ratusan Juta Dari Budidaya dan Pengolahan Kelor

2 September 2022 - 20:51 WITA

Trending di Daerah