Penanganan Sindrom CdLS Perlu Dukungan Berkelanjutan dari Keluarga dan Tenaga Kesehatan

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarata, NTtTPedia.id,- Yayasan CdLS Indonesia bekerja sama dengan Prodia menggelar peringatan International CdLS Awareness Day. Acara ini diikuti oleh 10 anak dengan CdLS beserta orang tua mereka, tenaga medis serta para pengusaha yang peduli.

Mengusung tema “Embrace Diversity, Achieve Equality”, acara ini menyoroti pentingnya keberagaman dan kesetaraan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sindrom Cornelia de Lange (CdLS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur YSCI, Dian Kurniati mengungkapkan, penanganan sindrom Cornelia de Lange perlu dukungan berkelanjutan dari keluarga serta tenaga kesehatan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka mata publik tentang tantangan dan potensi anak-anak CdLS. Perhatian terhadap kondisi langka ini diharapkan tidak berhenti hanya saat peringatan. Komitmen jangka panjang dari semua pihak sangat dibutuhkan,” kata Dian dalam keterangan tertulis, Rabu (28/5/2025).

Baca Juga :  Diberdayakan BRI, Usaha Pecel Ini Naik Kelas Jadi Kuliner Favorit Kota Batu

Sindrom Cornelia de Lange atau Cornelia de Lange Syndrome (CdLS) adalah gangguan langka yang menyerang anak sejak lahir. Anak dengan CdLS memiliki fitur wajah yang khas, malformasi ekstremitas, serta cacat intelektual.

Sindrom ini pertama kali dijelaskan oleh seorang dokter anak Belanda, Cornelia de Lange, pada tahun 1933. Diperkirakan kelainan ini memengaruhi sekitar 1 dari 10.000 dan 1 dari 30.000 bayi baru lahir.

Dian menjelaskan, anak dengan CdLS umumnya mengalami keterlambatan pertumbuhan seperti berat lahir rendah, kesulitan makan, serta perawakan pendek. Ciri khas wajah meliputi alis tebal yang bertemu di tengah, bulu mata panjang, hidung pendek dan lebar, mulut mengarah ke bawah, serta kepala kecil (mikrosefali).

Baca Juga :  Paket Oase Kantongi Rekomendasi Hanura Untuk Pilgub NTT, Refafi Gah?

“Mereka juga dapat menunjukkan tonus otot yang tidak normal, tangisan bernada rendah, dan pertumbuhan rambut berlebih. Kelainan pada ekstremitas juga umum, seperti jari pendek, jari kelima melengkung, serta jari kaki yang menyatu. Selain itu, anak dengan CdLS dapat mengalami disabilitas intelektual, gangguan bicara dan pendengaran, serta masalah perilaku seperti menggigit atau memukul diri sendiri,” ungkap Dian.

Kata Dian, karena gejalanya sangat kompleks dan bervariasi, penanganan CdLS memerlukan pendekatan medis multidisipliner dan dukungan berkelanjutan dari keluarga serta tenaga kesehatan.

Berita Terkait

Gubernur NTT Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029
Melki Jajaki Sister Province dan Sister City NTT- Jiangxi, Kupang-Nanchang, Belu- Jinggangshan Dengan Tiongkok
City Harvest Church Gelar Kebaktian Kesembuhan Ilahi “The Harvest Festival” di Kupang, Targetkan 20.000 Jemaat Setiap Malam
Investasi Bodong Menggurita di NTT, OJK Ada Dimana? 
Prof. Apris Dorong RS Undana Kerja Sama dengan BPJS dan Maksimalkan BPU untuk Tingkatkan Pendapatan Non-Akademik
Dihadapan Menteri, Prof. Apris Adu Paparkan Strategi Transformasi Undana Dari Kampus ke Ekonomi Sosial 
Setelah Satu Dekade, Forum Melanesia Kembali Hidup di NTT Pada Era Gubernur Melki Laka Lena
BRI Pacu Legalitas dan Pembiayaan UMKM NTT, 1.200 Pelaku Usaha Hadiri Festival FKPUM di Kupang

Berita Terkait

Senin, 24 November 2025 - 13:39 WIB

Gubernur NTT Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029

Minggu, 23 November 2025 - 13:30 WIB

Melki Jajaki Sister Province dan Sister City NTT- Jiangxi, Kupang-Nanchang, Belu- Jinggangshan Dengan Tiongkok

Kamis, 20 November 2025 - 14:35 WIB

City Harvest Church Gelar Kebaktian Kesembuhan Ilahi “The Harvest Festival” di Kupang, Targetkan 20.000 Jemaat Setiap Malam

Senin, 17 November 2025 - 07:36 WIB

Investasi Bodong Menggurita di NTT, OJK Ada Dimana? 

Sabtu, 15 November 2025 - 20:12 WIB

Prof. Apris Dorong RS Undana Kerja Sama dengan BPJS dan Maksimalkan BPU untuk Tingkatkan Pendapatan Non-Akademik

Berita Terbaru