Menu

Mode Gelap

Info Bisnis · 21 Jun 2022 WITA

Kolaborasi Pemprov, Pemkab/Pemkot se NTT Bersama Bank NTT Layani Baduta Stunting 


					Kolaborasi Pemprov, Pemkab/Pemkot se NTT Bersama Bank NTT Layani Baduta Stunting  Perbesar

 

Kupang, NTTPedia.id,- Sebagai bukti partisipasi mendukung Pemerintah Provinsi NTT yakni mengentaskan permasalahan stunting, maka Bank NTT berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT, memberi makanan tambahan bagi anak gizi kurang. Program ini merupakan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.
Sasarannya adalah 6.000 anak Baduta (bawah dua tahun) dengan usia 6 s.d. 23 bulan. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini Pokja Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Provinsi NTT.

Aksi ini untuk merayakan HUT Bank NTT yang jatuh pada 17 Juli mendatang, dimana PT. Bank Pembangunan Dearah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT) akan genap berusia 60 tahun. Sudah menjadi komitmen pihak pengurus dan seluruh manajemen untuk tahun ini fokus pada upaya-upaya menekan angka stunting.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Senin (20/6) di Kupang menegaskan hal ini. “Dalam rangka merayakan HUT ke-60 maka Bank NTT bersama pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota se-NTT bersama-sama menyelesaikan masalah stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada enam ribu Baduta,”tegas Alex di Kupang. Masih menurutnya, aksi ini akan berlangsung di 23 cabang Bank NTT.
Adapun program yang diberi nama ‘Bank NTT Peduli Stunting’ ini akan diluncurkan secara resmi oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada Selasa (21/6/2022) di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

Bentuk kegiatan dari program ini adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 6.000 anak usia di bawah dua tahun (Baduta) gizi kurang periode 1 bulan/30 hari pada setiap kabupaten/kota selama 30 hari dan akan berkelanjutan dengan program asuhan hingga Desember 2022. Bank NTT mengintervensi Gizi Buruk dan Gizi Kurang yang ada di NTT sebelum menjadi Stunting.

Sementara manfaat dari kegiatan ini antara lain peningkatan cakupan program gizi dalam rangka pencegahan stunting pada kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mengoptimalkan proses aksi konvergensi penanganan stunting dengan melibatkan Bank NTT sebagai unsur Pentahelix (kolaborasi berbagai pihak).

Jumlah Desa dan Puskesmas Lokasi PMT Gizi Kurang Dukungan Bank NTT

 

 

 

No
Kabupaten
Jumlah Anak
Jumlah Desa/kelurahan
Jumlah Puskesmas

1
Kota Kupang
432
23
7

2
Kabupaten Kupang
817
60
12

3
TTS
808
112
16

4
TTU
333
29
6

5
BELU
298
24
4

6
MALAKA
589
74
18

7
ALOR
133
33
4

8
LEMBATA
114
37
13

9
FLOTIM
190
72
16

10
SIKKA
307
59
9

11
ENDE
125
66
13

12
NAGEKEO
106
28
3

13
Ngada
83
38
6

14
MANGGARAI TIMUR
164
45
11

15
MANGGARAI
107
30
8

16
Mangarai barat
56
10
1

17
SUMBA TIMUR
192
54
11

18
SUMBA TENGAH
31
19
2

19
SUMBA BARAT
128
23
2

20
SBD
120
45
12

21
SABU RAIJUA
141
27
4

22
ROTE
716
111
11

Jumlah
6000
1.019
189

Dalam kegiatan ini, evaluasi akan dilakukan setiap akhir minggu “hari Sabtu” dari pihak Bank NTT yang ada di seluruh NTT disertai pemberian edukasi bagi masyarakat terutama ibu baduta dari kelompok 1000 HPK dengan menggunakan berbagai alternatif media seperti pemutaran film tentang nasihat-nasihat gizi maupun materi lain yang berhubungan dengan kesehatan selama 4 kali sampai akhir masa pemberian makan.

Hasil akhir dari kegiatan intervensi gizi bagi baduta gizi kurang antara lain guna mendukung upaya peningkatan cakupan program gizi, penurunan jumlah kasus baduta gizi buruk, mendukung program intervensi spesifik dalam rangka percepatan penurunan stunting pada kelompok 1000 HPK, serta optimalisasi proses aksi konvergensi Lintas sektor dengan melibatkan Bank NTT dalam rangka percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT.

Ketua Pokja Percepatan Penurunan Stunting AKI (Angka Kematian Ibu) -AKB (angka kematian Bayi) Propinsi NTT, Sarah Lerry Mboeik menjelaskan, berdasarkan hasil status gizi Balita periode Februari 2022, Stunting 91.032 balita (22,0%), Wasting: 42.068 balita (10,2%), Underweight: 95.179 balita (23,0%).
“Kita beri apresiasi kepada Bank NTT yang terdepan dalam memberi contoh bagaimana pihak swasta di NTT terlibat mencegah stunting, yang merupakan program quick win pak gubernur. Kita berharap semoga ini bisa diikuti oleh badan swasta yang lain sehingga menandakan pihak swasta pun ikut berperan dalam pengentasan masalah di sekitarnya,”tegas Lerry.

Dia menambahkan, Bank NTT sudah membantu menangani 6.000 anak dari 16 ribu anak dengan status gizi kurang. Jika mereka ini tidak ditangani secara baik, maka berpeluang sebagai anak stunting.

“Ini adalah pendekatan prima yang dilakukan oleh Bank NTT,”tambah Lerry sembari mengungkapkan, kelebihan program Bank NTT adalah pada pola asuh sehingga ada edukasi kepada keluarga 1.000 hari pertama kehidupan yang mencakup suami, dan orang dekat ibu hamil.

Kegiatan pemberian PMT dan edukasi ini diberikan mulai 21 Juni – 16 Juli 2022 di 1019 Desa/Kelurahan yang berada pada 187 Puskesmas se-Propinsi NTT dan di tingkat provinsi, dilaunching oleh gubernur semenntara bersamaan di daerah, secara simbolis dilaunching oleh para bupati Walikota se-NTT. (Fdz)

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Redaksi Redaksi

Baca Lainnya

Serius Terapkan Manajemen Bersih dan Zero Tolerance Terhadap Suap, Bank NTT Komit Terapkan ISO 37001:2016

15 Desember 2022 - 19:37 WITA

Juara Lomba Festival Desa Binaan Bank NTT 2002 Diumumkan Saat HUT NTT

14 Desember 2022 - 18:28 WITA

Tim MSC dan Bill Gates Foundation Kunjungi Bank NTT, Jajaki Kerjasama Pengembangan UMKM dan Digitalisasi Sistem Pembayaran

13 Desember 2022 - 18:31 WITA

Aplikasi B Pung Petani  Yang Digagas Bank NTT Jadi Model Pengendalian Inflasi Secara Nasional

9 Desember 2022 - 20:44 WITA

Terobosan Brilian Bank NTT Siapkan CMS Untuk Pemda Permudah Tata Kelola Keuangan Daerah

7 Desember 2022 - 20:30 WITA

Bank NTT Raih Pos Kupang Award 2022 Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat

6 Desember 2022 - 21:52 WITA

Trending di Info Bisnis