USAID Berkomitmen untuk Menyelamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir di NTT

- Jurnalis

Jumat, 22 April 2022 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id – United Stated Agency International Development (USAID) bermitra dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus berusaha untuk memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan ibu dan bayi.

“Slogan Selamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir’ dari USAID MOMENTUM menjadi spirit perjuangan kolaboratif tenaga medis dan seluruh stakeholder, baik swasta maupun pemerintahan yang berada di provinsi Nusa Tenggar Timur” ujar Djoko H. Sutikno, Chief of Party USAID dalam diskusi lintas media, pemda, dan pemprov dengan tema ‘Praktik Baik Dalam Penguatan Sistem Rujukan Kesehatan Ibu dan Bayi di Hotel Aston, Kupang, Jumat (22/4/2022).

Djoko juga mengatakan melalui program 2H2 Center dan Mama Boi di Kabupaten Rote Ndao menjadi langkah yang tepat dan efektif untuk disosialisasikan lebih lanjut dan komprehensif oleh rekan-rekan media demi pemerataan akses informasi pelayanan kesehatan yang baik bagi ibu hamil.

Ia juga menegaskan media harus menyampaikan informasi yang valid dan detail kepada masyarakat. Karena masyarakat awam kerap kali melakukan miskomunikasi di dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam mengakses pelayanan kesehatan.

“Kematian ibu dan bayi itu bukan disengajakan oleh pihak medis. Tetapi, pada kodratnya kematian adalah sesuatu yang impossible atau mustahil. Itulah misteri kehidupan yang tidak akan dipisahkan dari skenario perjalanan manusia” pungkas Djoko.

Sementara, delegasi dari Rote Ndao mengatakan kalau gizi anak buruk, itu berarti penguasa tidak memiliki sikap empati terhadap masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu Biarawan Katolik dari perwakilan 2H2 Center kepada NTTPedia “seorang ibu yang kehilangan anaknya pasca kelahiran akan mengalami trauma. Ia tidak hanya butuh pelayanan fisik, tetapi seorang ibu juga butuh sentuhan psikis. Untuk itu, memahami konteks dalam setiap ruang mampu meringankan psikologis yang bersangkutan.”

Djoko Sutikno juga menyampaikan himbaun kepada masyarakat awam untuk berani terlibat dalam peningkatan kesadaran dalam hal menjaga kehamilan ibu. Di mana seorang ibu hamil butuh ketenangan fisik dan psikis demi kesehatan janinnya.

“Memang faktor jaringan, keterlambatan informasi, dan minimnya kolaborasi lintas stakeholder tenaga medis dan masyarakat awam juga merupakan penyebab utama dari kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia, khususnya di NTT” tutupnya.

Untuk itu, MOMENTUM (A Global Partnership for Health and Resilience) yang merupakan bagian dari Program Inovasi USAID terus berkomitmen untuk memberikan bantuan teknis dan pengembangan kapasitas kinerja pemerintah dan organisasi non-pemerintah lokal untuk memperkuat kepemimpinan global demi pencegahan stunting dan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di provinsi Nusa Tenggara Timur.(Fredy)

Berita Terkait

Ketua BPD Boti Akui Perdes Masih Uji Coba, Sebut Ada Kekeliruan Prosedur
Warga Boti Merugi Ratusan Juta Akibat Dugaan Perdes Bodong, Warga Sonaf Lapor Polisi
Satu Tahun kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur NTT “Melky-Jhoni”,Akademisi Unwira: Baru Tahap awal , Dorong Akses keterbukaan Kebijakan Publik 
Rakyat dibiarkan mencekik,PERMASA-KUPANG sebut DPRD Kab. Sabu Raijua tidak berguna untuk rakyat
Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Akademisi Apresiasi Laporan Kinerja Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Dorong Standar Baru Akuntabilitas Politik
Masyarakat Berkelahi akibat Antrian BBM berkepanjangan,PERMASA-Kupang :Bupati Sabu Raijua Gagal Realisasi Janji Kampanye 
Gubernur NTT Melki Laka Lena komitmen akan tindak tegas dan pidanakan oknum yang manipulasi data orang miskin di NTT

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:56 WIB

Ketua BPD Boti Akui Perdes Masih Uji Coba, Sebut Ada Kekeliruan Prosedur

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:16 WIB

Warga Boti Merugi Ratusan Juta Akibat Dugaan Perdes Bodong, Warga Sonaf Lapor Polisi

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:30 WIB

Satu Tahun kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur NTT “Melky-Jhoni”,Akademisi Unwira: Baru Tahap awal , Dorong Akses keterbukaan Kebijakan Publik 

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:36 WIB

Rakyat dibiarkan mencekik,PERMASA-KUPANG sebut DPRD Kab. Sabu Raijua tidak berguna untuk rakyat

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:21 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Berita Terbaru