Kupang, NTTPedia.id,- Bagi penggemar film serial netflix, pekan ini disuguhkan dengan serial Jepang yang berjudul Last Samurai Standing. Serial yang diadaptasi dari novel dan manga karya Shogo Imamura ini memicu rasa penarasaran karena pada tidak mengungkap siapa pemenang kompetisi sudoku, yakni pertarungan mematikan diantara para samurai.
Dikutip dari Kumparan.com, Serial ini langsung memicu rasa penasaran penonton karena duel penutupnya justru tidak mengungkap pemenang pada pertarungan mematikan antar 292 samurai yang memperebutkan hadiah 100 miliar yen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak penggemar menanyakan kapan Season 2 akan dirilis. Mengutip laporan dari Kumparan tersebut, sutradara Michihito Fujii menjelaskan bahwa sejak awal ia memang merencanakan Last Samurai Standing sebagai serial dengan beberapa musim. Ia menyebut bahwa kisah ini kemungkinan akan berakhir dalam dua hingga tiga musim.
Meski begitu, Fujii mengakui bahwa produksi musim kedua tidak bisa dilakukan dengan cepat. Ia memperkirakan kelanjutan cerita membutuhkan waktu pengerjaan dua hingga tiga tahun agar kualitas tetap terjaga. Menurut pengakuannya, arah cerita lanjutan sebenarnya sudah ia siapkan, tetapi langkah selanjutnya tetap menunggu keputusan resmi dari Netflix.
Hingga berita ini ditulis, Netflix belum mengumumkan kapan produksi dimulai maupun kapan musim kedua akan tayang. Keputusan platform biasanya mempertimbangkan performa penonton global dan respons publik terhadap musim pertama.
Antusiasme penggemar tetap tinggi, terutama karena perjalanan karakter utama Shujiro Saga masih menyisakan banyak pertanyaan besar. Jika Netflix memberikan lampu hijau, Season 2 diperkirakan baru bisa tayang sekitar 2027 atau lebih lambat, mengikuti estimasi waktu produksi yang disebutkan sutradara.
Dikutip dari berbagai sumber, Last Samurai Standing mengisahkan pertarungan besar pada tahun 1878 ketika 292 samurai dari seluruh Jepang dikumpulkan untuk mengikuti kompetisi mematikan bernama Kodoku. Mereka harus mempertahankan sebuah label kayu dan mencapai Tokyo untuk memenangkan hadiah 100 miliar yen.
Di antara para peserta, ada Shujiro Saga, seorang samurai sederhana yang ikut bukan demi ambisi, melainkan demi menyelamatkan istri dan anaknya yang terserang wabah kolera. Perjalanannya dipenuhi dilema moral dan pertarungan brutal, sementara rahasia besar di balik kompetisi mulai terungkap.(s13)


















