Kupang, NTTPedia.id,- Serial drama hukum Pro Bono saat ini tayang di aplikasi streaming Netflix. Pantauan NTTPedia. id, Drama Korea ini memiliki 12 episode. Saat ini baru memasuki episode ke 7.
Dikutip dari harian disway, serial ini menghadirkan kisah tentang keberanian mengambil jalan sunyi demi keadilan. Drama ini mengisahkan seorang mantan hakim yang memutuskan meninggalkan jabatan prestisiusnya untuk menjadi pengacara pro bono, membela rakyat kecil yang selama ini terpinggirkan dalam sistem hukum. Pengacara bernama Kang Da Wit (Jung Kyung Ho) ini mundur akibat video skandal suap yang membuatnya tidak punya pilihan lain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan tokoh utama meninggalkan dunia kehakiman bukanlah pilihan mudah. Ia pernah berada di pusat kekuasaan hukum, menyaksikan dari dekat bagaimana aturan dan prosedur sering kali lebih menguntungkan mereka yang memiliki modal dan pengaruh. Pengalaman itu meninggalkan luka moral dan rasa bersalah yang kemudian mendorongnya memilih jalur berbeda membela mereka yang tak mampu membayar jasa hukum.
Sebagai pengacara pro bono, ia bersama tim kecil yang idealis menangani berbagai perkara yang kerap dianggap remeh oleh firma hukum besar. Kasus-kasus tersebut mencerminkan realitas sosial yang nyata, mulai dari sengketa buruh, konflik agraria, penggusuran warga miskin kota, hingga persoalan hukum sederhana yang berdampak besar bagi kelangsungan hidup masyarakat kecil.
Melalui ruang sidang, Pro Bono menampilkan pertarungan yang tidak seimbang antara rakyat kecil dan kekuatan besar di balik hukum. Drama ini menunjukkan bagaimana hukum kerap digunakan sebagai alat kekuasaan, bukan sebagai sarana keadilan. Dalam banyak kasus, rakyat kecil bahkan kalah sebelum proses hukum benar-benar dimulai.
Konflik utama serial ini tidak hanya terjadi di ruang sidang, tetapi juga dalam batin tokoh utamanya. Ia harus berhadapan dengan masa lalu sebagai hakim, sekaligus melawan sistem yang pernah ia bela.
Pergulatan moral ini menjadi benang merah cerita, memperlihatkan bahwa keadilan tidak hanya soal memenangkan perkara, tetapi juga keberanian untuk berpihak.
Meski sarat kritik sosial, Pro Bono dikemas secara humanis. Unsur humor ringan dan dinamika hubungan antar karakter membuat drama ini terasa hangat dan membumi. Pendekatan tersebut menjadikan pesan-pesan keadilan sosial lebih mudah diterima oleh penonton luas, tanpa kehilangan kedalaman makna.
Lebih dari sekadar drama hukum, Pro Bono merupakan refleksi tentang kondisi hukum dalam masyarakat modern. Serial ini menegaskan bahwa keadilan sejati hanya bermakna jika dapat diakses oleh semua orang, tanpa memandang status ekonomi dan sosial.(AP)













