Usai Jadi Tersangka, Christofel Liyanto Dicekal Keluar Kupang

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi mencegah Komisaris Utama (Komut) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Christa Jaya, Christofel Liyanto, untuk bepergian ke luar Kota Kupang.

Pencegahan tersebut dilakukan berdasarkan surat Kejari Kota Kupang Nomor B-365/N.3.10/Fd.2/01/2025 tertanggal 27 Januari 2026.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Shirley Manutede, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan pencekalan kepada Kantor Imigrasi Kupang.

“Permohonan pencekalan ke Kantor Imigrasi Kupang sudah dilakukan. Saat ini kami masih menunggu surat balasan resmi dari Imigrasi,” ujar Shirley Manutede, Jumat (30/1/2026).

Terkait rencana penahanan, Shirley menjelaskan bahwa Kejari masih melakukan pendalaman perkara dengan mengumpulkan sejumlah alat bukti tambahan, termasuk dokumen dari Bank NTT dan BPR Christa Jaya, serta memeriksa beberapa saksi tambahan.

“Kami tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap siapa pun. Namun kami juga tidak gegabah. Semua harus dipertimbangkan secara matang dengan dukungan bukti yang kuat,” tegasnya.

Ia menambahkan, penetapan tersangka terhadap Christofel Liyanto murni berdasarkan hasil penyidikan dan bukan karena tekanan pihak tertentu.

“Kami tidak bekerja di bawah tekanan siapa pun. Unsur-unsur pidananya menurut kami telah terpenuhi dan sudah kami susun kerangka dakwaannya,” katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kota Kupang telah menetapkan Christofel Liyanto sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kredit bermasalah pada Bank NTT tahun 2016.

Kasus tersebut berkaitan dengan proses pemberian kredit kepada debitur CV ASM atas nama Rachmat, yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara.

Berita Terkait

Diduga Lakukan Pornoaksi terhadap Anak, Pria di Fatukoa Diamankan Tim Black Panter Polsek Maulafa
Ganggu Istirahat Warga, Polsek Maulafa Bubarkan Dua Pesta Musik Keras
Terungkap, Dana Penanganan Gempa Flores Terseret Dalam Dugaan Korupsi BNPB
Bupati Sabu Raijua Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan, Insiden Bermula dari Percakapan di Pantai
Kasus Ade Kuswandi Berlanjut ke MA, Kuasa Hukum Soroti Klaim Kerugian Rp152 Miliar
Pencurian Minimarket Beruntun di Kabupaten Kupang, Alfamart Babau Dibobol
Sempat Viral, Pengeroyokan Siswa SMA Efata  di Kabupaten Kupang Berakhir Damai 
SMSI NTT Kecam Dugaan Intimidasi Wartawan NTTHits, Polres TTU Bantah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Diduga Lakukan Pornoaksi terhadap Anak, Pria di Fatukoa Diamankan Tim Black Panter Polsek Maulafa

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Ganggu Istirahat Warga, Polsek Maulafa Bubarkan Dua Pesta Musik Keras

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Terungkap, Dana Penanganan Gempa Flores Terseret Dalam Dugaan Korupsi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Bupati Sabu Raijua Dilaporkan atas Dugaan Penganiayaan, Insiden Bermula dari Percakapan di Pantai

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Kasus Ade Kuswandi Berlanjut ke MA, Kuasa Hukum Soroti Klaim Kerugian Rp152 Miliar

Berita Terbaru