Permudah Warga, NIK PKH Lansia Bermasalah Bisa Teratasi di MPP Kota Kupang

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Herlina Tosarin, warga Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, yang datang mengambil bantuan PKH Lansia. Ia tidak bisa mengambil bantuan tersebut dikarenakan NIK tidak terdaftar sehingga diperlukan validasi oleh dinas terkait. Kendala yang dialami Herlina langsung diatasi hari itu juga di Mal Pelayanan Publik Kota Kupang

Herlina Tosarin, warga Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, yang datang mengambil bantuan PKH Lansia. Ia tidak bisa mengambil bantuan tersebut dikarenakan NIK tidak terdaftar sehingga diperlukan validasi oleh dinas terkait. Kendala yang dialami Herlina langsung diatasi hari itu juga di Mal Pelayanan Publik Kota Kupang

Kupang, NTTPedia.id,- Efektivitas layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang semakin dirasakan langsung oleh masyarakat. Para penerima Program Keluarga Harapan (PKH) kategori lansia yang mengalami kendala Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kini dapat menyelesaikan masalah administrasi dan mengambil bantuan pada tempat yang sama.

Hal ini karena MPP menghadirkan loket pelayanan Dinas Sosial sekaligus layanan perbaikan data kependudukan dari Dukcapil.

Integrasi layanan ini terbukti membantu banyak warga, termasuk mereka yang lanjut usia (lansia) dan kesulitan mengakses layanan di lokasi berbeda. Setelah data diperbaiki oleh petugas Dukcapil yang ada di MPP, penerima manfaat dapat langsung menuju loket Dinas Sosial untuk verifikasi dan pengambilan bantuan PKH.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengalaman ini dialami oleh Herlina Tosarin, warga Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, yang datang mengambil bantuan PKH Lansia. Ia tidak bisa mengambil bantuan tersebut dikarenakan NIK tidak terdaftar sehingga diperlukan validasi oleh dinas terkait. Hal itu bisa teratasi karena Mal Pelayanan Publik memiliki layanan yang terintegrasi dengan semua loket yang ada.

Baca Juga :  Wagub NTT Puji Laiskodat di Depan KPK RI

Herlina kemudian diarahkan ke loket Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Herlina tampak mengantri bersama warga lainnya yang mengalami kendala yang sama. Mereka tampak dilayani dengan profesional oleh para petugas loket.

Herlina menyebut layanan MPP sangat mempermudah proses yang biasanya memakan waktu untuk berpindah-pindah kantor. Selain makan biaya juga akan memakan waktu yang cukup lama karena mobilitas dari kantor ke kantor.

” Biasanya kalau ada masalah NIK, harus ke Dukcapil dulu lalu ke Dinas Sosial. Tapi di sini semua sudah ada,” ujarnya.kepada NTTPedia.id, Kamis, 20/11/2025.

Herlina juga mengapresiasi kenyamanan dan keteraturan layanan di MPP, terutama karena meminimalkan antrean panjang dan perpindahan lokasi yang tidak melelahkan.

Baca Juga :  Apresiasi dan Dukungan dari Bunda Julie Laiskodat untuk Atlet Ronald Neno Peraih Medali Perak Sea Games 
Penanggung Jawab Loket Dukcapil di MPP Kota Kupang, Donatus Lema didampingi Plt Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang, Penina N. A. Lauata.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang, Wildrian R. Otta, sebelumnya menegaskan bahwa seluruh layanan yang dihadirkan di MPP bertujuan untuk memangkas proses birokrasi yang berbelit dan memberikan kemudahan bagi warga Kota Kupang.

” Konsep MPP adalah menghadirkan berbagai layanan dalam satu pintu agar masyarakat tidak lagi berpindah-pindah. Termasuk layanan bagi warga penerima bantuan. Kalau ada kendala NIK atau data kependudukan, bisa langsung diselesaikan di sini tanpa harus kembali ke kantor lain,” jelasnya.

Wildrian menambahkan bahwa MPP terus diperkuat agar menjadi pusat layanan publik yang responsif dan inklusif.

” Tujuan kita sederhana: masyarakat harus dilayani dengan cepat, tepat, dan nyaman. Semua instansi di MPP berkomitmen memberikan layanan yang lebih mudah dijangkau oleh semua kelompok, termasuk lansia dan penerima bantuan,” katanya.(AP)

Berita Terkait

Dua Anak Pelatih Valencia B Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta Dilaksanakan Secara Serentak 
Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah Digelar Serentak di 8 Titik di NTT
DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Tingkatkan konsolidasi Internal Hadapi Tantangan Politik di Masa Depan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda NTT Kerahkan Ribuan Personel Amankan 8.306 Gereja di NTT
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Ketua DPW NasDem NTT  Ajak Seluruh Elemen berkolaborasi Bangun NTT
DPW NasDem NTT Gelar Diskusi Publik, Gubernur NTT Beri Apresiasi: Tema Sangat Relevan dengan Momentum HUT Provinsi NTT Ke-67
Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief, Filantrop Perempuan NTT Peraih Post Kupang Award 2025

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 13:53 WIB

Dua Anak Pelatih Valencia B Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian

Senin, 29 Desember 2025 - 11:49 WIB

Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di NTT Diikuti 511 Peserta Dilaksanakan Secara Serentak 

Senin, 29 Desember 2025 - 11:27 WIB

Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah Digelar Serentak di 8 Titik di NTT

Sabtu, 20 Desember 2025 - 13:13 WIB

DPW NasDem NTT Gelar Rakorwil Zona Timor, Tingkatkan konsolidasi Internal Hadapi Tantangan Politik di Masa Depan

Jumat, 19 Desember 2025 - 13:03 WIB

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polda NTT Kerahkan Ribuan Personel Amankan 8.306 Gereja di NTT

Berita Terbaru