Larantuka, NTTPedia.id,- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan monitoring pengerjaan pipanisasi kebutuhan air bersih bagi pengungsi terdampak letusan Gunung Lewotobi, Kabupaten Flores Timur yang menempati Hunian Sementara (Huntara) 2 dan 3.
Kegiatan monitoring tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat, 4-5 Desember 2025. Monitoring dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Relawan PMI Provinsi, Kristiana Muki, S.Pd., M.Si.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikutip dari laman Facebook, PMI Provinsi NTT memastikan proses instalasi pipanisasi berjalan sesuai perencanaan serta mampu memenuhi kebutuhan air bersih yang layak konsumsi bagi para pengungsi. Air bersih menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya yang masih bertahan di hunian sementara.
“Kehadiran PMI Provinsi dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kemanusiaan untuk menjamin terpenuhinya hak dasar pengungsi, terutama akses terhadap air bersih yang aman dan sehat,” ujar Kristiana Muki di sela-sela kegiatan monitoring.
Melalui monitoring ini PMI NTT kata Kristiana, ingin memastikan sistem distribusi air dapat berfungsi secara optimal, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pengungsi di Huntara 2 dan 3.
Eks anggota DPR RI ini mengatakan kegiatan monitoring pipanisasi air bersih ini juga menjadi bagian dari upaya tanggap darurat dan pemulihan awal pascabencana letusan Gunung Lewotobi guna mendukung kesehatan serta ketahanan hidup masyarakat terdampak.(AP)


















