So’e, NTTPedia.id,- Komitmen Simon Petrus Kamlasi (SPK) terhadap penguatan dunia pendidikan di Timor Tengah Selatan (TTS) kembali diwujudkan melalui aksi nyata. SPK menyerahkan sebuah aula serba guna kepada SD GMIT Soe II, Kabupaten TTS, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 13 Desember 2025.
Aula serba guna dengan konstruksi semi permanen tersebut dibangun menggunakan dana pribadi SPK dan diserahkan secara simbolis kepada Sinode Gereja Injili Masehi di Timor (GMIT), serta diresmikan bersama Pemerintah Kabupaten TTS. Bantuan ini menjadi solusi konkret atas keterbatasan sarana belajar yang selama ini dihadapi sekolah tersebut.
Penyerahan aula ini dihadiri tokoh perempuan NTT Jane Natalia Suryanto, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Ketua Komisi IV DPRD TTS Relygius Usfunan, Ketua Yayasan Agape, perwakilan Bank NTT, serta Ketua Klasis Soe GMIT, Pdt. Ketlysin Radja, yang memimpin ibadah syukur.
Dalam sambutannya, SPK menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari penyediaan fasilitas belajar yang layak.
“SD GMIT Soe II ini adalah tempat saya pernah bersekolah. Karena itu saya merasa terpanggil untuk berbuat secara nyata dan cepat. Saya berharap apa yang dilakukan hari ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut peduli pada pendidikan di TTS,” ujar SPK.
Diketahui, SD GMIT Soe II memiliki lebih dari 450 murid yang terbagi dalam 16 rombongan belajar. Keterbatasan ruang kelas membuat sebagian kegiatan belajar mengajar harus dilaksanakan pada siang hari. Kehadiran aula serba guna ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar tambahan sekaligus ruang kegiatan sekolah.
Langkah ini melengkapi rangkaian kontribusi SPK di berbagai wilayah NTT. Hingga kini, tercatat 14 gedung semi permanen telah dibangun SPK, enam di antaranya berada di TTS, sementara sisanya tersebar di Sumba, Lembata, Kupang, dan Manggarai Barat.
“Dalam waktu dekat kita juga akan meresmikan kapela untuk saudara-saudara kita korban erupsi Lewotobi. Ini adalah bentuk solidaritas dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Saneb Blegur, menyampaikan apresiasi atas konsistensi SPK dalam mendukung pendidikan dan pelayanan sosial di NTT. Ia menyebut SPK sebagai aset penting bagi TTS dan NTT.
“SPK adalah salah satu putra terbaik TTS. Ia masih muda, cerdas, rendah hati, dan bekerja dengan ketulusan. Apa yang ia lakukan hari ini adalah contoh kepemimpinan yang lahir dari kepekaan sosial,” ungkap Pdt. Saneb.
Ia berharap, melalui dukungan berkelanjutan di sektor pendidikan, TTS dapat kembali melahirkan generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Sementara itu Kepala SD GMIT Soe II menyampaikan terima kasih atas bantuan aula serba guna yang dinilai sangat membantu aktivitas sekolah. Ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten TTS juga dapat memperhatikan kebutuhan tenaga pendidik agar proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.
Kegiatan penyerahan aula serba guna ini dirangkaikan dengan Festival Literasi dan peluncuran buku antologi karya guru dan murid SD GMIT Soe II, hasil kolaborasi dengan pegiat literasi Levinus Asbamu.(AP)













