Kupang,NTTPedia.id- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Melalui Sekjen pendidikan tinggi Sains dan teknologi (Kemendiksaintek ) menggelar Peluncuran Prodi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas kedokteran Wilayah Bali – Nusra dalam Program Akselerasi Mendukung Asta Cita di seluruh Indonesia dan pertama kali dilaksanakan di Universitas Nusa Cendana atau Undana Kupang.
Kegiatan ini di gelar di Graha Cendana Kupang pada Jum’at 13 Februari 2026 dan diresmikan Oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Sekjen pendidikan tinggi Sains dan teknologi Prof.Togar Mangihut Simatupang dan Rektor Undana Kupang Prof.Dr. Ir.Jefri Samuel Bale.S.T.M.Eng.
Hal ini di saksikan oleh para undangan yang Hadir Rektor Universitas Udayana, Rektor Universitas Brawijaya, Rektor Universitas Mataram, Rektor Universitas Airlangga,Bupati TTU Yosef Falentino Kebo,wakil bupati Alor para pimpinan kampus swasta dan Pimpinan organisasi kesehatan .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Prof. Togar Mangihut Simatupang dalam Sambutannya mengatakan bahwa Peluncuran dilakukan secara serempak di Indonesia dan pada hari ini merupakan yang pertama di seluruh Indonesia ia mengatakan sampai saat ini Indonesia masih kekurangan dokter spesialis belum lagi kita berbicara tentang distribusi dari dokter spesialis dan sub spesialis mengakibatkan jaminan akses dan mutu belum ideal hal inilah yang menjadi perhatian presiden Prabowo ketika memberikan taklimat kepada 1.200 Rektor dan guru besar se-indonesia di istana negara pada tanggal 15 Januari 2026 yang lalu katanya .
” pada kesempatan sebelumnya kita ingat bahwa presiden dalam sidang tahunan MPR RI pada 15 Agustus 2025 telah memberi arahan untuk mengatasi kekurangan dokter dan dokter spesialis dan tahun ini akan dibuka 148 prodi di 57 fakultas kedokteran di Indonesia terdiri dari 125 prodii spesialis dan 23
prodi subspesialis serta meningkatkan kuota mahasiswa kedokteran yang mendapat beasiswa.
Ia mengatakan bahwa ini adalah instruksi presiden dan kementerian memberikan perhatian khusus di wilayah timur untuk melakukan akselerasi dan meluncurkan program akselerasi pendidikan dokter spesialis pada tanggal 22 Juli 2025 bersama Kemenkes,pemdagri dan pemangku kepentingan lainnya hingga saat ini Kemendiksaintek mencapai target dengan membuka 160 prodi baru yang terdiri dari 128 prodi spesialis dokter 32 prodi dokter subspesialis dengan demikian jumlah prodi PPDS meningkat menjadi 526 prodi dari sebelumnya 366 prodi.
Diakhir sambutannya ia mengajak semangat kolaborasi untuk menciptakan pendidikan tinggi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bermartabat dan lebih berdampak untuk peningkatan kualitas kehidupan bangsa dan Negara.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan teknologi dan Para pimpinan yang pertama kali melakukan launching PPDS di Indonesia Timur dan juga memberikan apresiasi kepada Rektor undana Prof, Dr. Jefri Samuel Bale atas terselenggaranya PDDS ini Universitas Nusa Cendana Kupang.
Sementara Rektor Undana Kupang Prof. Dr.Ir.Jefri Samuel Bale,S.T.M.Eng menyampaikan keprihatinan mendalam atas Tragedi kemanusiaan uang menyebabkan Kematian pelajar di Kabupaten Ngada .Sebagai pimpinan perguruan tinggi atas fenomena sosial yang mengguncang nurani kita belakangan ini .
Hal ini menunjukkan adanya kerentanan pada sistem dukungan sosial dan kesehatan mental untuk itu kita sebagai institusi pendidikan menjadikan fenomena ini adalah alarm keras bagi kita semua.Undana harus hadir sebagai ruang aman dan solusi nyata.Urai Rektor Undana Kupang ini.
Ia menambahkan melalui momentum peluncuran PPDS ini Undana menegaskan komitmen kami untuk tidak hanya mencetak dokter yang lain secara klinis tetapi juga tenaga medis yang memiliki empati mendalam dan kepekaan sosial kita harus memastikan bahwa kehadiran prodi spesialis ini nantinya mampu menyentuh akar persoalan kesehatan di Nusa Tenggara Timur baik fisik maupun psikis hingga ke komunitas komunitas kecil.
Di Samping itu, Rektor termuda ini menyampaikan visi Undana dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis tidak hanya berhenti di sini namun dalam waktu dekat tengah mempersiapkan kehadiran program studi kedokteran Gigi dan juga program studi keperawatan sebagai langkah komprehensif untuk melengkapi ekosistem layanan kesehatan di daerah kita termasuk juga program studi profesi farmasi hal ini sejalan dengan arah strategi yang menitipkan Hastag mengenai kampus berdampak Di mana keberadaan perguruan tinggi harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat sekitar di tingkat lokal semangat ini kami bingkai dalam visi pembangunan Daerah ayo bangun NTT.
“Kami percaya bahwa kesehatan adalah pondasi utama pembangunan tanpa dokter spesialis yang cukup dan berkualitas mimpi membangun NTT yang tangguh akan sulit kita capai dengan meneruskan spesialis spesialis baru dari rahim undana”.
kita sedang memutus rantai keterbatasan akses kesehatan yang selama ini menjadi kendala di wilayah kepulauan . tutup Rektor Undana Kupang ini.***
Penulis : Tim Redaksi (Dede )













