Kota Kupang, NTTPedia.id – Warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar aksi seribu lilin dan doa bersama untuk mengenang mendiang YBR (10), siswa sekolah dasar asal Kabupaten Ngada yang meninggal dunia akibat bunuh diri.
Aksi seribu lilin tersebut berlangsung di Bundaran Timor, Rote, dan Sabu (Tirosa), Kota Kupang, pada Sabtu (7/2/2026) petang. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga para ibu yang datang bersama anak-anak mereka.
Dalam suasana hening dan penuh keprihatinan, para peserta menyalakan lilin dan memanjatkan doa bagi almarhum YBR, bocah asal Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, yang mengakhiri hidupnya pada 29 Januari 2026 lalu.
Salah satu peserta aksi, Febrianti Bani, menyampaikan bahwa peristiwa meninggalnya YBR harus menjadi momentum refleksi bagi semua pihak, terutama pemerintah, untuk lebih memperhatikan kondisi masyarakat kurang mampu.
Ia berharap pemerintah lebih peka dalam menyediakan fasilitas pendukung pendidikan bagi siswa-siswi, khususnya yang berada di daerah pelosok dan mengalami keterbatasan akses menuju kota.
“Peristiwa ini seharusnya menyadarkan kita semua untuk berbenah, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” pungkasnya.













