Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Kelompok pendidikan menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada September 2026.

Berdasarkan keterangan Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, dalam jumpa pers virtual, Kamis, 01/10/2026, kelompok pendidikan mengalami deflasi sebesar 3,25 persen pada September 2026.

Sementara secara tahunan, NTT mengalami inflasi sebesar 2,67 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,35.

Matamira mengatakan, inflasi year on year (y-on-y) September 2026 terjadi karena kenaikan harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran.

Selain pendidikan, seluruh kelompok pengeluaran lainnya tercatat mengalami kenaikan.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 1,82 persen, pakaian dan alas kaki 2,80 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,84 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,34 persen, serta kesehatan 2,01 persen.

Selanjutnya, kelompok transportasi naik 4,03 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 2,50 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,65 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,45 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak 12,03 persen.

Matamira mengatakan, deflasi pada kelompok pendidikan sebesar 3,25 persen menjadi penahan inflasi NTT.

Menurut dia, kondisi tersebut terjadi seiring dimulainya tahun ajaran baru dengan kebijakan biaya pendidikan yang relatif stabil di sejumlah daerah.

Secara bulanan, NTT justru mengalami deflasi sebesar 0,35 persen pada September 2026. Sementara inflasi tahun kalender Januari hingga September 2026 tercatat 1,29 persen.

Di sisi lain, terdapat disparitas inflasi antarwilayah di NTT. Inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 3,58 persen, sedangkan terendah berada di Timor Tengah Selatan (TTS) sebesar 1,04 persen.

Matamira mengatakan inflasi NTT sebesar 2,67 persen masih dalam rentang terkendali, meski terdapat perbedaan cukup lebar antara Waingapu dan TTS.(AP)

Berita Terkait

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama
Gempa M3,1 Kembali Guncang Kabupaten Kupang, Berpusat di Laut
Gempa Flores Lumpuhkan UMKM, Julie Laiskodat Dorong Kemudahan Akses Kredit
Korban Gempa Flores Dimintai Uang Rp10 Ribu Saat Terima Bantuan, Staf Desa Beri Penjelasan
Huntara Belum Siap, Fraksi PDIP DPRD NTT Minta Tanggap Darurat Gempa Flores Diperpanjang

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen

Berita Terbaru

Bola & Sports

Soe, Udara Sejuk dan Harapan Menjadi Tuan Rumah PON 2028

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:12 WIB