Kupang, NTTPedia.id,- Bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus berdatangan. Posko Utama Penanganan Darurat Bencana (PDB) BPBD Provinsi NTT mencatat sejumlah bantuan yang masuk pada 18 Agustus 2026 untuk selanjutnya didistribusikan ke wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, mengatakan bantuan yang dihimpun melalui Posko Utama PDB tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Flores.
Berdasarkan update bantuan logistik Posko Utama PDB BPBD NTT, bantuan tersebut ditujukan ke Posko PDB Kabupaten Ende, Manggarai dan Manggarai Timur.
Sejumlah bantuan diberangkatkan pada 19 Agustus 2026 pukul 20.00 Wita menggunakan kapal DLU Darma Rucita VIII.
Sibarani mengatakan bantuan berasal dari berbagai pihak, mulai dari perusahaan, organisasi pemerintah daerah, lembaga kesehatan, perguruan tinggi hingga masyarakat.
ia merininckan, PT Pembangunan Kebutuhan Tbk. (Manikin), bantuan yang diterima berupa 26 lembar terpal ukuran 4×6 meter dan empat unit tandon air berkapasitas 550 liter.
Sementara itu, Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengirimkan bantuan perlengkapan tidur dan sanitasi, antara lain 29 bantal dewasa, 156 lembar selimut, dan 205 karpet atau tikar.
APPSI juga mengirimkan 1.421 karton mi instan, 50 kaleng Kalong UBM Tim, serta 24 dus air mineral Cleo ukuran 220 mililiter.
Bantuan kebutuhan nutrisi datang dari Kalbe Nutritionals berupa 12 dus Diabetasol Capucino, 15 dus Entrasol Sereal Vanila, 552 sachet Vitbar, 30 dus Bubur Milna, dan 17 dus Susu Zee Reguler.
Dukungan dalam jumlah besar juga datang dari Panitia Penggalangan Dana Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Bantuan pangan dan sembako tersebut mencakup total beras sekitar 5 ton 35 kilogram, terdiri dari beras kemasan 40 kilogram sebanyak empat karung dan beras kemasan 5 kilogram sebanyak 975 karung.
Selain itu, bantuan tersebut terdiri dari 307 dus mi instan, tiga dus Eko Mie, 14 pack mi jagung, dua bal produk Tugu Buaya, satu dus gula kristal 35 kilogram, serta 12 dus minyak goreng.
Untuk kebutuhan bayi dan medis, bantuan yang dikirim antara lain susu, popok bayi, obat-obatan, mainan anak, dan buku pelajaran.
Sedangkan kebutuhan sanitasi dan kebersihan meliputi ikan kaleng, deterjen, pembalut, sabun cuci, dan sabun mandi. Panitia Penggalangan Dana Kabupaten TTS juga mengirimkan 110 dus air mineral.
Bantuan lainnya datang dari Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana. Bantuan tersebut berupa dua karung beras kemasan 5 kilogram, lima dus air mineral Oelmasi, satu dus mi Sedap Soto, lima renteng Energen Coklat, tujuh buah biskuit Roma Kelapa, 20 buah popok Mami Poko, 10 pads pembalut Protect, satu lusin sabun mandi Lifebuoy, lima buah minyak goreng kemasan satu liter, serta 12 buah susu Ultramilk ukuran 200 mililiter.
Bantuan dari Senat Mahasiswa FKM Undana tersebut dikirim untuk wilayah Manggarai Timur.
Sementara itu, Rajawali Nusindo Kupang mengirimkan bantuan untuk Kabupaten Ende berupa 200 karton mi Sedap Soto, 30 karton biskuit Regal, dan 45 karton biskuit Roma Kelapa.
Dukungan untuk kebutuhan medis juga dikirim LEPKES Kementerian Kesehatan RI Kupang berupa 50 rol kasa Hior ukuran 10 sentimeter, 10 kotak masker medis, dan 50 buah kantong infeksius. Bantuan tersebut juga diarahkan ke Kabupaten Ende.
Sibarani mengatakan penyaluran bantuan melalui Posko Utama PDB BPBD NTT merupakan bagian dari upaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa dapat ditangani secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah, posko penanganan bencana, lembaga, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi penting agar bantuan yang masuk dapat segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.(AP)







