Ruteng, NTTPedia.id,- Pesta sambut baru di Kampung Wohe, Kabupaten Manggarai, berujung maut. Seorang pemuda, Benediktus Paang (19), meninggal dunia setelah terlibat bentrok dengan warga dari kampung lain pada Jumat, 18 September 2026 malam. Kabar kematian Benediktus kemudian memicu penyerangan oleh keluarga korban ke rumah seorang warga di Kampung Wohe.
Dikutip dari Diksimerdekacom, Benediktus merupakan warga Kampung Timung, Desa Golo Cador, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai. Ia terlibat bentrok dengan warga Kampung Wohe dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WITA di jalan raya umum, tepat di depan tenda pesta milik seorang warga berinisial AJ.
Kasi Humas Polres Manggarai, AKP Ngurah Saba Nugraha, menjelaskan warga yang terlibat bentrok berasal dari Kampung Wohe dan Kampung Timung, termasuk Benediktus.
Berdasarkan hasil penelusuran awal pihak kepolisian, sebagian warga yang terlibat bentrok diduga kuat sedang dalam pengaruh minuman keras setelah mengikuti pesta sambut baru.
Setelah bentrokan, kedua kelompok warga kembali ke kampung masing-masing. Sesampainya di rumah, Benediktus mengeluh sakit pada bagian perut dan kepala akibat bentrokan tersebut.
Pada Sabtu, 19 September 2026 pagi, keluarga membawa Benediktus ke Puskesmas Timung untuk mendapatkan perawatan. Namun, setibanya di Puskesmas Timung, Benediktus mengembuskan napas terakhir dan dinyatakan meninggal dunia.
Hasil visum luar menemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban.
” Dari hasil visum luar ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, benjolan, luka lecet pada bagian perut sebelah kiri, bercak darah pada gusi, pembekakan pada dada, luka lecet pada payudara kanan dan bekas luka pada siku,” jelas AKP Ngurah.
Kabar kematian Benediktus kemudian memicu reaksi spontan keluarga besarnya di Kampung Timung.
Sekitar kurang lebih 100 orang warga Kampung Timung mendatangi rumah milik warga berinisial IR di Kampung Wohe yang disebut sebagai terduga pelaku atas kematian Benediktus.
Dalam penyerangan tersebut, warga merusaki rumah hingga membakar empat unit sepeda motor yang sedang terparkir di depan rumah terduga pelaku.
Polres Manggarai kemudian turun ke lokasi untuk mengamankan situasi. Pengamanan dipimpin Kasat Reskrim, Kasat Intelkam dan Kasat Samapta.
Polisi juga melakukan penghalangan terhadap warga dari kedua kampung dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh adat. Saat ini, Polres Manggarai masih mendalami pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
Sumber : Diksimerdeka/Berto Davids







