Kupang, NTTPedia.id – Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) III 2026 kembali digelar sebagai ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet potensial di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tidak hanya sepak bola, LLMC III 2026 juga mempertandingkan sejumlah cabang olahraga lainnya, yakni futsal, kempo, dan tinju. Total hadiah yang disiapkan panitia untuk seluruh cabang olahraga mencapai Rp1,1 miliar.
Ketua Panitia LLMC III 2026, Boby Damanik, mengatakan pelaksanaan tahun ini dirancang tidak sekadar sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi atlet, khususnya atlet muda di NTT.
Menurut Boby, cabang futsal secara khusus difokuskan di Pulau Semau. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga sekaligus mencari bibit-bibit atlet dari kalangan anak sekolah dasar di wilayah tersebut.
“Khusus futsal kami fokuskan di Pulau Semau karena kami ingin membangun dan mencari bibit anak-anak, khususnya dari sekolah dasar di Pulau Semau,” kata Boby, Sabtu (5/9/2026).
Sementara itu, cabang kempo akan mempertandingkan tiga kategori, yakni junior, remaja, dan dewasa.
Boby menjelaskan, LLMC III juga menjadi bagian dari persiapan atlet NTT menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Karena itu, pertandingan kempo diharapkan dapat menjadi salah satu ajang seleksi dan pemantauan atlet potensial. Untuk cabang tinju, panitia menargetkan partisipasi lebih luas.
Saat ini, peserta dari 12 provinsi telah dipersiapkan untuk ambil bagian. Panitia berharap jumlah tersebut dapat bertambah hingga 20 provinsi, ditambah delapan kabupaten di NTT.
“Kami berharap dari Lazarus Cup ini bisa lahir atlet-atlet potensial yang nantinya mampu membawa nama NTT di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Lapangan Berstandar FIFA
Komitmen terhadap pengembangan olahraga di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan Viktor Laiskodat melalui pembangunan lapangan sepak bola berstandar FIFA di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.
Lapangan tersebut dipersiapkan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) III 2026.
Menurut Boby, kehadiran fasilitas olahraga ini diharapkan tidak hanya mendukung pelaksanaan turnamen, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet sepak bola di Pulau Semau dan NTT secara berkelanjutan.
Sistem Pertandingan Berbasis Digital
LLMC III 2026 juga menghadirkan sistem pertandingan berbasis digital.
Boby mengatakan, seluruh proses pertandingan akan menggunakan sistem digital, mulai dari data pemain, akumulasi kartu hingga informasi pertandingan.
Sistem tersebut nantinya dapat diakses masyarakat sehingga publik bisa mengetahui informasi pertandingan secara transparan.
“Kami merancang sistem pertandingan di mana setiap instruktur pertandingan menggunakan sistem digital, mulai dari nama pemain, akumulasi kartu dan data lainnya. Platform ini bisa diakses oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.
Boby menyebut sistem tersebut memiliki konsep yang hampir sama dengan Sistem Informasi Administrasi dan Pertandingan (SIAP) milik PSSI, namun platform LLMC dikembangkan secara mandiri oleh panitia.
“Kami membuat sistem ini secara mandiri. Konsepnya hampir sama dengan SIAP milik PSSI,” katanya.
Untuk pendaftaran cabang olahraga, panitia juga menyiapkan sistem digital menggunakan barcode. Peserta cukup memindai barcode yang disediakan dan akan langsung diarahkan ke formulir pendaftaran.
“Pendaftaran tidak dilakukan secara manual. Kami menyediakan barcode, kemudian peserta langsung masuk ke formulir pendaftaran. Semua pendaftaran gratis,” ungkap Boby.
Khusus sepak bola, panitia tidak membuka pendaftaran secara umum. Tim yang tampil merupakan tim undangan yang telah memenuhi sejumlah persyaratan administrasi.
Setiap tim sepak bola diwajibkan telah memiliki badan hukum dan mendaftarkan diri pada Asosiasi Kabupaten (Askab) atau Asosiasi Kota (Askot) masing-masing.
Persyaratan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan tim yang mengikuti kompetisi memiliki legalitas dan administrasi yang jelas.
Boby berharap LLMC III dapat menjadi momentum bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan sebelum menghadapi agenda olahraga lainnya, termasuk El Tari Memorial Cup (ETMC).
“Harapannya ini menjadi ajang untuk meningkatkan skill dan prestasi atlet karena setelah ini ada ETMC,” katanya.
Keluarga Ingin Hidupkan Olahraga di NTT
Perwakilan keluarga penyelenggara LLMC III 2026, Vito Valentino Laiskodat, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen keluarga untuk ikut menghidupkan kembali gairah olahraga di NTT.
Menurut Vito, olahraga harus menjadi ruang bagi anak-anak NTT yang memiliki talenta untuk berkembang dan mendapatkan kesempatan menunjukkan kemampuan mereka.
“Keluarga berharap kegiatan ini bisa menghidupkan olahraga di NTT, sehingga anak-anak yang mempunyai talenta bisa mendapatkan ruang untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Vito.
Ia mengatakan, perhatian terhadap pembinaan atlet muda juga akan diarahkan secara khusus ke Pulau Semau.
Bahkan, pada tahun berikutnya keluarga penyelenggara berencana membuka Sekolah Sepak Bola (SSB) di Pulau Semau sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.
“Tahun depan kami akan membuka SSB di Semau. Kami berharap dari SSB ini nantinya bisa lahir pesepakbola-pesepakbola hebat dari NTT,” katanya.
PERBATI Dorong Pembinaan Atlet Tinju
Sementara itu, perwakilan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERBATI) NTT, Hermensen Ballo, mengatakan cabang tinju dalam LLMC III diharapkan dapat menjadi salah satu wadah untuk mengukur kemampuan sekaligus menemukan atlet-atlet muda berbakat.
Keikutsertaan atlet dari berbagai daerah dan provinsi dinilai penting untuk menciptakan persaingan yang sehat sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada para petinju.
Hermensen berharap penyelenggaraan LLMC III dapat melahirkan petinju-petinju potensial yang nantinya mampu memperkuat NTT dalam berbagai kejuaraan di tingkat nasional.
Dengan mempertandingkan empat cabang olahraga dan total hadiah mencapai Rp1,1 miliar, LLMC III 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan di NTT.







