Tangguh di Tengah Hantaman Pandemi, BRI Incar Pertumbuhan Berkelanjutan

oleh -44 views

Jakarta, NTTPedia.id, – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus optimistis mampu menjaga kinerja
positif dan berkelanjutan di masa depan. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Sunarso
pada acara Public Expo Live 2021 yang diselenggarakan pada Kamis (09/09).

Turut hadir dalam
acara tersebut Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu R.K, Direktur Digital & Teknologi
Informasi BRI Indra Utoyo dan Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto.

Sunarso mengungkapkan, terdapat dua strategi utama penopang utama kinerja BRI sehingga
mampu bertahan tengah hantaman pandemi.

“Pertama, BRI aktif melakukan review terhadap
infrastruktur baik dari protokol kesehatan, kebijakan penyaluran dan restrukturisasi kredit, serta
mengembangkan produk dan layanan yang adaptif terhadap perubahan perilaku masyarakat.
Kedua, disiplin membentuk pencadangan kredit yang memadai untuk memitigasi dampak
pandemi pada kualitas kredit,” urai Sunarso.

Strategi tersebut terbukti berhasil, hal tersebut tercermin dari kinerja perseroan yang mampu
mencatatkan kinerja positif hingga akhir kuartal II tahun 2021, baik dari sisi Balance Sheet
maupun Profitabilitas. Secara bank only, total Aset BRI mencapai Rp1.411,6 Triliun atau tumbuh
7,8% YoY dan penyaluran kredit mencapai Rp 912,1 Triliun atau meningkat 5,0% YoY, lebih baik
dibandingkan pertumbuhan industri perbankan nasional yang sebesar 0,6%.

“Pertumbuhan kredit BRI tersebut didorong segmen Mikro yang tumbuh 17,0% YoY, disumbang
oleh penyaluran KUR Mikro yang mencapai Rp87 Triliun sepanjang 2021, sehingga komposisi
Kredit Mikro naik menjadi 40,2% dari Q2 2020 sebesar 36,1%. Hal ini sejalan dengan
aspirasi kami untuk meningkatkan komposisi kredit mikro minimal 45% di tahun 2025,” imbuh
Sunarso.

Profitabilitas BRI sampai dengan Kuartal II 2021 mampu tumbuh positif, dimana laba bersih BRI
tumbuh sebesar 22% YoY menjadi Rp12,45 triliun dan Net Interest Income (NII) tercatat sebesar
Rp46,35 Triliun atau tumbuh 34,2% YoY. Di tengah kondisi yang menantang ini, BRI tetap optimistis mampu menjaga pertumbuhan yang kuat dan sustainable di masa yang akan datang
sebagai strategi Securing Strong and Sustainable Future Growth.

“Inisiatif utama kami dalam menjaga pertumbuhan yang sustainable tersebut adalah
dengan melakukan pembentukan Ekosistem Ultra Mikro. Pembentukan Ekosistem ini merupakan
bagian dari strategi jangka panjang kami yaitu BRIVolution 2.0, yang berfokus pada enam tema
transformasi, dan salah satunya adalah Creating New Growth Engine,” urai Sunarso.

Melalui Ekosistem Ultra Mikro, BRI bersama dengan Pegadaian dan PNM memiliki aspirasi untuk
menciptakan integrated journey bagi pengusaha ultra mikro, yang juga akan menjadi embrio
pertumbuhan di segmen Mikro dan Kecil. Nantinya, PNM melalui model bisnis Group Lending-nya
memberikan program pemberdayaan kepada nasabah yang unfeasible dan unbanked untuk
menjadi pengusaha ultra mikro yang lebih independent.

Selanjutnya, saat nasabah PNM sudah menjadi feasible dengan kapasitas bisnis yang meningkat,
dapat ditawarkan produk Ultra Mikro BRI dan Pegadaian. Tujuan akhir dari Integrated Journey
dalam Ekosistem Ultra Mikro ini adalah dimana nasabah UMi dapat berkembang menjadi
pengusaha dengan kapasitas bisnis yang lebih matang dan siap naik kelas ke segmen Mikro.

Untuk memperkuat ekosistem bisnis ultra mikro dan mikro yang menjadi fokus utama BRI,
perseroan telah mengimplementasikan strategi “Hybrid Bank Model” dengan mengintegrasikan
core strengths atau kekuatan utama BRI. Kekuatan utama BRI tersebut diantaranya jaringan fisik
yang tersebar luas di seluruh Indonesia dengan dukungan lebih dari 9200 jaringan kantor, 220
ribu jaringan e-channel dan 465 ribu Agen BRILink, 37 ribu loan officer yang juga berperan
sebagai financial advisor bagi nasabah serta digital capabilities BRI dengan dukungan digital business process seperti BRISPOT.

“Melalui seluruh strategi dan inisiatif tersebut serta didukung pengelolaan modal yang optimal,
kami yakin BRI mampu mencapai visi untuk menjadi The Most Valuable Banking Group
in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion di tahun 2025,” pungkas Sunarso.(AP)