Soe, Udara Sejuk dan Harapan Menjadi Tuan Rumah PON 2028

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan ringan Dion DB Putra (Ketua Bidang Media dan Humas KONI Provinsi NTT) 

 

Renaldi Putra berjalan memasuki lapangan lalu mengeluarkan meteran gulung rol dari dalam tasnya. Dia terus berjalan menuju sudut barat lapangan sepak bola yang lengang.

 

Semilir angin Timor menyapu wajahnya. Jarum jam menunjukkan pukul 11.10 Waktu Indonesia Bagian Tengah (Wita). Terik matahari mulai beranjak menuju ke titik kulminasi. Panas!

 

Di sudut titik tendangan pojok, Renaldi Putra meminta bantuan rekan saya Anto Djaha dari Pos Kupang menahan ujung meteran pada titik yang dia tunjuk.

 

“Bang Anto, tolong tahan meteran di sini, saya akan tarik untuk mengukur lebar lapangan” kata Renaldi.

 

Renaldi menarik meteran menyusuri sisi lapangan untuk mengukur lebarnya. Setelah itu dia mengukur panjang lapangan, lebar garis gawang dan tinggi tiang gawang dan sisi lapangan lainnya.

 

Semua data dia catat pada formular yang telah disiapkannya dari Jakarta. Dia juga mengambil gambar dengan kamera handphonennya. Selain saya, turut mendampingi Renaldi, Wakil Ketua KONI Timor Tengah Selatan (TTS), Albinus Oktovianus Kase dan dua pengurus KONI setempat.

 

Di lokasi berbeda tak jauh dari lapangan tersebut, Reginald Christian Nelwan didampingi Ketua Umum Pengurus Provinsi PBVSI Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Neil Rondo, pengurus PBVSI TTS dan pengurus KONI setempat memantau ruangan Gelanggang Olahraga (GOR) Nekmese.

 

Seperti Renaldi, Reginald juga memantau secara detail setiap sudut ruangan GOR. Mencatat dan mendokumentasikannya. Dia menanyakan hal-hal tertentu kepada pengurus PBVSI.

 

Demikian sepenggal aktivitas di Soe, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur hari Jumat 16 Oktober 2026. Hari itu Soe kedatangan tamu istimewa yang berkenaan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028.

 

Sambutan yang Hangat

 

Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, S.IP., S.H., M.H. dan Ketua DPRD TTS, Mordekai Liu menyambut hangat kedatangan kami bersama tim Technical Delegate (TD) cabang olahraga (cabor) sepak bola putra dan voli indoor di Kota SoE, Jumat 16 Oktober 2026.

 

Tidak hanya menerima tim TD, pengurus KONI Pusat dan KONI NTT di kantornya, Bupati TTS bersama ketua DPRD bahkan ikut turun ke lapangan saat personel TD memantau kondisi stadion dan gelanggang olahraga.

 

TTS merupakan satu di antara kabupaten dan kota di Provinsi NTT yang berpeluang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional ( PON) 2028.

 

Persenel TD yang visitasi ke Kota Soe yaitu Renaldi Putra dari cabor sepak bola putra dan Reginald Christian Nelwan dari cabang voli putra dan putri.

 

Turut bersama mereka Wakil Ketua Bidang IV Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat, Kolonel Kes (Purn) Drs. Irfan Bachtiar, Ketua Umum Pengurus Provinsi PBVSI Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025–2029 Winston Neil Rondo dan saya dalam kapasitas sebagai Ketua Bidang Media dan Humas KONI Provinsi NTT.

 

Kami berangkat dari Kota Kupang pada Jumat pukul 07.30 Wita dan tiba di kantor Bupati TTS di Kota Soe pukul 10.00 Wita menggunakan dua mobil. Kedatangan kami disambut hangat penuh persaudaraan yang ditandai pengalungan tenun ikat di ruang pertemuan kantor Bupati TTS.

 

Turut hadir dalam pertemuan ini Forkopimda TTS, anggota DPRD TTS, Albinus Oktovianus Kase, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) TTS, Denny Nubatonis, S.Sos., M.Si, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga TTS, Wilgo Nenometa, SE, Sekretaris KONI TTS, Yesaya Boimau, pengurus KONI TTS dan pengurus cabang olahraga.

 

Bupati Eduard Markus Lioe yang juga Ketua Umum KONI Kabupaten TTS mengucapkan selamat datang lalu menjelaskan mengenai profil calon venue PON 2028 cabang sepak bola dan voli.

 

Untuk cabang sepak bola putra, kata bupati yang gemar olahraga tersebut, TTS siapkan dua calon venue utama yaitu lapangan Stadion Kobelete di Kelurahan Kampung Baru, Kota Soe dan lapangan Puspenmas di Jl. Basuki Rahmat Soe.

 

Panjang lapangan Stadion Kobelete 277,5 meter dan lebar 167 meter. Kapasitasnya 5.000 orang. Luas lahan lapangan Puspenmas panjang 110 meter, lebar 75 meter dan kapasitas 1.500 orang. Bupati Markus Lioe mengakui, kedua lapangan tersebut butuh perbaikan.

 

“Sedangkan untuk lapangan latihan kami siapkan di Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan,” kata Eduard Markus Lioe.

 

Bupati menjelaskan, untuk calon venue utama cabor voli putra, Pemkab TTS siapkan GOR Nekmese di Jalan Bougenvil No. 48, Kobelete, Kota Soe. Kapasitas GOR tersebut bisa menampung 2.400 orang.

 

Calon venue utama voli putri di GOR Mini SMA Unggul Garuda di Kelurahan Karang Sirih, area Civic Center Soe yang berkapasitas 800 orang. “Kondisinya baik dan sia pakai,” kata Eduard Markus Lioe.

 

Adapun lapangan latihan cabor voli, lanjut bupati, tersedia di Lapangan Puspenmas, lapangan voli SMK Negeri 2 Soe dan lapangan voli SMA Negeri 1 Soe.

 

Fasilitas pendukung

 

Fasilitas pendukung kesehatan dan akomodasi juga sangat penting bagi tuan rumah pesta olahraga tingkat nasional seakbar PON.

 

Menurut bupati, di Kota Soe ada empat fasilitas kesehatan yang memadai yaitu RSUD Soe (tipe C), RS Umum Muder Ignacia (tipe D), Puskesmas Kota Soe dan Siloam Clinic.

 

Akomodasi di Kota Soe terdapat 14 hotel dengan total 300 kamar. Dari 14 hotel tersebut, satu hotel bintang 2 dan sisanya hotel melati.

 

“Mengenai konsumsi, Kota Soe memiliki 96 rumah makan dan warung makan dengan rincian 13 rumah makan dan 84 rumah makan. Jarak dari venue ke rumah makan hanya butuh perjalanan sekitar 10 menit,” katanya.

 

Dari sisi transportasi, perjalanan darat dari Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT menuju Kota Soe sejauh 110 kilometer butuh waktu kurang lebih dua setengah jam. Di jalur utama trans Timor ini tidak ada kendala berarti.

 

Terjemur Tanpa Keringat

 

Setelah sapaan dan penjelasan dari Bupati TTS, sambutan berikutnya disampaikan Ketua Ketua DPRD TTS, Mordekai Liu. Ketua dewan mengucapkan selamat datang kepada kami dan menegaskan bahwa DPRD mendukung penuh Kota Soe menjadi tuan rumah PON 2028.

 

“DPRD selalu berjalan bersama pemerintah. Kami sangat mengharapkan kota Soe dapat menjadi tuan rumah untuk pertandingan PON 2028,” kata Mordekai Liu yang hari ini tampil berpeci.

 

Selanjutnya Wakil Ketua Bidang IV Pembinaan Prestasi KONI Pusat, Kolonel Kes (Purn) Drs. Irfan Bachtiar memberikan penjelasan mengenai maksud visitasi ke TTS.

 

Tujuannya melihat kondisi calon venue dan memberikan rekomendasi. Rekomendasi dari TD akan diputuskan apakah Soe layak menjadi tuan rumah atau tidak. “Visitasi ini sangat penting,” kata Irfan.

 

Setelah menikmati kudapan ringan dan foto bersama, Bupati TTS mengajak TD cabor sepak bola dan voli, dan kami semua meninjau calon venue. Rombongan pertama kali bergerak ke Stadion Kebelete dan GOR Nekmese yang letaknya bersebelahan.

 

Di sana tim berpisah. Pak Winston Rondo menemati Pak Reginald Christian Nelwan meninjau GOR Nekmese, calon venue utama voli putra dan GOR Mini SMA Unggul Garuda, calon venue Utama voli putri.

 

Saya menemani Bung Renaldi Putra memantau kondisi lapangan Stadion Kobelete dan seluruh fasilitas pendukung, sebagaimana saya gambarkan pada awal tulisan di atas.

 

Sesekali udara bertiup kencang menerbangkan debu ke arah selatan dan barat. Untung sempat bawa masker. Lapangan itu hampir tanpa rumput. Maklum Soe sedang berada di medio Oktober, puncak musim kemarau.

 

Lapangan Stadion Kobelete Soe saat ini sedang digunakan untuk turnamen sepak bola lokal memperebutkan Piala Gerinda. Bendera mini partai tersebut tampak berkibar-kibar di sekeliling lapangan yang dipagari bilah bambu sebagai pembatas bagi penonton.

 

Hal yang mengagumkan adalah bupati dan ketua DPRD TTS rela berjemur panas bersama personel TD selama visitasi berlangsung. Kedua pemimpin TTS itu terus mendampingi TD saat dia melaksanakan tugasnya.

 

Sesekali Bupati TTS mengajukan pertanyaan kepada Renaldi mengenai apa saja yang perlu diperbaiki atau dibenahi di calon venue.

 

Setelah rampung memantau lapangan Stadion Kobelete, kami bergerak lagi menuju Lapangan Puspenmas yang ternyata sedang dalam tahap renovasi. Ketika kami tiba di sana terlihat operator ekskavator sedang meratakan timbunan tanah hitam.

 

Di tempat ini bupati dan ketua dewan bersama Pj Sekda TTS lagi-lagi setia menanti TD cabor sepak bola melaksanakan tugasnya mengukur luas lapangan.

 

Gulungan meteran yang kurang lancar agak memakan waktu pengukuran lebar dan panjang lapangan sepak bola di Puspenmas Soe oleh Renaldi Putra. Di sini Renaldo terlihat berdiskusi serius dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten TTS, Wilgo Nenometa, SE.

 

Tuntas meninjau calon venue utama voli putra dan putri, tim Reginald Christian Nelwan, Winston Rondo dan pengurus PBVSI dan KONI TTS bergabung lagi dengan kami di lapangan Puspenmas.

 

Dari sana kami diajak bupati TTS menuju ke sebuah restoran untuk makan siang bersama sekaligus melanjutkan diskusi mengenai beberapa hal penting terkait calon venue sepak bola putra dan voli putra putri.

 

Saya melirik jam tangan. Waktu menunjukkan pukul 13.05 Wita. Memang sudah tiba saatnya mengisi “kampung tengah” alias makan siang. Tak terasa kurang lebih dua jam penuh kami berada di lapangan.

 

Udara sejuk Kota Soe di puncak musim kemarau bulan Oktober rupanya membuat Renaldi Putra, Reginald dan Irfan Bachtiar jatuh hati.

 

“Enak banget udaranya. Saya nggak berkeringat sama sekali,” kata Renaldi Putra. Selama dua jam di Stadion Kobelete dan Puspenmas saya tak sekalipun melihat Renaldi menyeka wajahnya dengan sapu tangan atau tisu.

 

Irfan Bachtiar juga sangat senang bisa berkunjung ke Soe dan sangat menikmati udaranya yang sejuk. “Ini merupakan kunjungan pertama saya ke sini. Sungguh di luar ekspektasi. Saya tadinya berpikir udara panas seperti di Kupang, eh ternyata enak sekali,” kata Irfan Bachtiar.

 

Menurut Irfan, udara yang sejuk tentu memanjakan para atlet yang akan bertanding di ajang PON 2028 di Kota Soe. “Mudah-mudahan Kota Soe terpilih menjadi tuan rumah,” katanya.

 

Bagi kebanyakan masyarakat TTS dan Nusa Tenggara Timur umumnya, sejuknya Kota Soe tentu bukan sesuatu yang asing.

 

Berada di ketinggian hampir 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), Soe terkenal sebagai kota dingin di Pulau Timor. Dinginnya pada bulan Juli-Agustus nyaris serupa Bajawa dan Ruteng di Pulau Flores.

 

Di sela makan siang dalam suasana santai, Reginad Nelwan memberikan beberapa usul saran kepada Bupati TTS dan jajarannya mengenai pembenahan calon venue voli putra dan putri.

 

Reginald secara khusus mengingatkan mengenai kesiapan akomodasi pada saat pelaksanaan PON 2028 nanti. Ketersediaan air bersih dan pasokan daya listrik sangat penting.

 

“Bisa menjadi isu besar bila hal ini (akomodasi) tidak disiapkan secara baik,” kata Reginald, pengurus PBVSI pusat yang sarat pengalaman mengawal berbagai event voli di tanah air.

 

Pekerjaan rumah untuk Pemkab TTS memang tidak ringan untuk membenahi sarana prasarana olahraga menuju PON 2028, tetapi bukan sesuatu yang muskil. Dalam spirit kerja koloborasi harapan itu bakal terwujud pada waktunya.

 

Apakah Kota Soe dinilai layak menjadi tuan rumah pertandingan cabor sepak bola putra dan voli indoor putra dan putri? Mari menanti dengan sabar keputusan dari pengurus cabor dan KONI Pusat.

 

Sebagai anak NTT, tentu kita berharap Soe menjadi tuan rumah, sekurang-kurangnya untuk satu cabang olahraga bukan?

 

Harapan serupa kiranya tertanam kuat di hati masyarakat dan pemerintah daerah lain di NTT seperti Kabupaten Belu, Malaka, Manggarai Barat, Ngada, Ende, Sikka, Alor, Rote Ndao, Sumba Barat, Sumba Timur dan lainnya.

 

Sebagai Ketua Bidang Media dan Humas KONI Provinsi NTT, saya berterima kasih kepada pimpinan KONI NTT yang melibatkan kami di bidang Humas dalam visitasi TD ke Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Ngada, Ende, Sumba Timur dan Sumba Barat.

 

Rekan saya Laurens Leba Tukan mendamping TD cabor berkuda di Waikabubak, Sumba Barat. Thomas Duran menemani TD cabor tenis meja di Waingapu Sumba Timur. Sipri Seko bersama TD cabor sepak bola putri di Bajawa (Ngada) dan Marthen Bana mendampingi TD cabor arung jeram dan sepak bola putri di Ende.

 

Rekan saya yang lain yaitu Stefi Johannis, Rudy Mandalling, John Seo, Petrus Natom, Elas Jawamara, Andrianus Nong Loba, Aloysius Tani, Eras Nagi Noi, Rafael Korohama, Hironimus Kadju dan Yosep Sanga mendampingi TD yang meninjau calon venue cabor di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

 

Kota Kupang dan Kabupaten Kupang berpeluang menjadi tuan rumah cabor bulutangkis, kempo, taekwondo, sepak bola, bola tangan, wushu, angkat berat, gate ball, MPI, cricket, catur, bridge, sepak takraw, tinju dan kick boxing.

 

Personel TD dan KONI Pusat dari Jakarta sudah melaksanakan tugasnya visitasi ke calon venue di berbagai daerah Flobamora. Ada yang berjalan mulus dan lancar, ada pula yang sungguh diuji kesabarannya karena jadwal penerbangan pesawat yang tertunda berulang.

 

Setelah dua hari berkeliling NTT, mereka bakal memberikan rekomendasi yang patut kita kerjakan mulai sekarang. Dua tahun menuju PON 2028 itu tak lama. Mari bergerak bersama. Salam olahraga, jaya!

Berita Terkait

SLBN Benpasi TTU Harumkan Nama NTT di Ajang PESONAS, Raih 6 Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu
KONI Pusat Nilai Venue Bridge dan Catur PON 2028 di Kupang Layak Digunakan
Technical Delegate KONI Pusat Visitasi Venue Cabor yang Dipertandingkan di PON NTT
Perkemi Kota Kupang Juara Umum Badung Cup 2026, Julie Laiskodat Target Kejuaraan Dunia Nagoya 
Julie Laiskodat Bangga, Kempo Kota Kupang Borong 6 Medali, Bidik Juara Umum Badung Cup 2026
Jelang Pemilihan, PSSI Rote Ndao dan Sejumlah Daerah Dorong Chris Mboeik Kembali Pimpin PSSI NTT
Istimewa, Lazarus Laiskodat Memorial Cup III 2026 Bakal Digelar di Lapangan Berstandar FIFA
Ultra Cyclist Malang Ukir Sejarah di Lintang Flores 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Soe, Udara Sejuk dan Harapan Menjadi Tuan Rumah PON 2028

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:08 WIB

SLBN Benpasi TTU Harumkan Nama NTT di Ajang PESONAS, Raih 6 Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:39 WIB

KONI Pusat Nilai Venue Bridge dan Catur PON 2028 di Kupang Layak Digunakan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Technical Delegate KONI Pusat Visitasi Venue Cabor yang Dipertandingkan di PON NTT

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Perkemi Kota Kupang Juara Umum Badung Cup 2026, Julie Laiskodat Target Kejuaraan Dunia Nagoya 

Berita Terbaru

Bola & Sports

Soe, Udara Sejuk dan Harapan Menjadi Tuan Rumah PON 2028

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:12 WIB