Dirut BRI Bocorkan Visi Pengembangan BRI Group di Masa Depan

- Jurnalis

Selasa, 14 September 2021 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.id, BRI Group yang terdiri dari BRI sebagai induk, serta 7 perusahaan anak yakni BRI Agro, BRI Remittance, BRI Life, BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Ventures dan BRI Insurance telah mencanangkan visi untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in South East Asia & Champion of Financial Inclusion.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Sunarso pada acara dalam CEO Talk (03/09) yang diselenggarakan BRI Corporate University dengan tema Establishing an Ultra Micro Ecosystem: New Driver to Grow Sustainably, to be a Champion of Financial Inclusion.

Sunarso menjelaskan bahwa perseroan telah melakukan transformasi Brivolution 1.0 sejak tahun 2016 dengan visi “The Most Valuable Bank in Southeast Asia and Home to The Best Talent”, namun seiring dengan terjadinya pandemi maka dilakukan transformasi BRIvolution 2.0.

“Maka kemudian kita lakukanlah evaluasi terhadap BRIVolution 1.0 itu, kemudian kita ciptakan transformasi lanjutannya, yaitu transformasi 2.0 dimana pemicunya adalah tantangan-tantangan yang disebabkan oleh dampak dari pandemi. Maka kemudian visi kita, kita sesuaikan menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion,” imbuhnya.

Sesuai visi tersebut, maka fokus pertumbuhan tidak hanya pada BRI secara bank only namun juga termasuk perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group. BRI Group bertransformasi menjadi penyedia jasa keuangan yang terintegrasi.

“Maka kemudian kami ingin punya perusahaan anak yang merepresentasikan kelengkapan jasa dan produk-produk industri keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Maka bank kita punya, syariah kita punya yang akhirnya di konsolidasikan, diintegrasikan menjadi BSI. Kemudian life insurance kita punya, general insurance kita punya, sekuritas kita punya, investment company kita punya. Menurut saya sekarang kita sudah punya kelengkapan pabrik dari jasa-jasa keuangan. Dan ini lah grup yang kita harapkan,” lanjut Sunarso.

Perusahaan anak BRI nantinya akan difokuskan pada dua fungsi, yakni mendiversifikasi income, dan perusahaan anak juga harus mampu sebagai alat untuk melakukan spreading risk.

“Dari sisi risiko, kalau kita taruh di satu perusahaan ternyata risikonya terlalu terkonsentrasi maka kita bisa pecah di perusahaan lain dengan bentuk-bentuk produk yang lain. Misalnya pembiayaan tidak harus melalui loan atau kredit, tapi kita tetap bisa melakukan pembiayaan-pembiayaan dengan format atau produk yang lain, misalnya dengan instrument lain. Kemudian instrument itu karena setiap saat kita bisa jual, kita pegang risiko dalam jangka pendek tapi perputarannya cepat. Mungkin marginnya tipis tapi sering bisa kita turn over. Itu adalah contoh bagaimana kita mengelola perusahaan anak.” pungkas Sunarso.(AP)

Berita Terkait

Era VBL Gaungkan Kelor, Kini La Moringa Ekspor ke 3 Benua
SPK Sebut NTT Tidak Kekurangan Potensi Tapi Yang Kurang Adalah Eksekusi
Peduli Pendidikan, Geng Waras Salurkan Bantuan ke SD Terpencil di Kabupaten TTS
Viktor Laiskodat Siap Bantu Dua Sumur Bor untuk Warga Naikolan di Kota Kupang
Viktor Laiskodat Minta Warga Kota Kupang Laporkan Kendala BPJS, Siap Intervensi ke Kementerian
Akademisi Undana Sebut Pembatasan Ekspansi Minimarket Bukan Solusi Penguatan Kopdes Merah Putih
Viktor Laiskodat Berbagi Kasih di Masjid Nurul Hikma Kota Kupang
Viktor Laiskodat: NTT Bukan Tanah Miskin, Kita Kaya Energi dan Harus Bangkit

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:04 WIB

Era VBL Gaungkan Kelor, Kini La Moringa Ekspor ke 3 Benua

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:39 WIB

SPK Sebut NTT Tidak Kekurangan Potensi Tapi Yang Kurang Adalah Eksekusi

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:22 WIB

Peduli Pendidikan, Geng Waras Salurkan Bantuan ke SD Terpencil di Kabupaten TTS

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:06 WIB

Viktor Laiskodat Siap Bantu Dua Sumur Bor untuk Warga Naikolan di Kota Kupang

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:53 WIB

Viktor Laiskodat Minta Warga Kota Kupang Laporkan Kendala BPJS, Siap Intervensi ke Kementerian

Berita Terbaru