Era VBL Gaungkan Kelor, Kini La Moringa Ekspor ke 3 Benua

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Founder La Moringa, dr Andre bersama istri ketika menerima kunjungan ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat. Hadir juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi NTT, Bobby Lianto M.M., MBA. Foto : ho/dr Andre

Founder La Moringa, dr Andre bersama istri ketika menerima kunjungan ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat. Hadir juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi NTT, Bobby Lianto M.M., MBA. Foto : ho/dr Andre

Kupang, NTTPedia.id,- Perusahaan pengolahan kelor La Moringa yang berbasis di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan geliat positif di pasar internasional. Program kelorisasi ini mengemuka dijaman Viktor Bungtilu ketika menjadi Gubernur NTT periode 2018-2023. Julie Sutrisno Laiskodat yang kala itu menjadi Ketua Dekranasda NTT juga mengeksekusi program ini melalui UMKM dan kelompok binaan Dekranasda dan Tim Penggerak PPK.

 

Program ini sempat dianggap remeh karena tanaman Kelor masih dipandang sebagai tanaman pembatas kebun. Padahal dalam berbagai kesempatan, VBL menggelorakan kelor sebagai Tanaman Super Food selain sebagai nutrisi juga sebagai penggerak ekonomi.

 

Peluang ini ditangkap oleh UMKM dan pengusaha sebagai potensi bisnis. Salah satunya adalah La Moringa besutan dr Andre Hartanto bersama istri. Selain membangun restoran berbahan dasar Kelor di Kota Kupang, La Moringa kini telah melakukan ekspansi bisnis hingga ke mancanegara.

 

La Moringa berhasil menembus ekspor ke negara terkemuka yakni Qatar, Australia, Jepang dan Kanada.

 

Andre Hatanto bersama istri dengan visi menjadikan kelor sebagai komoditas unggulan NTT yang berdaya saing global. Berbagai produk turunan telah dihasilkan, mulai dari daun kelor kering, teh kelor hingga biskuit kelor dan biskuit sehat berbahan dasar kelor.

Ketua Fraksi Nasdem DPR RI yang juga Eks Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika berdialog dengan founder La Moringa belum lama ini di Kota Kupang. Foto : ho/dr Andre

Sepanjang 2025, kapasitas produksi La Moringa mencapai 3 hingga 5 ton per bulan. Memasuki 2026, kebutuhan produksi meningkat menjadi 10 ton per bulan untuk memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus bertambah.

 

Andre menjelaskan dari sisi standar mutu, perusahaan telah mengantongi sejumlah sertifikasi penting di antaranya BPOM, Halal, HACCP serta sertifikasi organik. Pada Maret 2026, La Moringa dijadwalkan memperoleh sertifikasi organik dari lembaga internasional guna memperluas akses pasar global.

 

Founder La Moringa ini menyebutkan bahwa kualitas kelor NTT memiliki keunggulan dibandingkan produk dari India dan Sri Lanka. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, kandungan protein, vitamin, serta nutrisi kelor asal NTT dinilai lebih tinggi sehingga menjadi nilai tambah dalam persaingan global.

 

Dalam skema bisnisnya, La Moringa berperan sebagai off-taker bagi petani kelor di NTT. Perusahaan tidak hanya membeli hasil panen dengan harga Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram, tetapi juga memberikan pendampingan mulai dari teknik budidaya organik, proses panen, hingga pascapanen agar kualitas dan kandungan gizi tetap terjaga.

 

Kehadiran La Moringa disebut telah membawa dampak ekonomi bagi petani. Sejumlah kelompok usaha tani kini terbentuk, dan pendapatan petani meningkat sehingga mampu menunjang kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan anak.

 

Meski telah menembus tiga benua, tantangan utama yang dihadapi adalah akses distribusi dan promosi dagang. Ia menjelaskan poduk dari NTT masih harus dikirim melalui Jawa sebelum mengikuti berbagai kegiatan business matching dan pameran dagang internasional.

 

Untuk itu Andre berharap dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar komoditas kelor NTT semakin dikenal dan kompetitif di pasar dunia.

 

Ia juga menjelaskan kunjungan Eks Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi NTT, Bobby Lianto M.M., MBA beberapa waktu lalu ke pabrik kelor La Moringa di Kelapa lima, Kota Kupang. dr Andre menyampaikan apresiasi atas visi pengembangan kelor yang pernah diletakkan pada masa kepemimpinannya.

 

Ia menilai menilai visi tersebut sejalan dengan hasil riset medis yang menunjukkan manfaat kelor sebagai anti-kanker, anti-diabetes, anti-inflamasi, serta dikenal secara global sebagai pohon ajaib. (AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Berita Terbaru