Bukti Kepercayaan Investor, BRI Capai Penjualan Sukuk Ritel Seri016 Senilai Rp2,3 Triliun

- Jurnalis

Kamis, 31 Maret 2022 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.id,- Sebagai mitra pemerintah yang turut melakukan penjualan Surat Berharga Negara (SBN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sukses mencatatkan penjualan Sukuk Ritel Seri016 dengan pencapaian yang bertumbuh 31% (YoY) dari penjualan SR tahun lalu, dengan nominal penjualan mencapai Rp2,3 triliun.

SR016 BRI tersebut dibeli lebih dari 3.500 investor pada penutupan penawaran (17/3).
Seperti diketahui, Sukuk Ritel Seri016 merupakan instrumen investasi yang ditawarkan pemerintah sejak 25 Februari 2022 dan dikelola sesuai prinsip syariah. Adapun imbal hasil yang ditawarkan pada SR016 senilai 4,95% per tahun.

Terkait keberhasilan ini, Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengatakan, perseroan melihat kemajuan yang sangat positif dari masyarakat atas penjualan SR016. Larisnya penjualan SR016 menjadi bukti bahwa pengetahuan mengenai pentingnya berinvestasi semakin meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BRI selalu mengoptimalisasi literasi dan edukasi terhadap produk SBN yang diterbitkan oleh Pemerintah. Hal ini sangat membantu dalam meningkatkan penyerapan investasi di sisi domestik, ungkap Handayani.

Peran BRI sebagai mitra pemerintah dalam memasarkan produk SBN ini juga tak terlepas dari komitmen perseroan untuk turut mendukung proses pemulihan ekonomi. Selain itu, BRI juga terus berupaya membangun pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi dan misi yang diusung Presidensi G20 terkait peningkatan financial inclusion.

Penjualan SR016 sendiri merupakan bagian dari kontribusi seluruh masyarakat dalam membantu dan mendorong pemerintah dalam menyediakan APBN. Kontribusi ini juga bermanfaat untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Pemahaman masyarakat yang semakin melek terhadap berbagai instrumen investasi, termasuk keuntungannya ini pun semakin dimudahkan dengan pembelian secara online melalui sbn.bri.co.id.

Dalam mencapai target penjualan SR016, BRI melakukan pemasaran secara digital melalui media komunikasi online seperti sosial media, webinar dan sosialisasi virtual yang melibatkan nasabah perseroan. Penjualan ini pun digencarkan oleh unit kerja dari Kantor Cabang BRI, Kantor Cabang Pembantu BRI serta Sentra Layanan BRI Prioritas dan pastinya tenaga pemasar BRI yang tersebar di seluruh Indonesia. Ke depan, BRI juga terus berkomitmen menyediakan alternatif investasi yang sangat menarik dan aman bagi masyarakat.(Fdz)

Berita Terkait

Program One School One Product (OSOP) Melki-Johni Berhasil Diterapkan di SMK Negeri Bukapiting Alor
Bandara El Tari Berpotensi Buka Rute Kupang – Dili – Darwin
Pemprov NTT Matangkan Aturan Jam Belajar Siswa, Keluarga Jadi Pusat Pendidikan, Draf Sudah di Biro Hukum
Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Satu Anak Pelatih Valencia B yang Masih Hilang
Tokoh Masyarakat Fatukoa Keluhkan Jalan Molo Oetun dan Titus Nau Tak Dikerjakan, Proyek Diduga Tak Sesuai Papan Informasi
Dua Anak Pelatih Valencia B Masih Hilang, Tim SAR Gabungan Perpanjang Operasi Pencarian
Kemenkopolkam Apresiasi Kekompakan Tim SAR Gabungan dalam Pencarian Korban KM Putri Sakinah
Jasad Pelatih Valencia B Ditemukan di Selat Padar, Dua Anaknya Masih Hilang

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:43 WIB

Program One School One Product (OSOP) Melki-Johni Berhasil Diterapkan di SMK Negeri Bukapiting Alor

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:07 WIB

Bandara El Tari Berpotensi Buka Rute Kupang – Dili – Darwin

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:15 WIB

Pemprov NTT Matangkan Aturan Jam Belajar Siswa, Keluarga Jadi Pusat Pendidikan, Draf Sudah di Biro Hukum

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Satu Anak Pelatih Valencia B yang Masih Hilang

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:33 WIB

Tokoh Masyarakat Fatukoa Keluhkan Jalan Molo Oetun dan Titus Nau Tak Dikerjakan, Proyek Diduga Tak Sesuai Papan Informasi

Berita Terbaru