BRI Jadi Akselerator Implementasi ESG Melalui Role Modeling 

- Jurnalis

Senin, 24 Oktober 2022 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bali, NTTPedia.id, – Penerapan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terus diakselerasi oleh pemerintah dengan melibatkan seluruh pelaku usaha. Pentingnya proses bisnis berkelanjutan dengan prinsip ESG turut menjadi salah satu isu prioritas yang diangkat dalam Trade, Investment & Industry Working Group (TIIWG) Road to G-20 SOE International Conference di Bali pada 17-18 Oktober 2022 lalu.

 

Terkait dengan penerapan ESG tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa BRI merupakan First Mover Sustainable Banking dan untuk mengakselerasi hal tersebut, maka perlu dikomunikasikan kepada seluruh lapisan masyarakat. “Untuk mempercepat pemahaman masyarakat mengenai ESG, BRI menempuh strategi Role Model yang diimplementasikan melalui berbagai program berkelanjutan”, jelasnya.

 

Sunarso menjelaskan peran BRI yang peduli ESG. “Tidak ada sampai hari ini mesin penyerap karbon. Yang ada itu dalam mesin biologis yang namanya tanaman, maka kemudian kita buat program BRI Menanam,” jelasnya.

 

Melalui program BRI Menanam, BRI menyalurkan 1,75 juta bibit pohon hingga tahun 2023 kepada nasabah pinjaman, khususnya nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dan diestimasikan penyerapan emisi dari ini dapat mencapai 108.065 ton Co2 pada tahun ke-5. Angka tersebut berdasarkan proyeksi perhitungan dan asumsi rata-rata daya serap CO2 pohon produktif yang dibagikan dan ditanam dalam program BRI Menanam. Proyeksi penyerapan karbon tersebut juga telah memperhitungkan potensi mortalitas dari bibit pohon yang disalurkan.

 

Penyaluran bibit pohon ini dijalankan oleh 799 BRI unit, 236 Branch Office, dan 17 Regional Office BRI di berbagai wilayah di Indonesia. Adapun jenis bibit tanaman yang diberikan ialah jenis pohon produktif, sehingga selain dapat menyerap karbon juga dapat memberikan nilai lebih bagi masyarakat untuk dimanfaatkan hasilnya.

 

Jenis bibit pohon yang telah dibagikan diantaranya adalah Durian (33,64%), Mangga (22,45%), Alpukat (21,80%), Jambu (5,79%), Jeruk (2,39%), dan jenis pohon lainnya (14,65%).

 

“Programnya memang sangat ambisius karena sekarang setiap nasabah yang akan kredit KUR itu selain dia berjanji melunasi kredit nya dia juga harus berkomitmen untuk merawat pohon. Tanamannya kita sediakan, bibitnya kita sediakan gratis. Tapi nanti nasabah harus menanam dan merawatnya”, pungkasnya.(AP)

Berita Terkait

Era VBL Gaungkan Kelor, Kini La Moringa Ekspor ke 3 Benua
SPK Sebut NTT Tidak Kekurangan Potensi Tapi Yang Kurang Adalah Eksekusi
Peduli Pendidikan, Geng Waras Salurkan Bantuan ke SD Terpencil di Kabupaten TTS
Viktor Laiskodat Siap Bantu Dua Sumur Bor untuk Warga Naikolan di Kota Kupang
Viktor Laiskodat Minta Warga Kota Kupang Laporkan Kendala BPJS, Siap Intervensi ke Kementerian
Akademisi Undana Sebut Pembatasan Ekspansi Minimarket Bukan Solusi Penguatan Kopdes Merah Putih
Viktor Laiskodat Berbagi Kasih di Masjid Nurul Hikma Kota Kupang
Viktor Laiskodat: NTT Bukan Tanah Miskin, Kita Kaya Energi dan Harus Bangkit

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:04 WIB

Era VBL Gaungkan Kelor, Kini La Moringa Ekspor ke 3 Benua

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:39 WIB

SPK Sebut NTT Tidak Kekurangan Potensi Tapi Yang Kurang Adalah Eksekusi

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:22 WIB

Peduli Pendidikan, Geng Waras Salurkan Bantuan ke SD Terpencil di Kabupaten TTS

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:06 WIB

Viktor Laiskodat Siap Bantu Dua Sumur Bor untuk Warga Naikolan di Kota Kupang

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:53 WIB

Viktor Laiskodat Minta Warga Kota Kupang Laporkan Kendala BPJS, Siap Intervensi ke Kementerian

Berita Terbaru