Kupang, NTTPedia.id – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., resmi menikah dengan Capt. Gilbert Immanuel Malvin, S.M. Keduanya menerima pemberkatan pernikahan dalam ibadah kudus di GMIT Agape Bonipoi, Kota Kupang, Senin (14/9/2026).
Pemberkatan berlangsung khidmat dan menjadi awal perjalanan baru Serena dan Gilbert dalam membangun kehidupan rumah tangga dengan komitmen untuk saling mengasihi, setia, serta menjalani kehidupan dalam penyertaan Tuhan.
Momen sakral tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Menteri Hukum RI, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Kepala Bappenas, Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, serta Wakil Menteri Kesehatan RI.
Sejumlah anggota DPR RI dan DPD RI, Wali Kota Kupang, Ketua TP PKK Kota Kupang, anggota DPRD Kota Kupang, pimpinan DPRD Provinsi NTT, jajaran Pemkot Kupang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pimpinan partai politik juga hadir memberikan doa restu.
Turut hadir unsur Forkopimda Provinsi NTT dan Kota Kupang, keluarga besar kedua mempelai, pimpinan BP Batam bersama jajaran, serta pimpinan PT Taspen bersama jajaran.
Kehadiran keluarga, kerabat, sahabat, serta berbagai tokoh tersebut menambah khidmat prosesi sekaligus menjadi bentuk dukungan bagi Serena dan Gilbert dalam memasuki kehidupan rumah tangga.
Pemberkatan dipimpin Pdt. Joseph Andreas Manobe, S.Th. Dalam khotbahnya, Pdt. Manobe mengingatkan kedua mempelai bahwa kehidupan manusia akan selalu diwarnai berbagai keadaan, mulai dari sehat dan sakit hingga susah dan senang.
Karena itu, setiap kesempatan yang diberikan Tuhan harus dijalani dengan bijaksana dan penuh rasa syukur.
Mengacu pada Kitab Pengkhotbah, Pdt. Manobe menjelaskan tentang makna waktu, yakni kronos sebagai waktu yang terus berjalan, aion sebagai rentang waktu yang panjang hingga kekekalan, dan kairos sebagai kesempatan khusus yang diberikan Tuhan.
Menurutnya, hikmat terletak pada kemampuan seseorang mengenali dan menggunakan setiap kesempatan dengan tepat.
Dalam kehidupan pernikahan, pesan tersebut diterjemahkan dalam pentingnya menghargai pasangan, membangun kebersamaan, dan menyediakan waktu berkualitas.
Pernikahan, kata dia, merupakan proses belajar yang tidak pernah berhenti karena kedua pasangan akan terus bertumbuh dan mengalami perubahan.
Karena itu, Serena dan Gilbert diingatkan untuk terus belajar memahami, menghormati, dan mendukung satu sama lain, termasuk ketika menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing.
Pesan pemberkatan juga menyentuh persoalan lingkungan. Penanaman bibit dalam rangkaian kegiatan pernikahan menjadi simbol komitmen untuk menjaga alam serta mengingatkan bahwa keluarga yang dibangun hendaknya memberikan manfaat dan membawa kebaikan bagi sesama.
Hashim: Semoga Saling Mendukung
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Serena dan Gilbert.
“Saya mengucapkan selamat kepada Gilbert dan Serena yang memasuki babak baru dalam kehidupan. Semoga mereka dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan saling mendukung dan penuh kebahagiaan,” ujar Hashim.
Hashim juga menyampaikan permohonan maaf karena Presiden Prabowo Subianto belum dapat hadir secara langsung. Menurutnya, Presiden baru tiba dari New Delhi dan masih harus melanjutkan agenda yang telah dijadwalkan.
Johanis Ibaratkan Rumah Tangga seperti Kapal
Wakil Gubernur NTT Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johanis Asadoma, M.Hum., mengatakan kehadiran keluarga dan para tamu dalam pemberkatan pernikahan memiliki makna penting sebagai saksi, pendoa, sekaligus pihak yang turut berbagi kebahagiaan bersama kedua mempelai.
Johanis mengibaratkan kehidupan rumah tangga seperti perjalanan sebuah kapal yang tidak selalu berada di laut yang tenang.
Ada saat ketika perjalanan terasa bahagia dan tenang, tetapi ada pula “gelombang” berupa persoalan dan tantangan yang harus dihadapi bersama.
Karena itu, Serena dan Gilbert diingatkan untuk selalu kembali kepada Tuhan, mengingat janji pernikahan yang telah diikrarkan, serta menjadikan keteladanan orang tua sebagai pegangan dalam membangun keluarga.
“Sebagai orang tua, kami berdoa agar pernikahan kalian berdua diberkati Tuhan selamanya, tetap setia dan saling mengasihi,” ujar Johanis.
Sementara itu, Serena dan Gilbert menyampaikan terima kasih kepada keluarga, kerabat, sahabat, dan seluruh tamu undangan yang telah hadir dalam ibadah pemberkatan pernikahan mereka.
Keduanya juga memohon doa restu agar perjalanan rumah tangga yang baru dimulai senantiasa berada dalam penyertaan dan berkat Tuhan.
Serena dan Gilbert berharap dapat membangun keluarga yang harmonis, saling mengasihi dan setia dalam suka maupun duka, serta menjadi keluarga yang membawa berkat bagi keluarga besar, masyarakat, dan sesama.













