Jelang Pemilihan, PSSI Rote Ndao dan Sejumlah Daerah Dorong Chris Mboeik Kembali Pimpin PSSI NTT

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 21:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PSSI Rote Ndao, Alfred Saudila/Foto: Istimewa

Ketua PSSI Rote Ndao, Alfred Saudila/Foto: Istimewa

Ba’a, NTTPedia.id,- Jelang pemilihan Ketua PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT), dukungan terhadap Chris Mboeik untuk kembali memimpin Asprov PSSI NTT mulai mengemuka. Sejumlah pengurus PSSI di daerah disebut telah menyampaikan harapan agar Chris bersedia kembali maju pada periode berikutnya.

Ketua PSSI Kabupaten Rote Ndao, Alfred Saudila, mengatakan pihaknya termasuk yang mendorong Chris Mboeik kembali masuk dalam bursa calon Ketua PSSI NTT. Menurut Alfred, dorongan serupa juga datang dari sejumlah daerah lainnya.

Ia mengaku telah menerima komunikasi dari sekitar lima hingga enam daerah yang menyampaikan harapan agar Chris kembali mencalonkan diri.

“Ada lima sampai enam daerah yang sudah kontak ke saya untuk meminta kesediaan beliau, Pak Chris, maju kembali pada periode berikut,” ujar Alfred kepada NTTPedia.id, Senin, 28/9/2026.

Menurut Alfred, dorongan tersebut berkaitan dengan program dan perkembangan sepak bola NTT selama kepemimpinan Chris Mboeik. Sejumlah program yang telah berjalan dinilai perlu dilanjutkan dan dikembangkan pada periode berikutnya.

” Harapan kita beliau bersedia untuk melanjutkan program-programnya ke periode berikut,” katanya.

Salah satu perubahan yang dirasakan, kata Alfred, adalah semakin diperkuatnya pembinaan sepak bola dari tingkat akar rumput hingga level prestasi.

Pembinaan tersebut mencakup pengembangan sekolah sepak bola (SSB), sepak bola usia dini, peningkatan kualitas pelatih melalui lisensi dan kompetensi, penyelenggaraan kompetisi berjenjang, serta pengembangan fasilitas sepak bola di sejumlah daerah.

” Selama masa kepemimpinan Pak Chris, beliau telah melakukan berbagai terobosan baru untuk kemajuan baru sepak bola di NTT. Ada beberapa atlet yang sudah tembus di ajang nasional,” ujar Alfred.

Perkembangan tersebut, lanjut dia, juga terlihat dari sejumlah pemain asal NTT yang mampu berkiprah di level nasional. Alfred menyebut nama Yabes Roni Malaifani, Marselino Ferdinan, Frengky Deaner Missa, serta sejumlah pemain NTT lainnya sebagai bagian dari perkembangan talenta sepak bola daerah.

Bagi pengurus daerah, keberadaan pemain NTT di level nasional menunjukkan pentingnya kesinambungan pembinaan sejak usia dini. Karena itu, kompetisi usia muda dan sistem pembinaan di daerah dinilai perlu terus diperkuat.

Dalam periode kepengurusa Chris Moeik kata Alfred, program sepak bola akar rumput atau grassroots juga menjadi salah satu agenda yang dijalankan. Di antaranya pembagian bola ke sekolah dasar di berbagai wilayah NTT serta penyelenggaraan kompetisi grassroots melalui Piala Presiden.

Sepak bola akar rumput merupakan basis pembinaan yang mengutamakan partisipasi masyarakat, kesenangan bermain, kesehatan, dan pengembangan pemain sejak usia dini. Cakupannya meliputi sepak bola anak dan remaja, sepak bola sekolah, SSB, klub amatir lokal, hingga sepak bola veteran dan penyandang disabilitas.

Dari kelompok usia tersebut, proses pencarian dan pengembangan talenta dapat dilakukan secara bertahap. Sekolah, klub lokal, SSB, dan kompetisi usia muda menjadi ruang bagi pemain untuk berkembang sebelum melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi, termasuk tingkat nasional.

Selain grassroots, kompetisi kelompok umur juga menjadi bagian dari agenda pembinaan. Piala Soeratin U-17 disebut telah berjalan, sementara Piala Pertiwi pernah dipersiapkan. Menurut Alfred, penyusunan kalender kompetisi juga penting agar kegiatan sepak bola di NTT memiliki kesinambungan dari tingkat usia muda hingga senior.

Pembinaan tersebut, lanjut dia, juga membutuhkan dukungan fasilitas. Lapangan yang memadai, fasilitas olahraga di daerah, serta stadion yang dapat menunjang pertandingan dinilai penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih kuat.

Di sisi lain, Alfred mengatakan pembinaan tidak hanya bergantung pada struktur PSSI. Kolaborasi dengan sekolah, SSB, dan dunia usaha melalui kemitraan serta sponsorship juga dibutuhkan untuk menopang klub dan penyelenggaraan kompetisi.

Menurut dia, dukungan anggaran bagi PSSI dan klub, peningkatan kapasitas pelatih, serta pemberian penghargaan bagi atlet dan pemain berprestasi di masing-masing daerah juga menjadi bagian dari upaya membangun iklim sepak bola yang berkelanjutan.

Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) juga dilakukan sebagai bagian dari agenda peningkatan prestasi atlet NTT.

Alfred mengatakan rangkaian program tersebut menjadi salah satu pertimbangan sejumlah pengurus daerah dalam mendorong keberlanjutan kepemimpinan Chris Mboeik.

Ia mengatakan pemilihan Ketua PSSI NTT disebut akan berlangsung pada 13 Oktober. Chris Mboeik menjadi salah satu nama yang diharapkan kembali maju, sementara kandidat lainnya dan tahapan pencalonan masih menunggu proses resmi pemilihan.

Bagi Alfred, proses pergantian kepemimpinan tersebut juga menjadi momentum untuk memastikan pembinaan sepak bola NTT tetap berjalan. Ia berharap program grassroots terus diperkuat, kompetisi usia muda dan senior ditata secara berjenjang, kualitas pelatih ditingkatkan, serta fasilitas sepak bola di daerah terus dikembangkan.

” Kalau pembinaan ini dilakukan secara konsisten, kita berharap semakin banyak pemain NTT yang berkembang dan mendapat kesempatan tampil di level nasional,” kata Alfred.

Alfred mengatakan PSSI Rote Ndao bersama sejumlah pengurus PSSI kabupaten/kota di NTT berharap Chris Mboeik kembali bersedia dicalonkan. Harapan tersebut didasarkan pada rekam jejak kepemimpinannya, terutama dalam pembinaan pemain usia dini, penyelenggaraan kompetisi, pengembangan fasilitas, serta munculnya pemain-pemain NTT yang mampu berkiprah di level nasional. Ia berharap program yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan pada periode berikutnya.(AP)

Berita Terkait

Istimewa, Lazarus Laiskodat Memorial Cup III 2026 Bakal Digelar di Lapangan Berstandar FIFA
Ultra Cyclist Malang Ukir Sejarah di Lintang Flores 2026
Pasca Dilantik Jadi Ketua KONI NTT, Melki Lakalena Pimpin Rapat Perdana Tetapkan Target PON 
NasDem Cup Sumba Tengah Resmi Dibuka, Diikuti Enam Tim dari Enam Kecamatan
Turnamen Tenis Walikota Cup 2025 Siap Digelar, Total Hadiah Rp35 Juta
Jelang Terbang ke Amerika, Skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2025 Uji Tanding Lawan Ubaya
Ida Bagus Subaga Kembali Pimpin Komunitas Versys Owners Indonesia (VOID)
Meriahkan HUT TNI AU, Lanud El Tari Kupang Gandeng Anugerah Motor Gelar Road Race

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:16 WIB

Jelang Pemilihan, PSSI Rote Ndao dan Sejumlah Daerah Dorong Chris Mboeik Kembali Pimpin PSSI NTT

Sabtu, 5 September 2026 - 17:09 WIB

Istimewa, Lazarus Laiskodat Memorial Cup III 2026 Bakal Digelar di Lapangan Berstandar FIFA

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:26 WIB

Ultra Cyclist Malang Ukir Sejarah di Lintang Flores 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:50 WIB

Pasca Dilantik Jadi Ketua KONI NTT, Melki Lakalena Pimpin Rapat Perdana Tetapkan Target PON 

Minggu, 9 November 2025 - 12:53 WIB

NasDem Cup Sumba Tengah Resmi Dibuka, Diikuti Enam Tim dari Enam Kecamatan

Berita Terbaru