Kupang, NTTPedia.id,- Tim Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat mulai melakukan visitasi venue untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di NTT. Tim KONI pusat dipimpin Wakil Ketua Umum mulai tanggal 15-17 Oktober 2026.
Pelaksanaan visitasi venue cabang olahraga dimulai dengan rapat koordinasi Tim KONI Pusat bersama Technical Delegate dengan Gubernur NTT dan jajaran serta KONI NTT di Aula Rujab Gubernur NTT, Kamis, 15/10/2026.
Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Suwarno, S.I.P., M.Sc, mengatakan pelaksanaan visitasi di NTT, untuk mengecek kesiapan venue cabang olahraga yang akan diperlombakan. Hasil visitasi akan menjadi pertimbangan keputusan tuan rumah cabang olahraga PON 2028.
” Kami ingin melakukan visitasi untuk memastikan venue. Kalau tidak layak, kami akan pindahkan. Kami akan putuskan nomor yang dipertandingkan dan cabang olahraga pada bulan Oktober ini,” katanya.
Tim visitasi venue terdiri dari pengurus KONI Pusat bidang prestasi bersama dengan technical delegate. Selain itu Pengrov dan KONI NTT juga ikut mendampingi.
Tim technical delegate kata Suwarno berperan dan bertanggung jawab atas pertandingan, mulai dari penyusunan panitia, wasit, juri, hakim lapangan hingga dokter.
Setelah dilakukan visitasi dan penetapan , KONI Pusat akan membentuk PB PON NTT sebagai pelaksana event.
Untuk itu Suwarno mengingatkan dua tugas utama Provinsi NTT dalam pelaksanaan PON 2028. Pertama, menyiapkan kontingen sebagai peserta dan pelaksana PON.
Karena itu, dirinya meminta pemerintah merancang organisasi untuk segera ditetapkan dan dilantik oleh KONI Pusat. Selanjutnya, setelah dilantik, akan dilakukan pendampingan atau bimbingan bidang hingga cabang olahraga.
” Selesai pelantikan dilakukan bimbingan, dilanjutkan dengan bimbingan bidang masing masing. Jangan takut, kami siap mendampingi bapak ibu semuanya,” kata Suwarno.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena pada kesempatan itu mengatakan provinsi NTT siap menyelenggarakan PON 2028.
Meski baru saja diguncang gempa Flores,, Melki menyatakan kesanggupan NTT sebagai tuan rumah.
” Dua bulan setelah gempa flores, NTT siap menyelenggarakan PON,” kata Melki.
Terkait venue cabor, Ia mengatakan tidak saja berlangsung di Kota Kupang tetapi dibeberapa kabupaten termasuk Sumba dan Flores.
Ia berharap, semua proses visitasi dan penilaian dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil sesuai harapan. Jika ada kekurangan dalam proses visitasi, ia meminta Tim KONI Pusat untuk menyampaikan apa adanya agar dilakukan perbaikan.







