Pemkot Kupang dan PLAN Internasional Kolaborasi Konservasi Air Melalui Pemasangan Biopori 

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Pemerintah Kota Kupang memperkuat gerakan konservasi air tanah. Berkolaborasi dengan PLAN internasional, Pemkot Kupang menggagas dari gerakan “Kupang Berair” (Bersatu Rawat Air dan Tanah).

 

Program kolaborasi ini akan berjalan selama empat tahun dan kini memasuki tahun pertama melalui program Cerdas Kelola Air dan Lahan Berkelanjutan (CERAH). Program tersebut diarahkan untuk mendorong pengelolaan air dan lahan yang inklusif serta berkelanjutan di Kota Kupang.

 

Langkah tersebut dilakukan dalam Workshop Membangun Komitmen Bersama untuk Aksi Implementasi Konservasi Air Tanah, yang digelar PLAN International Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (30/9).

 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., menegaskan, workshop tersebut tidak boleh berhenti pada komitmen di atas kertas. Komitmen harus diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.

 

” Ini workshop tentang komitmen. Komitmen bukan sekadar berbicara di sini, tetapi harus ada implementasinya di luar,” kata Ignasius.

 

Salah satu bentuk implementasinya adalah pemasangan biopori. Sebanyak enam titik biopori mulai dibuat di lingkungan Rumah Jabatan Wali Kota Kupang. Ignasius turut melakukan penanaman biopori sebagai simbol dimulainya aksi konservasi tersebut.

 

Biopori merupakan lubang silindris vertikal yang dibuat di dalam tanah untuk meningkatkan resapan air hujan sekaligus membantu pengelolaan sampah organik. Langkah sederhana ini diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan baru masyarakat dalam menjaga air dan tanah.

 

Ignasius menekankan, gerakan tersebut harus dimulai dari lingkungan terkecil, seperti rumah tangga, sekolah, RT/RW, kelompok perempuan, anak muda, lembaga keagamaan hingga komunitas. Selanjutnya, gerakan itu diharapkan berkembang di seluruh 51 kelurahan di Kota Kupang. “Kami berharap surat edaran tentang konservasi air tidak berhenti sebagai dokumen administrasi. Kami minta para camat dan lurah menjadi penggerak di wilayah masing-masing,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, konservasi air merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan air bagi generasi mendatang. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai program pemerintah.

 

Sementara itu, Safeguarding Advisor sekaligus National Child Protection Advisor PLAN International Indonesia, Sigit Wacono, menjelaskan bahwa gerakan Kupang Berair merupakan gerakan konservasi air dan tanah yang juga diarahkan untuk mendukung pengendalian banjir dan longsor serta menjaga keberlanjutan sumber daya air dan lahan.

 

Melalui program CERAH, PLAN International Indonesia mendorong pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan inklusif dengan melibatkan perempuan, anak, kaum muda, masyarakat, kelompok disabilitas dan kelompok rentan dalam perencanaan maupun aksi konservasi.

 

Praktik serupa sebelumnya telah dimulai di lingkungan lembaga keagamaan. Pendeta Margaritha Heo Uly dari GMIT Betlehem Penkase Oeleta menyampaikan, pihak gereja bersama jemaat telah membuat 27 biopori dari total 60 kepala keluarga.

 

Praktik tersebut menunjukkan bahwa konservasi air dapat dimulai dari lingkungan masyarakat dan dikembangkan menjadi gerakan bersama. Pemkot Kupang selanjutnya akan memantau implementasi konservasi air di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memastikan komitmen yang telah dibangun benar-benar bergerak

menjadi aksi di lapangan.

Berita Terkait

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Kupang Ajak ASN Terapkan Nilai-Nilai Pancasila
Widya Cristian Minta PKK Kota Lama Perkuat Kerja Kader hingga Tingkat RT/RW
Mooncake Festival 2026, Wali Kota Kupang Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Solidaritas
Pemkot Kupang Salurkan Bantuan untuk 342 Mahasiswa Asal Flores Terdampak Gempa
SMSI NTT Minta Kapolres TTU Baca Kembali Dua Surat Dewan Pers Terkait Kasus Wartawan NTTHits
Korban Gempa Flores Dimintai Uang Rp10 Ribu Saat Terima Bantuan, Staf Desa Beri Penjelasan
Sekali lagi, Wali Kota Kupang Kembali Terima Penghargaan Nasional, Kali Ini Terbaik I TP2DD
Tidak Pernah Dikonfirmasi, Kuasa Hukum Soroti 46 Surat dalam Perkara Ade Kuswandi

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Wali Kota Kupang Ajak ASN Terapkan Nilai-Nilai Pancasila

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Pemkot Kupang dan PLAN Internasional Kolaborasi Konservasi Air Melalui Pemasangan Biopori 

Selasa, 29 September 2026 - 19:29 WIB

Widya Cristian Minta PKK Kota Lama Perkuat Kerja Kader hingga Tingkat RT/RW

Senin, 28 September 2026 - 22:17 WIB

Mooncake Festival 2026, Wali Kota Kupang Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Solidaritas

Senin, 28 September 2026 - 19:28 WIB

Pemkot Kupang Salurkan Bantuan untuk 342 Mahasiswa Asal Flores Terdampak Gempa

Berita Terbaru