Lais Manekat, Lagu Rohani Berbahasa Dawan yang Sentuh Hati Yusinta Nenobahan

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 18:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

So’e, NTTPedia.id,-  Lagu rohani berbahasa Dawan berjudul Lais Manekat (Hal Kasih) menjadi pemantik emosional yang menggugah Yusinta Ningsih Nenobahan, sosok inspiratif asal Timor Tengah Selatan (TTS), untuk kembali ke tanah kelahirannya.

Dalam malam final Lomba Vokal Grup (VG) se-Daratan Timor Barat di Gereja Batu Karang Nonohonis (GBKN), Jumat (20/6/2025), Yusinta hadir dan menyerahkan bantuan sebesar Rp95.000.000. Bantuan ini ia dedikasikan bagi generasi muda dan rumah ibadah di kampung halamannya.

Yang menarik, kehadiran Yusinta bukan karena undangan resmi, melainkan panggilan batin setelah menonton video kiriman panitia yang menampilkan lagu Lais Manekat dibawakan oleh pemuda GBKN.

“Lagu itu bicara soal kasih, dan kasih itu tidak bisa dibuat-buat. Saya mendengarnya bukan dari konser besar, tapi dari para pemuda di gereja ini. Saat mendengarnya, saya dan suami tidak bisa tinggal diam. Kami harus pulang,” ungkap Yusinta penuh haru.

Ia menegaskan bahwa kepulangannya ke Soe bukan sekadar nostalgia, tapi wujud cinta yang ingin ia balas kepada tanah yang telah membesarkannya.

“Kami percaya, dari tempat sederhana seperti ini akan lahir pemuda-pemudi luar biasa. Bantuan ini bukan dari kelebihan kami, tapi dari kerinduan yang jujur untuk kembali dan memberi,” tambahnya.

Bagi panitia lomba, kehadiran Yusinta adalah kejutan bermakna. Namun bagi Yusinta sendiri, momen itu menjadi pengalaman yang menggugah spiritual dan emosional.

“Saya belajar satu hal malam ini dari mama pendeta dan para pemuda: kasih, seperti dalam lagu Lais Manekat, bukan hanya kata. Ia nyata. Ia hidup di sini, di gereja ini. Dan beta bersyukur bisa pulang dan menjadi bagian dari kasih itu,” ujarnya.

Yusinta juga menyampaikan harapannya agar ke depan terjalin kerja sama berkelanjutan antara Yayasan YNS yang ia pimpin dengan komunitas pemuda gereja di TTS. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan generasi muda secara konsisten.

“TTS bisa maju. Tapi kuncinya ada pada pemudanya hari ini. Kalau mereka diberi ruang sejak sekarang, maka lima tahun ke depan, mereka akan jadi pemimpin-pemimpin yang lahir dari kasih, bukan dari paksaan,” tegasnya.

Ketua Panitia Lomba VG, Melki Lasi, mengaku tersentuh oleh kepedulian yang ditunjukkan Yusinta.

“Kami tidak menyangka lagu sederhana yang kami nyanyikan bisa menggugah hati seseorang sejauh itu. Ini memberi semangat baru bagi kami. Ternyata, karya kecil bisa berdampak besar,” pungkasnya. (AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang

Berita Terbaru