Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Pemerintah Kota Kupang mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dengan melibatkan masyarakat sejak dari rumah tangga. Upaya ini membutuhkan kesadaran warga untuk memilah sampah dan mematuhi jadwal pembuangan yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Camat Maulafa, Immanuel Aprianus Eliaser Ully, S.H., mengatakan, pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Maulafa mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 4 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga serta peta jalan atau roadmap pengelolaan dan pembuangan sampah yang ditetapkan Wali Kota Kupang.

 

Menurut dia, pendekatan yang didorong adalah pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Warga diharapkan memilah sampah berdasarkan jenis dan sifatnya sebelum dibawa ke titik pengumpulan yang telah disepakati di tingkat RT.

 

Selanjutnya, sampah diteruskan melalui kelurahan hingga kecamatan. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan sampah agar memiliki nilai ekonomis melalui kegiatan daur ulang dan pengolahan menjadi pupuk.

 

Namun, Immanuel mengakui perubahan kebiasaan masyarakat masih menjadi tantangan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kedisiplinan warga dalam mengikuti jadwal pembuangan sampah.

 

Sesuai ketentuan Perda Nomor 4, waktu pembuangan sampah ditetapkan mulai pukul 18.00 hingga 05.00 WITA.

 

” Masih banyak masyarakat yang belum disiplin mengikuti jam pembuangan sampah. Karena itu, kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi agar kesadaran masyarakat semakin meningkat,” kata Immanuel saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2026).

 

Ia menegaskan, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih.

 

” Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya.

Edukasi dan keterlibatan warga ia berharap pengelolaan sampah dapat menjadi kebiasaan bersama, mulai dari lingkungan rumah tangga hingga tingkat kelurahan.(L)

 

Berita Terkait

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Berbasis Partisipasi Warga, Lurah Liliba Perkuat Gotong Royong
Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan
Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes
Di Bawah Kepemimpinan Cristhian Widodo, Pemkot Kupang Raih Dua Penghargaan dari KPPN
Wali Kota Kupang Pastikan Biaya Pengobatan Ibu dan Anak Korban Kekerasan Tuntas
Musda Golkar Kabupaten Kupang Memanas, 17 Ketua dan Sekretaris Kecamatan Dipecat
Distribusi BBM Mulai Normal, Christian Widodo Kerahkan Satpol PP Pantau 15 SPBU di Kupang

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:24 WIB

Kelurahan Kolhua Perkuat Gotong Royong Warga, Bank Sampah dan Festival Budaya Jadi Ruang Kebersamaan

Rabu, 4 November 2026 - 08:13 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah Tangga, Camat Maulafa Tekankan Disiplin Warga

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

Pemkot Kupang Dorong Pembangunan Partisipatif, Camat Maulafa Libatkan Warga dalam Perencanaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Kepemimpinan Cris Widodo, Kota Kupang Raih Penghargaan Nasional dari Kemenkes

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Di Bawah Kepemimpinan Cristhian Widodo, Pemkot Kupang Raih Dua Penghargaan dari KPPN

Berita Terbaru