Kupang, NTTPedia.id,- Pidato pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) NTT menjadi perhatian ketika Ahmad Yohan (AYO) secara terbuka menyebut nama Simon Petrus Kamlasi (SPK) di hadapan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Momen itu berlangsung dalam pelantikan pengurus DPW PAN NTT dan pengurus DPD PAN se-NTT di Auditorium Universitas Nusa Cendana, Kupang, Jumat ,15/5/2026.
Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dan dihadiri Wakil Gubernur Johni Asadoma, Pengurus DPP PAN serta unsur Forkopimda NTT dan para pimpinan parpol di NTT.
Saat menyampaikan pidato, sosok yang akrab disapa Bang AYO ini menyinggung kehadiran beberapa tokoh yang dinilainya bisa mengubah peta politik di Dapil II.
Selain menyebut nama Tenaga Ahli Kemenko Pangan RI, Simon Petrus Kamlasi, AYO juga menyebut beberapa dedengkot politisi NTT yang saat ini bergabung di Partai berlambang Matahari putih itu.
” Juga hadir di belakang ada saudaraku Jefry Riwoe Kore. Mana Pak Jefry? Jadi Pak Gubernur, kira-kira kalau Dapil II ini ada Pak Jeffrey Riwoe Kore, Simon Petrus Kamlasi, ada Sis Jen (Jane Natalia Suryanto- red), insyaallah mitos yang mengatakan PAN tidak pernah dapat kursi di Dapil II, insyaallah kita buktikan bisa dapat,” kata AYO di hadapan ribuan kader PAN NTT.

Pernyataan itu makin menarik ketika AYO melanjutkan dengan menyebut partai-partai lain secara terbuka. Ia meminta izin kepada ketua umum partai lain, sembari menekankan bahwa komunikasi politik yang dibangun PAN sejauh ini didasarkan pada persahabatan lintas partai.
” Oleh karena itu izin Ketua Umum PSI, Ketua Umum Gerindra, dan partai-partai lain. Ini karena komunikasi dan karena ini persahabatan kita semua, kita bisa membangunnya dengan penuh persahabatan, dan tidak pernah saling mengancam atau saling menyakiti,” katanya.
Dapil NTT II sendiri selama ini menjadi salah satu wilayah yang belum berhasil ditembus PAN. Karena itu, penyebutan nama SPK di panggung resmi, di depan Gubernur dan elite partai nasional dinilai sebagai sinyal awal bahwa PAN sedang menjajaki strategi baru dengan menggandeng figur yang memiliki daya tarik politik di wilayah tersebut.
AYO memang menutup pidatonya dengan pesan persahabatan. Namun, bagi banyak orang yang hadir, penyebutan nama SPK di forum resmi partai justru menjadi potongan pidato yang paling mengundang perhatian, karena di politik, nama yang disebut di panggung sering kali bukan sekadar nama.(AP)







