Kupang, NTTPedia.id,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mempersiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2027 melalui kegiatan penyusunan dan telaah soal tahun 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia mengatakan, penyusunan dan telaah soal menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi pelaksanaan TKA tahun 2027.
” Penyusunan dan telaah soal TKA jenjang SD dan SMP tahun 2026 ini merupakan bagian dari persiapan kita menghadapi pelaksanaan TKA tahun 2027. Karena itu, soal yang disusun harus memenuhi standar kualitas, validitas, dan mampu mengukur kemampuan akademik peserta didik secara tepat,” ujar Ambrosius, Selasa, 13/10/2026.
Menurutnya, proses penyusunan soal tidak hanya berfokus pada pembuatan instrumen, tetapi juga mencakup telaah untuk memastikan setiap soal memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan tujuan evaluasi pendidikan.
” Kita ingin memastikan bahwa instrumen TKA yang digunakan benar-benar berkualitas dan dapat menjadi salah satu dasar untuk memetakan kemampuan akademik siswa. Oleh karena itu, keterlibatan para penulis soal dari kabupaten/kota, bersama BPMP dan Pusat Asesmen Pendidikan, sangat penting untuk menyamakan persepsi dan menjaga standar mutu soal,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan 88 penulis soal dari kabupaten/kota se-NTT, yang terdiri atas 44 peserta luring dan 44 peserta daring. Turut hadir Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT, fasilitator pusat dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), serta penanggung jawab materi tingkat provinsi dari BPMP NTT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.
Ambrosius berharap, melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta dapat menghasilkan instrumen soal yang terstandar sehingga persiapan pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP tahun 2027 dapat berjalan lebih baik.
” Harapan kita, melalui kerja sama dan kesungguhan semua pihak, penyusunan dan telaah soal ini menghasilkan instrumen evaluasi yang berkualitas serta mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur,” tambahnya.(AP)







