Rights Issue Bernilai Besar, BRI Optimis Dapat Terserap Optimal

- Jurnalis

Senin, 26 Juli 2021 - 19:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,NTTPedia id,– Nilai rights issue aksi korporasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam rangka pembentukan Holding Ultra Mikro berpotensi menjadi salah satu rights issue terbesar di Indonesia, bahkan di Asia. Rights issue BRI dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (22/7).

Dalam RUPSLB BRI tersebut, sekitar 104,22 miliar suara atau mewakili 95,98% dari seluruh saham dengan hak suara sah menyetujui rencana perseroan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp50.

Terkait hal tersebut, Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengatakan untuk penetapan harga rights issue akan dilakukan setelah melawati proses registrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penetapan harga selanjutnya akan disampaikan dalam prospektus PUT I .

“Tetapi kami sampaikan dalam penetapan pricing rights issue, kami akan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk kondisi makro ekonomi dan industri yang terakhir, kinerja perseoran, fluktuasi harga perseroan dan masukan dari para pemegang saham, “ tambahnya.

Viviana mengatakan pihaknya optimistis penerbitan saham baru ini akan menyedot animo pasar meski dalam kondisi perekonomian yang cukup menantang. Menurutnya, BRI tidak ingin kehilangan momentum karena melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk menata kembali ekosistem usaha ultra mikro bersama Pegadaian dan PNM.

Seperti diketahui, dana hasil dari aksi korporasi ini akan dimanfaatkan oleh BRI untuk pembentukan holding BUMN Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan PNM, sebagai hasil dari inbreng pemerintah. Selebihnya dana tersebut akan digunakan sebagai modal kerja BRI dalam rangka pengembangan ekosistem usaha ultra mikro, serta bisnis mikro dan kecil.

“Setelah perekonomian pulih di tahun depan, maka ekosistem UMi ini sudah jadi, sehingga bisnisnya dapat langsung diakselerasi. Kami tetap yakin dengan investment thesis dan value preposition yang tadi sudah dijelaskan, kami dapat mengeksekusi transaksi ini dengan baik, sehingga rights issue ini dapat terserap dengan optimal,” ujarnya optimistis.

Dengan adanya ekosistem usaha ultra mikro bersama dengan PNM dan Pegadaian, BRI menyediakan layanan keuangan kepada para pengusaha ultra mikro dengan lebih terintegrasi sehingga peningkatan kapabilitas nasabah ultra mikro dapat lebih dimonitor dengan baik dan terlayani dengan lebih efektif dan efisien.

Taksiran Besar Rights Issue
Sementara itu, beberapa analis pasar modal menaksir dana yang akan diraup BRI melalui aksi korporasi tersebut dalam nilai yang sangat besar. Pengamat Pasar Modal yang juga Founder Indonesia Superstocks Community Edhi Pranasidhi memproyeksikan emiten berkode BBRI memiliki daya tarik lebih besar dibandingkan dengan perusahaan lain yang ingin meraup dana segar dari publik pada tahun ini. Hal itu, kata dia, tak terlepas dari fundamental bisnis BRI yang kokoh, dan diharapkan akan semakin kuat dengan holding.

Selain itu, bank dengan jejaring terluas di Tanah Air tersebut mampu menjaga kinerja positif di masa pandemi.
“Penerbitan saham baru masih banyak. Perlu kita catat juga investor publik juga dihadapkan dengan penerbitan saham baru perusahaan digital yang besar. Namun, rasanya fokus utama tetap pada BBRI karena lebih masuk akal,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.

Hal senada diungkapkan oleh Head of Research PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma. Dia berpendapat penerbitan saham baru BRI guna pembentukan holding BUMN UMi adalah aksi korporasi yang sangat besar.(Fdz)

Berita Terkait

Gempa Flores Lumpuhkan UMKM, Julie Laiskodat Dorong Kemudahan Akses Kredit
Korban Gempa Flores Dimintai Uang Rp10 Ribu Saat Terima Bantuan, Staf Desa Beri Penjelasan
Huntara Belum Siap, Fraksi PDIP DPRD NTT Minta Tanggap Darurat Gempa Flores Diperpanjang
Cara Unik Driver Online Atambua Tingkatkan Literasi, Sediakan Buku untuk Penumpang
Christian Widodo Fasilitasi Musisi Senior Gelar Konser Amal untuk Korban Gempa Flores 
Kepala Daerah di Flores Apresiasi Christian Widodo, Dinilai Hadir Bukan Sekadar Bawa Bantuan
Lima Hari Susuri Flores, Christian Widodo Antar Langsung Bantuan ke Enam Kabupaten
Cahaya Untuk Flores dari Sumba, Donasi Rp18,069 Juta Terkumpul untuk Korban Gempa 

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:05 WIB

Gempa Flores Lumpuhkan UMKM, Julie Laiskodat Dorong Kemudahan Akses Kredit

Kamis, 24 September 2026 - 21:51 WIB

Korban Gempa Flores Dimintai Uang Rp10 Ribu Saat Terima Bantuan, Staf Desa Beri Penjelasan

Senin, 7 September 2026 - 15:06 WIB

Huntara Belum Siap, Fraksi PDIP DPRD NTT Minta Tanggap Darurat Gempa Flores Diperpanjang

Kamis, 3 September 2026 - 19:29 WIB

Cara Unik Driver Online Atambua Tingkatkan Literasi, Sediakan Buku untuk Penumpang

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Christian Widodo Fasilitasi Musisi Senior Gelar Konser Amal untuk Korban Gempa Flores 

Berita Terbaru