Wakil Menteri BUMN II Yakin Kapitalisasi Pasar BRI Tembus Rp1.000 Triliun

- Jurnalis

Rabu, 2 Maret 2022 - 17:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,NTTPedia.id, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dinilai memiliki daya tarik bagi investor global. Bank yang telah berusia ke-126 ini dinilai memiliki kontribusi besar dalam penerapan prinsip ESG atau Environmental (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola Perusahaan) untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Penerapan ESG di BRI disebut dapat menjadi motor yang dapat menggerakan kapitalisasi pasar perusahaan menjadi Rp1.000 triliun pada 2025. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan secara nilai ekonomis BRI menjadi bank yang sangat unik karena menjadikan segmen UMKM sebagai tulang punggung (backbone) bisnisnya, termasuk di dalamnya usaha Ultra Mikro (UMi).

Pangsa pasar UMKM di Indonesia yang begitu besar terus dioptimalisasi oleh BRI sebagai komitmen Memberi Makna Indonesia. Di samping itu, penerapan ESG di BRI juga sejalan dengan ekosistem keuangan berkelanjutan dan inklusivitas yang diusung dalam Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022.

Data Kementerian Koperasi dan UKM RI pada 2019 menghimpun 99,99% atau 65,46 juta pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM. Multiplier effect UMKM pun sangat kuat, tercermin dari serapan tenaga kerja yang menembus 119,5 juta tenaga kerja atau setara 96,92% dari total tenaga kerja Indonesia.

Di sisi lain, kata Tiko, pada tataran global saat ini banyak investor yang melihat dan mempertimbangkan penerapan aspek ESG ketika berinvestasi. Oleh karena itu, pihaknya memastikan dalam berbagai program akan selalu menempatkan ESG sebagai salah satu key selling factor dan key operational factor.

“Kita sedang melakukan kajian secara menyeluruh di berbagai aspek operasi BRI bagaimana ESG bisa diadopsi secara menyeluruh baik dari sisi kredit, operasional maupun sosial. Saat ini kapitalisasi pasar BRI mencapai Rp670 triliun dan kita mempunyai target dalam beberapa tahun ke depan insya Allah kapitalisasi pasar bisa mendekati Rp1.000 triliun,” ujarnya dalam salah satu rangkaian acara dukungan BRI terhadap G20, yakni BRI Microfinance Outlook 2022 belum lama ini.

Kartika melihat BRI memiliki potensi besar menjadi leading global bank dalam implementasi ESG, khususnya mengenai social empowerment. Kemampuan BRI dalam memberdayakan sektor UMKM dan Ultra Mikro praktis menjadi nuansa baru yang dipamerkan pada investor global.

Terlebih, lanjut Tiko, social empowerment bisa ditonjolkan BRI berkat inisiatifnya memimpin Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian. Terkonsolidasinya PNM dan Pegadaian dipercaya Tiko mempunyai implikasi besar terhadap social empowerment di sektor ultra mikro.

Holding Ultra Mikro akan terus mempertegas komitmennya untuk melayani 30 juta pelaku usaha ultra mikro yang hingga kini belum tersentuh layanan keuangan formal. Target besar lebih lanjut, Holding Ultra Mikro diharapkan dapat menjadi Lembaga keuangan bagi seluruh pelaku usaha ultra mikro yang jumlahnya mencapai 45 juta.

Di sisi lain, langkah strategis tersebut bukan sekadar upaya bisnis, melainkan social empowerment dengan memperkuat ekosistem UMi yang diharapkan dapat menopang ekonomi nasional melalui pelaku ekonomi akar rumput yang lebih berdaya.

“Kami di Kementerian BUMN terus melakukan transformasi dan melakukan inovasi bisnis modal tentunya diharapkan ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dan juga bisa memberikan nilai kepada stakeholders secara sustainable,” ujarnya.

Terkait ESG, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa perseroan sudah mengambil ancang-ancang membentuk unit khusus yang fokus kepada pengelolaan prinsip-prinsip untuk menjaga keberlangsungan bisnis, lingkungan dan kehidupan sosial tersebut.
Unit tersebut ditempatkan perseroan di bawah Direktur Kepatuhan. Sunarso pun menegaskan, soal penerapan prinsip ESG pihaknya masuk kategori first mover. Dan ke depan, BRI Group menatap optimistis penerapan ESG dan bakal menjadi menjadi first runner bank dengan implementasi ESG di Asia Tenggara.

Sebagai first mover on sustainable finance di Indonesia, Sunarso menyebutkan 65,5% dari total kredit BRI atau setara dengan Rp 617,8 triliun disalurkan kepada aktivitas bisnis yang berkelanjutan (sustainable business activities).

“Dalam penerapan prinsip ESG ini BRI memiliki visi tidak hanya yang memulai tapi juga yang terdepan menjadi bank yang paling concern dalam mengimplementasikannya di Indonesia. Berikutnya lagi kami ingin yang terdepan di Asia Pasifik, atau setidaknya di Asia Tenggara,” ujarnya.(AP)

Berita Terkait

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama
Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen
Gempa M3,1 Kembali Guncang Kabupaten Kupang, Berpusat di Laut
Gempa Flores Lumpuhkan UMKM, Julie Laiskodat Dorong Kemudahan Akses Kredit
Korban Gempa Flores Dimintai Uang Rp10 Ribu Saat Terima Bantuan, Staf Desa Beri Penjelasan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen

Berita Terbaru

Bola & Sports

Soe, Udara Sejuk dan Harapan Menjadi Tuan Rumah PON 2028

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:12 WIB