Perintah Bupati Nagekeo untuk Kades: Simpan Uang di Bank NTT

- Jurnalis

Jumat, 15 April 2022 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Nagekeo

Bupati Nagekeo

Mbay, NTTPedia.id – Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Desa (Kades) agar menyimpan dana di Bank NTT.

“Saya sudah instruksikan ke semua desa agar menyimpan dananya hanya satu-satunya di Bank NTT,” sebut Bupati Don Bosco di hadapan Gubernur Liskodat, Dirut Bank NTT Harry Aleksander Riwu Kaho serta rombongan saat acara pengresmian Desa Ululado sebagai Desa Binaan Bank NTT, Selasa (12/4/2022).

Meski demikian, Bupati Don Bosco meminta manajamen Bank NTT agar membuka layanan secara merata sampai ke seluruh pelosok Kecamatan dan pusat-pusat perekonomian warga. “Terutama mesin ATM bisa disiapkan betul agar masyarakat kita tidak mengalami kesulitan dalam bertrasnkasi,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komitmen Bupati Don Bosko itu dikemukakan kembali ketika diwawancarai di Kampus Bambu di Desa Turetogo, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Kamis (14/4/2022).

Ia  mengatakan, sejumlah sumber pendanaan di desa seperti Alokasi Dana Desa, bagi hasil  pajak dan retribusi harus disimpan di Bank NTT.

“Kita sedang membantu Bank NTT agar mengelola dana yang cukup supaya syarat yang diminta OJK bisa terpenuhi agar bisa menjadi Bank Devisa. Ini bagian dari mimpi besar kita karena jika pelabuhan di Kupang menjadi HUB port maka bisa export langsung semua komiditi kita dan Bank NTT bisa membiayai langsung,” ujarnya.

Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, konsep kebijakan pembangunan yang dikemukakan Bupati Nagekeo, sudah melalui suatu proses pertimbangan yang dilandasi berbagai kondisi riil yang terjadi.

Ketika Pandemi dan Seroja, terjadi keterpurukan dan rekonstruksi di berbagai aspek kehidupan baik dari spiritual, kesehatan, pendidikan, teknologi dan aspek lainnya.

“Semua aspek itu tidak bisa dipilah dan dipisahkan, tetapi menjadi satu mata rantai. Dan, dari semua aspek ini, ada satu yang sangat berpengaruh dan menjadi penggerak yaitu aspek ekonomi. Karena ekonomilah yang menjadi penggerak utama untuk terus bertumbuh bahkan sampai berbuah,” sebutnya.

Baca Juga :  Bupati Malaka Akui Digitalisasi Bank NTT Sangat Membantu Perekonomian Masyarakat

Menurut Dirut Aleks, pandangan Bupati Nagekeo sudah mendalami semua aspek sehingga perlu mereenjinering kembali sistem pembangunan dan tata kelola kebijakan dilakukan dengan mengatur sisitm perekonomian keuangan dengan lebih baik.

“Bank NTT ini pemerintah punya bank, dan dari pengalaman Pak Bupati Nagekeo sudah memberikan pilihan dan pertimbangan bahwa ternyata dalam fungsi sebagai Bank Pembangunan Daerah mampu sebagai mitra pembangunan yang baik untuk mengakselerasi berbagai program kerja dan kebijakan sehingga bisa terimplementasi dan bermanfaat postitif, bahkan berkontribusi bagi pemerintah masyatat dan swasta. Ini landasan kebijakan Pak Bupati Nagekeo yang sangat tepat,” ujar Dirut Alex Riwu Kaho.

Ia menyebutkan, bagi pemerintah, dengan bank miliknya, bisa mengendalikan pertumbuhan ekonomi. Dan jika ada sebuah kondisi yang menggangu, maka dengan kewenangannya bisa mengendalikan dan bisa menstabilkan sisitm ekonomi.

“Dasar pemikiran pertimbangan Pak Bupati Nagekeo dengan menunjuk Bank NTT itu karena kita punya kemampuan selain menjalankan fungsi intermediasi bank secara umum, tetapi terlebih menjadi agen of development harus bisa menterjemahkan dan menjaga kepercayaan dengan menyesuaikan berbagai kepentingan layanan jasa perbanakan baik oleh masyarakat dan pemerintah dengan baik mulai dari desa, Kecamatan dan Kabupaten,” jelasnya.

Namun, kata dia, semua itu dilakukan tanpa keluar dari reel, atau regulasi yang ada misalnya kompalin, dan metigasi harus tetap terjaga. Apalagi dunia digital saat ini banyak hal bisa dipermudah dan dipercepat, tetapi sisi aman dan valid harus tetap tertata dengan baik. “Dan Bank NTT mampu beradaptasi dengan kondisi-kondisi seperti itu,” katanya.

Tidak hanya itu, tambahan pertimbangan Bupati Nagekeo dengan memberikan dukungan kepada Bank NTT untuk berpartisipasi lebih aktif itu punya multy efek pakyer dan langsung didapat. Dari sisi pemerintah kata dia, ada deviden dan manfaat sosial yang bisa diperoleh Pemerintah Daerah, misalahnya tanggung jawab sosial badan usaha atau CSR juga turut memberi warna untuk kebijakan bisa dilihat yang bisa menghidupkan.

Baca Juga :  Menaker Apresiasi BRI Ciptakan Value Berkelanjutan Melalui PKB dengan Serikat Pekerja Nasional

“Dengan memberdayakan Bank NTT, itu keuntungan bagi daerah dan masyarakat langsung teras. Kalau bank lain maka terjadi capital flight, dan keuntungan bagi daerah juga tidak ada,” katanya.

Ia menambahkan, keseriusan Bank NTT menyiapkan aneka layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan Pemda, dilakukan dengan melihat dan mengaji juga melakukan riset kemudian mengevaluasi berbagai prospek bisnis, apalagi berada di era digitalisasi.
Dijelsakna, beberapa bisnis di digital itu sudah sampe pada tahap metaverse yaitu penggunaan teknologi yang melapaui alam semesta.

“Kita Bank NTT yang baru dua tahun ini bisa melakukan perubahan besar. Dan adaptasi dengan keadaan ini kita sudah mempunyai strategi bisnis yang bisa diandalkan untuk mengahadapi kondisi geografis dan topografi NTT dengan berbagai tantangan infratruktur misalnya jalan, transportasi, kelistrikan dan rasio ketersediaan internet,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa hari ke depan, di Wolobobo, Kabupaten Manggarai Barat, bank NTT akan menunjukan sebuah teknologi bahwa bank tidak hadir lagi secara fisik. Namun, Bank NTT bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat yang mau menjadi bagian dari proses transformasi digitalisasi Bank NTT.

“Kita rektrut dan latih mereka untuk menjadi agen digital Bank NTT. Kita sudah belajar dari 2018 sampai 2022 dan sudah menemukan solusi yang tepat, yaitu ada agen laku pandai BjuBisa, Ini akan menjawab harapan dan tuntutan masyarakat untuk hadirnya layanan perbankan sesuai dengan era teknologi dan digitalisasi di tempat yang serba kekurangan yang sulit jaringan internet kita mampu  untuk memfasilitasi layanan jasa perbankan,” sebutnya. (*/NP)

Berita Terkait

DPMD NTT Ajak Kaum Muda Angkat 44 Produk OVOP ke Level Nasional Lewat Lomba Video TikTok Berhadiah Rp 22,5 Juta
44 Desa OVOP di NTT Sudah Penuhi Legalitas, Izin BPOM dan Sertifikasi Halal
Gubernur Melki Genjot Hilirisasi Produk melalui OVOP, OCOP dan OSOP di 3.177 Desa dan Kelurahan
Sentuhan Kasih Simon Petrus Kamlasi, Umat Stasi Paulus Rasul Lamanepa Kini Miliki Kapela Sendiri
Hanya 10 Anggota DPRD TTU Yang Bawa Keluarga dan Gunakan Dana Pribadi
Study Banding Sambil Liburan, 30 Anggota DPRD TTU Boyong Keluarga ke Bali
Video Pegawai Koperasi Cari Erwin, Pakai Uang Nasabah untuk  Main VIR
Kepala OJK NTT Paparkan Langkah Masif Cegah Investasi Ilegal, Edukasi Sudah Jangkau Hampir Seluruh NTT
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 14:34 WIB

44 Desa OVOP di NTT Sudah Penuhi Legalitas, Izin BPOM dan Sertifikasi Halal

Kamis, 27 November 2025 - 12:06 WIB

Gubernur Melki Genjot Hilirisasi Produk melalui OVOP, OCOP dan OSOP di 3.177 Desa dan Kelurahan

Kamis, 27 November 2025 - 09:38 WIB

Sentuhan Kasih Simon Petrus Kamlasi, Umat Stasi Paulus Rasul Lamanepa Kini Miliki Kapela Sendiri

Rabu, 26 November 2025 - 11:47 WIB

Hanya 10 Anggota DPRD TTU Yang Bawa Keluarga dan Gunakan Dana Pribadi

Rabu, 26 November 2025 - 09:17 WIB

Study Banding Sambil Liburan, 30 Anggota DPRD TTU Boyong Keluarga ke Bali

Berita Terbaru