Duta Besar dan Forum Anak Sampaikan Pesan Perdamaian, Persatuan, dan Pelestarian Lingkungan pada BPF 2024

- Jurnalis

Selasa, 28 Mei 2024 - 15:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Magelang, Savanaparadise.com,– Edisi ketiga Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF), yaitu BPF 2024, telah sukses diselenggarakan pada periode Perayaan Waisak antara tanggal 21 hingga 23 Mei yang lalu.

BPF adalah acara tahunan yang mengundang organisasi terkemuka dan pemimpin dari seluruh dunia serta berbagai keyakinan untuk mengunjungi Kawasan Candi Borobudur. Festival ini bertujuan untuk merayakan persatuan, harmoni, perdamaian, dan kemakmuran melalui kesenian, pertunjukan budaya, dan tindakan kemanusiaan bagi masyarakat dan alam di sekitarnya.

Pada edisi tahun ini, BPF 2024 turut dihadiri oleh perwakilan dari UNICEF & Forum Anak Jawa Tengah, yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan BPF, termasuk Larung Pelita Purnama Sidhi dan bersih sampah di tepi Sungai Progo. Arie Rukmantara, Chief Field Office UNICEF Surabaya untuk Jawa, menekankan pentingnya melibatkan anak-anak dalam tindakan langsung untuk menjaga lingkungan, mulai dari hal-hal kecil seperti memungut sampah di lingkungan sekitar mereka sendiri.

“Ini adalah rumah mereka, masa depan mereka. Mari selamatkan planet ini mulai dari wilayah kita sendiri. Untuk setiap anak Indonesia, bertindaklah sekarang” himbau Arie.

Dandi Resando dan Salma Amalia Rizquna dari Forum Anak Jawa Tengah juga memberikan pidato di panggung selama acara utama BPF 2024, untuk meningkatkan kesadaran tentang berbagai masalah yang dihadapi anak-anak Indonesia saat ini, terutama isu bullying yang bertentangan dengan pesan perdamaian.

“Kami Forum Anak Jawa Tengah yakin kita semua dapat menjadi promotor perubahan untuk perdamaian dan kesejahteraan. Kami percaya perdamaian itu harus diusahakan sejak anak-anak. Salah satu upaya kami adalah membuat platform Jogo Konco, atau menjaga teman, sebagai upaya melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan terhadap anak” ungkap Salma.

Turut hadir juga di acara ini Chief Communications UNICEF Jakarta, Iman Morooka, Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani, serta anggota Wantimpres Mayjen Pol (Purn) Drs. Sidarto Danusubroto S.H., Gandi Sulistiyono, dan Putri Kuswisnu Wardani.

*Para Duta Besar Menyuarakan Pesan Perdamaian dan Persatuan*

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, menekankan bahwa tujuan BPF untuk melestarikan warisan leluhur dan mempromosikan budaya Jawa dan Indonesia ke seluruh dunia adalah tugas yang mulia. Begitu juga dengan upaya untuk mempromosikan nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan, kemakmuran, pembangunan, dan keadilan.

“Sangat penting bagi orang-orang untuk bertemu, berbicara, dan bertukar pandangan tentang berbagai isu. Kita mendapat kesempatan besar untuk merasakan budaya Jawa dan Nusantara yang luar biasa. Sangat penting bagi kita untuk saling memahami, jika kita saling memahami kita akan menerima satu sama lain. Jika kita menerima satu sama lain kita menjadi teman, dan tidak memulai konflik atau perang, yang merupakan kekhawatiran besar bagi dunia saat ini.”

Sementara itu, Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, Professor Admiral Jayanath Colombage, menyampaikan apresiasinya terhadap beragam pengalaman budaya yang ditampilkan pada BPF 2024.

“Kami baru saja memecahkan pot berisi air yang melambangkan perdamaian dan kemakmuran, karena tanpa air tidak ada kehidupan di bumi. Selama dua hari terakhir, kami menikmati keindahan dan budaya Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Ngawen. Saya harap pesan ini dapat tersampaikan dengan jelas: dunia membutuhkan perdamaian, dunia membutuhkan kemakmuran, dunia membutuhkan persatuan. Kita harus hidup dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, persatuan dalam keberagaman” ungkapnya.

Sebelumnya dikenal sebagai Annual Borobudur International World Peace & Prosperity Event, BPF diinisiasi oleh Ricky Surya Prakasa, President Director dari Meccaya Group, terdorong oleh kepeduliannya untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan lingkungan di seluruh dunia.

BPF sendiri telah diadakan dalam tiga edisi sejak tahun 2022, bekerja sama dengan Pemerintah dan warga setempat untuk memamerkan kerajinan lokal dan mempromosikan Pariwisata Internasional di Kawasan Candi Borobudur dan Kabupaten Magelang.(SP)

Berita Terkait

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026
Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang
Kemendagri Resmi Berhentikan Bupati Gowa Usai MA Kabulkan Pemakzulan Oleh DPRD Gowa
Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Tok! Golkar Tetapkan Prabowo Jadi Capres 2029, Gibran Masih Dipertimbangkan
Dua Kali Diguncang Gempa, Penelitii BRIN Sebut  Dua Sesar Aktif di Kabupaten Kupang
Geger Surat Pemakzulan Gibran, Fraksi NasDem: Hoaks

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Kemendagri Resmi Berhentikan Bupati Gowa Usai MA Kabulkan Pemakzulan Oleh DPRD Gowa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Berita Terbaru