RUPS Bank NTT Sepakati  Charlie Paulus dan Yohanis Landu Praing sebagai Calon Dirut

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 02:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kupang, NTTPedia.id- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank NTT untuk Tahun Buku 2024 digelar pada Rabu (14/5/2025) bertempat di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT. Rapat ini dihadiri oleh seluruh pemegang saham, yakni Wali Kota Kupang dan para Bupati se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta para pemegang saham Seri B.

 

Meski semula dijadwalkan mulai pukul 13.00 WITA, RUPS mengalami keterlambatan dan baru dimulai beberapa jam kemudian. Proses rapat berlangsung cukup panjang dan baru berakhir sekitar pukul 01.00 dini hari, Kamis (15/5/2025).

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena atau Melki Laka Lena, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), memimpin jalannya rapat dan menyampaikan sejumlah poin penting hasil pembahasan.

 

Menurut Melki Laka Lena, selain menggelar RUPS Tahunan, para pemegang saham juga langsung melanjutkan dengan RUPS Luar Biasa. Dalam RUPS Luar Biasa, fokus utama adalah pembahasan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Bank NTT.

 

“Perubahan ini kami sesuaikan dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas (PT) serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini memang menjadi perhatian kami agar proses tata kelola perusahaan dapat berjalan lebih baik dan akuntabel ke depan,” ujarnya.

 

Selain membahas AD/ART, RUPS juga melakukan penilaian terhadap hasil kerja Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN). Penilaian dilakukan secara menyeluruh dan telah dikoordinasikan dengan pihak OJK.

 

“Kami sudah mengecek ke OJK dan memastikan bahwa SOP yang digunakan dalam proses KRN tahun ini masih merujuk pada SOP tahun 2023, dengan beberapa penyesuaian dan penyempurnaan,” jelas Gubernur.

 

Proses seleksi jabatan Direksi dan Komisaris menjadi salah satu agenda penting dalam RUPS kali ini. Total terdapat 27 orang yang mendaftar untuk berbagai posisi strategis di tubuh Bank NTT. Dari jumlah tersebut, satu orang mendaftar untuk dua jabatan sekaligus.

 

Rinciannya adalah sebagai berikut: 4 orang melamar sebagai Direktur Utama, 13 orang melamar sebagai anggota Direksi, 2 orang melamar sebagai Komisaris Utama, 9 orang melamar sebagai Komisaris Independen.

 

Untuk posisi Komisaris Utama, nama Doni Hetahubun, mantan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, diajukan untuk mengisi jabatan tersebut.

 

Sementara itu, untuk Komisaris Independen, Frans Gana kembali diangkat, dan akan didampingi oleh Yoseph Jiwadeole serta Eko Setyabudi. Selain itu, satu calon Komisaris dari luar Bank NTT juga dinyatakan memenuhi syarat dan resmi diangkat. Satu posisi Komisaris lainnya disisakan untuk diisi oleh perwakilan dari Bank Jatim.

 

Bank NTT juga telah mengusulkan sejumlah nama untuk menduduki jabatan penting di jajaran Direksi. Nama-nama tersebut akan diserahkan kepada OJK untuk mendapatkan penetapan resmi.

 

Berikut daftar calon Direksi yang yakni, Direktur Utama: Charlie Paulus dan Yohanis Landu Praing, Direktur Operasional dan SDM: Yohanis Landu Praing dan Rahmat Saleh, Direktur Kepatuhan: Revi (dari Bank Jatim), Direktur Treasury: Heru (dari Bank Artha Graha), Direktur IT: Sonny Pellokila, Direktur Dana: Siti Aksa, Direktur Kredit: Aloysius Geong.

 

Gubernur menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan calon pendamping apabila dalam proses penetapan terdapat perubahan atau kendala tertentu. Untuk sementara waktu, masa jabatan seluruh direksi yang ada akan diperpanjang hingga keluarnya hasil penetapan dari OJK.

 

“Kami juga sudah bersepakat untuk memperpanjang masa jabatan Bapak Yohanis Landu Praing sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank NTT sampai adanya penetapan dan pelantikan Direktur Utama definitif,” tambah Melki.

 

Menutup jalannya rapat, Melki Laka Lena menegaskan bahwa setelah proses penetapan dan pelantikan jajaran Direksi dan Komisaris oleh OJK rampung, Bank NTT akan kembali mengundang seluruh pemegang saham untuk membahas ulang rencana bisnis Bank NTT.

 

“Rencana bisnis ini akan disusun bersama seluruh pemegang saham agar benar-benar mencerminkan kebutuhan dan atensi masing-masing kabupaten/kota di NTT,” pungkasnya. (AP)

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Berita Terbaru