Beredar Video Tawuran Antar Siswa SMP Negeri Amarasi Timur 

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, NTTPedia.id,- Video bentrokan massal antar siswa terjadi di halaman SMP Negeri 1 Amarasi Timur, Kabupaten Kupang beredar luas di jejaring sosial Instagram. Salah satu akun Instagram viralkupangntt mengunggah kejadian itu.

Video ini di posting pada hari rabu, 29/10/2025. Tampak dalam video yang diberi title keributan SMP N Amarasi Timur memperlihatkan para siswa saling serang layaknya pertarungan antar gangster.

Dari penulusuran NTTPedia.id, tawuran antar siswa itu terjadi pada hari Selasa, tanggal 18 Oktober 2025, sekitar pukul 13.35 Wita di kompleks SMP N 1 Amarasi Timur.

Kapolsek Amarasi Timur, Ipda Fransiskus Xaverius Lanto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bersama pemangku di Kecamatan Amarasi Timur sudah duduk bersama untuk menyelesaikan tawuran antar siswa tersebut.

” Kemarin (Rabu, 29/10/2025-red) sudah di mediasi libatkan Camat, Orang Tua, Kades Oebesi dan Pakubaun, Kepala sekolah dan guru-guru,” kata Ipda Fransiskus kepada NTTPedia.id, Kamis, 30/10/2025.

Pada saat kejadian pihaknya sudah langsung turun ke lokasi tawuran untuk memediasi. Bersama orang tua murid, guru-guru dan pihak Kecamatan Amarasi Timur duduk bersama untuk memberikan pencerahan kepada anak-anak yang terlibat tawuran.

Selalu Kapolsek, Ipda Fransiskus memberikan himbauan agar pengawasan orang tua ditingkatkan lagi karena anak anak itu di sekolah taat kepada guru-guru, taat kepada aturan yang ada disekolah. Ketika sudah selesai disekolah, anak-anak seolah olah sudah lepas, hidup dengan gayanya sehingga sangat rentan terprovokasi.

” Pengawasan orang tua yang paling penting dan guru-guru disekolah harus lebih ekstra juga untuk menegakkan aturan sekolah,” jelasnya.

Ia berharap keterlibatan para pemangku kepentingan di Kecamatan Amarasi Timur dari tingkat RT, dusun sampai dengan kepala desa dan Camat menjadi garda terdepan untuk membimbing anak-anak agar bisa bersekolah dengan baik dan tidak terlibat dalam kekerasan dalam lingkungan sekolah.(AP)

Berita Terkait

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta
Masyarakat Berkelahi akibat Antrian BBM berkepanjangan,PERMASA-Kupang :Bupati Sabu Raijua Gagal Realisasi Janji Kampanye 
Gubernur NTT Melki Laka Lena komitmen akan tindak tegas dan pidanakan oknum yang manipulasi data orang miskin di NTT
Cetak Sejarah,Undana Kupang Pertama Kali Resmi Buka Prodi Baru Pendidikan Dokter spesialis dan subspesialis Dokter Di Wilayah Bali-Nusra 
Viral, Bayi 11 Bulan di TTS Dicekoki Miras oleh Ayah Kandung
Sidang Lanjutan Gugatan RUPTL 2025–2034: Saksi ESDM Akui Penambahan Porsi IPP
Mengenang YBR, Warga Kota Kupang Gelar Doa Bersama dan Aksi Seribu Lilin
Gubernur NTT Kunjungi Keluarga YBR di Ngada, Sampaikan Duka dan Permohonan Maaf

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:21 WIB

Perdes Masih Draf Uji Coba, Warga Suku Boti Mengaku Merugi Ratusan Juta

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:04 WIB

Masyarakat Berkelahi akibat Antrian BBM berkepanjangan,PERMASA-Kupang :Bupati Sabu Raijua Gagal Realisasi Janji Kampanye 

Sabtu, 14 Februari 2026 - 06:08 WIB

Gubernur NTT Melki Laka Lena komitmen akan tindak tegas dan pidanakan oknum yang manipulasi data orang miskin di NTT

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:37 WIB

Viral, Bayi 11 Bulan di TTS Dicekoki Miras oleh Ayah Kandung

Senin, 9 Februari 2026 - 18:42 WIB

Sidang Lanjutan Gugatan RUPTL 2025–2034: Saksi ESDM Akui Penambahan Porsi IPP

Berita Terbaru