Gubernur NTT Kunjungi Keluarga YBR di Ngada, Sampaikan Duka dan Permohonan Maaf

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ngada, NTTPedia.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena secara langsung mengunjungi keluarga YBR (10), siswa kelas IV SD asal Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, yang meninggal dunia akibat bunuh diri beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut dilakukan pada Sabtu, (7/2/2026). Kehadiran Gubernur Melki merupakan bentuk empati dan tanggung jawab moral pemerintah atas peristiwa yang menyita perhatian publik tersebut.

Dalam kunjungan itu, Gubernur menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam kepada keluarga korban, yakni Maria Goreti Te’a (ibu korban), Wilhelmina Nenu (nenek), serta Ardianus Niga dan Aulita F. Mbe’e (kakak korban).

Gubernur juga menyempatkan diri mengunjungi makam YBR untuk berdoa. “Kepergian anak kita YBR ini bukan hanya duka bagi keluarga dan warga Ngada, tetapi juga menjadi duka bagi kita semua, bahkan duka nasional,” ujar Gubernur Melki di hadapan keluarga.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat hadir secara langsung. “Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, kami mohon maaf dan menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga,” katanya.

Gubernur mengakui bahwa peristiwa ini menjadi refleksi bagi pemerintah untuk berbenah. Menurutnya, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Melalui peristiwa ini, kami menyadari masih banyak hal yang harus dibenahi, terutama dalam mengurus masyarakat dan memahami kondisi setiap keluarga, khususnya yang berada dalam situasi rentan,” ungkapnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan pelayanan publik di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, serta penanganan kemiskinan secara lebih serius.

“Kami mohon maaf dan mohon ampun. Ke depan, bersama Bapak Presiden dan para menteri, kami ingin bekerja lebih baik lagi dalam melayani masyarakat,” lanjut Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya peran seluruh pranata sosial, termasuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh budaya, dan masyarakat, dalam menjaga keberlangsungan hidup serta kesejahteraan warga.

“Semua pranata yang kita miliki—pemerintahan, sosial, adat, budaya, dan keagamaan—harus bekerja secara maksimal untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut menitipkan pesan agar masyarakat terus menjaga solidaritas, empati, dan nilai-nilai gotong royong.

“Saya titip agar solidaritas, kepedulian, kerja sama, gotong royong yang menjadi warisan leluhur tetap dijaga. Kita harus baku jaga, baku sayang, dan baku bantu,” katanya.

Mengakhiri pernyataannya, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah mengawal dan memberitakan peristiwa ini secara berimbang.

“Terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis yang sejak awal mengawal peristiwa ini dengan baik, memberikan masukan dan kritik yang membuat kami bisa berintrospeksi dan bekerja lebih baik ke depan,” pungkasnya.

Turut mendampingi Gubernur NTT dalam kunjungan tersebut antara lain Bupati Ngada Raymundus Bena, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere, unsur Forkopimda, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Berita Terkait

Maju Cakades Loce, Wilibrodus Rian Usung Visi Penguatan Pertanian, Wisata Budaya, dan UMKM
Kunker ke Maurole, Kapolres Ende Tekankan Polisi Humanis dan Siaga Kamtibmas
APBD hingga Upah Buruh Jadi Perhatian Pemkab Ende, Kabag Hukum Tekankan Pengawasan Ketat
Program Ina Kasih Dipuji Komisi IX DPR RI Saat Kunjungan Kerja di Kota Kupang
Tunggakan Lampu SEHEN di Flores Tembus Rp325 Juta, PLN Turun Tangan Temui Warga dan Kepala Desa
Inovasi Siswa SMK Teknik Anugerah Soe Bikin Takjub Wakil Wali Kota Kupang
Pimpin Upacara Harkitnas, Serena Francis Tekankan Kedaulatan Digital dan Literasi Anak
Kota Kupang Jadi Percontohan Program Kesejahteraan Anak Terintegrasi UNICEF

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:38 WIB

Maju Cakades Loce, Wilibrodus Rian Usung Visi Penguatan Pertanian, Wisata Budaya, dan UMKM

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:04 WIB

Kunker ke Maurole, Kapolres Ende Tekankan Polisi Humanis dan Siaga Kamtibmas

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:23 WIB

APBD hingga Upah Buruh Jadi Perhatian Pemkab Ende, Kabag Hukum Tekankan Pengawasan Ketat

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:34 WIB

Program Ina Kasih Dipuji Komisi IX DPR RI Saat Kunjungan Kerja di Kota Kupang

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:30 WIB

Tunggakan Lampu SEHEN di Flores Tembus Rp325 Juta, PLN Turun Tangan Temui Warga dan Kepala Desa

Berita Terbaru