Produksi Minyak Indonesia Melampaui Target, Akademisi NTT Nilai Sinyal Positif Bagi Fondasi Ekonomi Nasional

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id,- Peningkatan lifting minyak nasional yang telah mencapai 608 ribu barel per hari dan melampaui target APBN 2025 sebesar 605 ribu barel per hari dinilai menjadi indikator awal penguatan fundamental ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.

Pakar energi Universitas Nusa Cendana, Prof. Fredrik L. Benu, menyebut tren kenaikan produksi tersebut mencerminkan kebijakan energi yang efektif dalam mengurangi ketergantungan impor dan memperbaiki neraca perdagangan migas.

” Kita naik dari sekitar 600 ribu jadi hampir 700 ribu barel. Itu antaranya memaksimalkan sumur-sumur yang sudah ada dan eksplorasi sumur baru,” ujarnya dalam Diskusi Kebijakan Publik Energi bertajuk Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran dari Sudut Pandang Energi di Kupang, Senin (3/11/2024).

Menurutnya, peningkatan lifting juga dipengaruhi optimalisasi sumur minyak rakyat dan sumur tua yang saat ini dijalankan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia optimistis produksi dapat mencapai 1 juta barel per hari jika proses pendataan dan eksplorasi berjalan konsisten.

“Potensi minyak kita masih besar. Selain bauran energi, eksplorasi harus diperkuat,” tegasnya.

Pakar ekonomi UKAW Kupang, Dr. Frits Fanggidae, menilai capaian lifting menjadi sinyal positif bagi daya dukung ekonomi nasional ke depan, khususnya dalam menjaga stabilitas harga energi dan meningkatkan kapasitas produksi industri dalam negeri.

“Lifting mencerminkan kekuatan penawaran dan permintaan dalam ekonomi. Produksi energi yang kuat memberi ruang bagi stabilitas ekonomi dan pertumbuhan industri,” katanya.

Baca Juga :  BRI Jalin Kerja Sama Implementasi Aplikasi PSIAP bersama Dirjen Pajak Kemenkeu RI

Namun ia mengingatkan pentingnya mengimbangi peningkatan lifting dengan pengembangan energi baru terbarukan agar kemandirian energi tercapai secara menyeluruh.

Di sisi lain, Guru Besar Kebijakan Publik Prof. Dr. David B. W. Pandie menilai arah kebijakan energi pemerintah sudah tepat dan strategis bagi stabilitas ekonomi-politik nasional.

Energi adalah fondasi kehidupan. Ketika pasokan terganggu, bukan hanya ekonomi yang terdampak, tetapi stabilitas negara,” ujarnya.

Para akademisi sepakat tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran menjadi fase penting meletakkan fondasi kemandirian energi nasional, selaras dengan upaya memperkuat daya tahan ekonomi jangka panjang.(sj)

Berita Terkait

DPMD NTT Ajak Kaum Muda Angkat 44 Produk OVOP ke Level Nasional Lewat Lomba Video TikTok Berhadiah Rp 22,5 Juta
44 Desa OVOP di NTT Sudah Penuhi Legalitas, Izin BPOM dan Sertifikasi Halal
Gubernur Melki Genjot Hilirisasi Produk melalui OVOP, OCOP dan OSOP di 3.177 Desa dan Kelurahan
Sentuhan Kasih Simon Petrus Kamlasi, Umat Stasi Paulus Rasul Lamanepa Kini Miliki Kapela Sendiri
Hanya 10 Anggota DPRD TTU Yang Bawa Keluarga dan Gunakan Dana Pribadi
Study Banding Sambil Liburan, 30 Anggota DPRD TTU Boyong Keluarga ke Bali
Video Pegawai Koperasi Cari Erwin, Pakai Uang Nasabah untuk  Main VIR
Kepala OJK NTT Paparkan Langkah Masif Cegah Investasi Ilegal, Edukasi Sudah Jangkau Hampir Seluruh NTT

Berita Terkait

Kamis, 27 November 2025 - 14:34 WIB

44 Desa OVOP di NTT Sudah Penuhi Legalitas, Izin BPOM dan Sertifikasi Halal

Kamis, 27 November 2025 - 12:06 WIB

Gubernur Melki Genjot Hilirisasi Produk melalui OVOP, OCOP dan OSOP di 3.177 Desa dan Kelurahan

Kamis, 27 November 2025 - 09:38 WIB

Sentuhan Kasih Simon Petrus Kamlasi, Umat Stasi Paulus Rasul Lamanepa Kini Miliki Kapela Sendiri

Rabu, 26 November 2025 - 11:47 WIB

Hanya 10 Anggota DPRD TTU Yang Bawa Keluarga dan Gunakan Dana Pribadi

Rabu, 26 November 2025 - 09:17 WIB

Study Banding Sambil Liburan, 30 Anggota DPRD TTU Boyong Keluarga ke Bali

Berita Terbaru