Oknum Pendamping PKH di Malaka Diduga Gelapkan Dana Rp28 Juta Milik Warga

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 17:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Malaka, NTTPedia.id – Sebanyak tiga orang warga Desa Rai Samane, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah dua tahun tidak lagi menerima Program Keluarga Harapan (PKH), diduga telah digelapkan oleh oknum pendamping.

Kepala Desa Rai Samane Agustinus Nahak saat dihubungi NTTPedia menjelaskan, tiga orang warganya sudah dua tahun tidak menerima hak mereka, semenjak ATM beserta buku rekening dibawa oleh oknum pendamping PKH berinisial AB alias Yanto.

“Pendamping PKH datang ambil ATM dan buku rekening lalu ambil uang PKH milik tiga orang warga saya secara diam-diam,” ungkapnya, Jumat (10/10/2025).

Menurut Agustinus Nahak, total uang yang diduga diambil oleh pendamping PKH tersebut sebesar Rp28 juta. Ketiga warganya tidak menerima hak mereka semenjak tahun 2024 hingga saat ini.

“Kami sudah lakukan pendekatan dengan yang bersangkutan dan dia mengakui. Dia janji akan kembalikan uang sebanyak Rp28 juta itu utuh pada tanggal 15 Oktober mendatang,” ujarnya.

Jika kesepakatan itu dilanggar, Agustinus Nahak akan membawa persoalan ini ke ranah hukum karena hak ketiga orang warganya telah diambil diam-diam oleh oknum pendamping PKH.

Agustinus Nahak menceritakan, awalnya dia mendapatkan laporan dari salah satu warganya yang menjadi korban bahwa sudah dua tahun tidak lagi menerima PKH.

Karena geram, ia kemudian melakukan pendekatan dengan oknum pendamping PKH yang bertugas di Desa Rai Samane. AB mengakui perbuatannya dan berjanji akan mengembalikan uang yang telah diambil dari rekening ketiga penerima.

“Jika tanggal 15 sesuai kesepakatan dia tidak kembalikan uang milik ketiga warga saya ini, saya akan buat laporan di Polres Malaka,” tutup Agustinus Nahak.

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Berita Terbaru