Kupang, NTTPedia.id,- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Lakalena akhirnya buka suara terkait insiden Persekusi yang dialami Kepala Badan Kepegawaian (BKD), Yos Rasi. Yos Rasi di persekusi oleh oknum yang mengaku sebagai tim sukses (timses) paket Melki-Johni usail pelantikan eselon 3-4 belum lama ini.
Dalam sebuah video yang beredar di platform Facebook, Melki menegaskan bahwa tim sukses yang mendukung dirinya pada masa pilkada sudah tidak lagi berperan sejak pelantikan. Video yang diunggah itu tidak dijelaskan dalam momentum apa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun dalam video itu di maksudkan menanggapi maraknya perbincangan publik terkait adanya dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam urusan pemerintahan, termasuk di lingkungan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
“Yang pasti tim Melki Johny itu sudah selesai sejak kita selesai juga dengan pelantikan. Jadi tim sukses itu sudah selesai bahkan sebelum pelantikan,” kata seperti dikutip dari video, Jumat, 10/10/2025.
Belakangan situasi sempat memanas di media sosial setelah muncul kabar Ketua BKD diteror oleh pihak yang disebut-sebut bagian dari tim Melki Johny. Menanggapi hal ini, Gubernur menegaskan semua proses di pemerintahan kini berjalan berdasarkan sistem yang berlaku.
Bahkan Yos Rasi dikaitkan dengan salah pasangan yaitu Ansy Lema-Jane Natalia. Yos dituduh oleh akun akun Facebook sebagai Tim Ansy-Jane yang gagal terpilih.
“Bahwa ada masukan dari teman-teman kami dulu menjadi tim sukses, tentu itu tidak bisa dihindari. Tapi semua kami tempatkan dalam sistem yang benar untuk memproses berbagai hal termasuk urusan seleksi jabatan eselon 3-4 kemarin,” tegasnya.
Melki juga meminta seluruh pihak, termasuk BKD dan unit terkait, menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi agar ke depan proses pemerintahan berjalan lebih baik.
“Yang terjadi kemarin harus jadi evaluasi terbaik bagi teman-teman di BKD dan yang lain untuk memperbaiki apa yang salah. Harus ada perbaikan berkelanjutan dari proses yang sudah dilalui,” ujarnya.
Menurutnya kritik dari masyarakat merupakan bagian penting untuk memperbaiki kinerja pemerintah daerah.
“Gubernur pun harus dievaluasi. Hampir setiap hari dikasih masukan, dari yang lunak sampai yang keras. Tapi itu vitamin bagi kami untuk memperbaiki diri,” pungkasnya.(AP)


















