Labuan Bajo, NTTPedia.id,- Suasana haru menyelimuti Posko Tim SAR Gabungan di Pelabuhan Waterfront Marina, Labuan Bajo, Selasa, 30/12/2025. Di tempat itulah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, bertemu langsung dengan istri dan keluarga korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah asal Spanyol.
Keluarga korban didampingi perwakilan Kedutaan Besar Spanyol serta penasihat hukum menanti dengan cemas kabar tentang tiga anggota keluarga mereka yang hingga kini masih belum ditemukan.
Tampak Melki Laka Lena memeluk erat salah satu keluarga korban KM Sakinah yang berasal dari Spanyol. Wanita itu tampak menangis dalam posisi berlutut dihadapan Melki Laka Lena. Melki pung memeluknya sambil mengajaknya berdiri . Melki terlihat memberikan kalimat penguatan kepada wanita itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikutip dari halaman Facebooknya, Melki Laka Lena menjelaskan kehadirannya di Labuan Bajo untuk memastikan komitmen pemerintah untuk terus mendampingi keluarga korban dan memastikan seluruh upaya pencarian dilakukan secara maksimal, terkoordinasi, dan manusiawi.
Dalam pertemuan tersebut, Melki menegaskan bahwa seluruh upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal, terkoordinasi, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Pemerintah, kata dia memastikan bahwa keluarga korban tidak berjalan sendiri menghadapi musibah ini.
Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mewakili Presiden dan seluruh jajaran, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar. Pemerintah hadir sepenuhnya dan terus bekerja bersama Tim SAR Gabungan untuk menemukan para korban secepat mungkin, ” kata Melki.
Selain menemui keluarga korban, Gubernur Melki juga menggelar rapat koordinasi dengan Tim SAR Gabungan dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk memastikan proses pencarian berjalan optimal.
Ia mengatakan upaya pencarian tidak hanya difokuskan pada aspek teknis tetapi juga memperhatikan pendekatan sosial dan kultural yang hidup di tengah masyarakat NTT.
” Selain upaya teknis, kami sepakat melibatkan tokoh adat dan tokoh agama setempat sebagai bentuk ikhtiar bersama. Di NTT, nilai adat, iman, dan kebersamaan selalu berjalan seiring. Hari ini (31/12), kami akan turun langsung ke lokasi kejadian bersama para tokoh adat dan agama untuk berdoa dan mendukung pencarian tiga korban yang masih hilang, ” kata Melki.

Melki menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Tim SAR Gabungan, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh pihak yang tanpa lelah menjalankan tugas kemanusiaan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan agar para korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.(AP)


















