Undana Ajukan Pembukaan Prodi Kenotariatan, Perkuat Layanan Hukum di NTT

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.id,- Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah strategis untuk memperkuat layanan hukum di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., menemui Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum RI, Dr. Widodo, S.H., M.H., guna mengajukan rencana pembukaan Program Studi (Prodi) Kenotariatan, Selasa, 10/3/2026.

 

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Hukum RI, Jakarta tersebut merupakan inisiatif Undana sebagai respons atas tingginya kebutuhan tenaga notaris di wilayah timur Indonesia. Dalam audiensi itu, Rektor Undana hadir didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., Dekan Fakultas Hukum Undana, Dr. Simplexius Asa, S.H., M.H., serta Ketua Pengurus Wilayah NTT Ikatan Notaris Indonesia (INI), Zantje M. Voss Tomasowa, S.H., M.Kn.

 

Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menjelaskan bahwa terdapat dua poin utama yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Pertama, Undana menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan pendidikan kenotariatan seiring rencana pembukaan moratorium program studi kenotariatan oleh pemerintah. Kedua, pihak kampus secara resmi memohon rekomendasi dari Direktorat Jenderal AHU sebagai salah satu syarat administratif.

 

“Kami berharap mendapatkan rekomendasi tersebut sebagai bagian dari persyaratan administrasi sebelum pengajuan pembukaan prodi diproses lebih lanjut di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) RI,” ujar Prof. Jefri.

 

Wakil Rektor I Undana, Prof. Annytha I. R. Detha, menambahkan bahwa rekomendasi dari Kementerian Hukum memiliki peran penting sebagai legal standing dalam proses pengajuan program studi baru. Rekomendasi tersebut akan mempermudah koordinasi lintas kementerian saat verifikasi kebutuhan dan kesiapan program studi dilakukan oleh pihak Dikti Saintek.

 

Urgensi pembukaan Prodi Kenotariatan di Undana juga diperkuat oleh data Ikatan Notaris Indonesia (INI) Wilayah NTT. Ketua Pengwil INI NTT, Zantje M. Voss Tomasowa, mengungkapkan bahwa jumlah notaris di NTT saat ini masih sangat terbatas dan penyebarannya belum merata.

 

Menurutnya saat ini hanya terdapat sekitar 150 notaris yang melayani lebih dari 20 kabupaten/kota di NTT. Bahkan sekitar 45 persen notaris masih terkonsentrasi di Kota Kupang, sementara di sejumlah kabupaten lainnya hanya terdapat satu notaris.

 

“Pembukaan prodi di Undana akan sangat membantu putra daerah yang ingin menempuh pendidikan kenotariatan namun terkendala biaya jika harus melanjutkan studi ke luar daerah,” jelas Zantje.

 

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Undana, Dr. Simplexius Asa, menjelaskan bahwa Prodi Kenotariatan nantinya akan berada di bawah pengelolaan Fakultas Hukum sebagai Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Ia menilai kesiapan sumber daya dosen untuk pengajaran teori hukum secara umum sudah memadai.

 

“Kesiapan sumber daya dosen cukup. Untuk pengajar dengan spesialisasi kenotariatan, kami akan segera melakukan rekrutmen sesuai ketentuan yang berlaku bagi Perguruan Tinggi Negeri,” kata Simplexius.

 

Melalui inisiatif ini, Undana berharap dapat mencetak praktisi hukum yang kompeten dalam penyusunan akta otentik dan berbagai dokumen hukum lainnya, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (Ing)

 

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Berita Terbaru