ASN dan PPPK Dinas Pendidikan NTT Jadi Motor Penggerak Sukseskan Pergub Melki-Johni tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu ASN lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT sedang mendampingi anaknya belajar dirumah. Foto : Repro

Salah satu ASN lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT sedang mendampingi anaknya belajar dirumah. Foto : Repro

Kupang, NTTPedia.id,- Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi motor penggerak dalam menyukseskan implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma.

 

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan keterlibatan langsung para ASN dan PPPK yang telah memiliki anak usia sekolah maupun yang berstatus sebagai wali murid untuk terlebih dahulu menerapkan ketentuan dalam Pergub tersebut di lingkungan keluarga masing-masing. Langkah ini diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat sekaligus memperkuat efektivitas implementasi Gerakan Jam Belajar Masyarakat di seluruh wilayah NTT.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menegaskan keberhasilan kebijakan tersebut membutuhkan keteladanan seluruh ASN dan PPPK terutama dalam menciptakan budaya belajar di lingkungan keluarga masing-masing.

 

Menurut Ambrosius, Gerakan Jam Belajar Masyarakat merupakan upaya membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah dan masyarakat. Melalui kebijakan tersebut, peserta didik didorong untuk belajar di rumah setiap hari pada pukul 18.00 hingga 19.30 WITA dengan pendampingan orang tua atau wali.

 

” ASN dan PPPK harus menjadi contoh terdepan dalam mendukung gerakan ini. Dimulai dari keluarga sendiri dengan memastikan anak-anak memanfaatkan waktu belajar secara optimal di rumah,” katanya.

 

Ia menjelaskan program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan capaian akademik peserta didik tetapi juga memperkuat karakter, menumbuhkan budaya literasi, membangun disiplin belajar serta mengurangi aktivitas yang kurang produktif di luar jam sekolah.

 

Karena itu, Ambrosius mengajak seluruh ASN dan PPPK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT untuk berperan aktif menyosialisasikan dan mengimplementasikan Gerakan Jam Belajar Masyarakat di lingkungan masing-masing. (AP)

 

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Bank NTT Mulai Restrukturisasi Kredit Terdampak Gempa Flores, Portofolio Capai Rp79 Miliar

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:51 WIB

Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027

Berita Terbaru