Waibakul, NTTPedia.id,- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar saat meresmikan NTT Mart berbasis One School One Product (OSOP) di SMKN 1 Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah, Selasa, 16/6/2026.
Peresmian NTT Mart tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi Pergub NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat. Dalam kegiatan itu, Gubernur didampingi Wakil Bupati Sumba Tengah M. Umbu Djoka, Anggota DPRD NTT, Anton Mahemba, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo.
Dalam kesempatan tersebut, Melki Laka Lena turut membeli sejumlah produk hasil karya siswa yang dipajang di NTT Mart. Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk dukungan terhadap kreativitas dan semangat berwirausaha generasi muda NTT.
” Saya sengaja membeli produk karya siswa. Karena saya ingin anak-anak NTT percaya bahwa masa depan mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja,” kata Melki seperti dikutip dari halaman Facebook Melki Laka Lena, Selasa, 16/06/2026.
Ia menilai program One School One Product menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan mental kewirausahaan peserta didik sejak dini. Melalui program ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga ruang untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi yang dapat bersaing di masyarakat.
Selain mendorong penguatan pendidikan vokasi dan kewirausahaan, Melki juga menyoroti kualitas pendidikan di NTT yang masih menghadapi tantangan serius. Ia mengungkapkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menempatkan NTT pada peringkat ke-36 dari 38 provinsi di Indonesia.
” Hasil TKA ini menjadi alarm bagi kita semua. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung implementasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat. Melalui kebijakan tersebut, masyarakat didorong menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi anak-anak setiap hari pada pukul 18.00 hingga 19.30 Wita.
Menurut Gubernur, keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.
” Pukul 18.00 sampai 19.30, mari beri ruang bagi anak-anak untuk belajar. Matikan dulu kebisingan, hidupkan kembali kebersamaan keluarga,” ajaknya.
Ia berharap Gerakan Jam Belajar Masyarakat dapat menjadi momentum untuk membangun budaya belajar yang kuat di NTT sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo mengatakab Peresmian NTT Mart di SMKN 1 Waibakul menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong lahirnya generasi muda yang produktif, kreatif, dan mandiri melalui penguatan pendidikan vokasi dan kewirausahaan berbasis sekolah.
Menurut Ambrosius, program One School One Product (OSOP) tidak hanya menjadi sarana pemasaran hasil karya peserta didik, tetapi juga media pembelajaran yang membentuk karakter, keterampilan, dan jiwa usaha siswa sejak berada di bangku sekolah.
” Melalui NTT Mart, siswa belajar menghasilkan produk yang berkualitas, memahami proses bisnis, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat berwirausaha. Ini adalah bagian dari upaya kita menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri maupun masyarakat,” ujar Ambrosius
.
Ia menambahkan, keberadaan NTT Mart menjadi bukti bahwa sekolah vokasi di NTT mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan memiliki daya saing. Karena itu, pihaknya akan terus mendorong pengembangan program OSOP di seluruh satuan pendidikan agar setiap sekolah memiliki produk unggulan yang lahir dari potensi lokal dan kreativitas peserta didik.
” Kami ingin sekolah menjadi pusat lahirnya inovasi dan kewirausahaan. Ketika produk-produk siswa mendapat tempat di pasar, maka kepercayaan diri mereka tumbuh dan pendidikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” katanya.(AP)







