Datang Sejak Awal, Ratusan Siswa di Kupang Justru Ditolak Masuk Lokasi TKA Ganesha Operation

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 14:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi protes oleh orang tua di pintu masuk Graha Undana akibat tidak diperbolehkan masuk ruangan TKA

Aksi protes oleh orang tua di pintu masuk Graha Undana akibat tidak diperbolehkan masuk ruangan TKA

Kupang, NTTPedia.id,- Ratusan siswa SD dan SMP di Kota Kupang harus menelan kekecewaan setelah tidak dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan Ganesha Operation di Graha Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Senin.27/07/2026.

Sejak pukul 12 00 WITA, para siswa bersama orang tua telah memadati lokasi pelaksanaan. Namun, banyak peserta tidak diperkenankan memasuki gedung karena kapasitas Graha Undana dinilai tidak mampu menampung seluruh peserta yang hadir.

Dalam keterangannya di hadapan para peserta dan orang tua, panitia pelaksana, Rudolph, mengatakan keputusan tersebut diambil semata-mata demi mengutamakan keselamatan seluruh peserta.

” Keselamatan bapak ibu lebih penting, adik-adik lebih penting. Ini banyak anak-anak bapak ibu. Saya tidak akan mau mengambil risiko. Maka saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.Terima kasih. Maaf, maaf bapak ibu,” ujar Rudolph melalui pengeras suara

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat tetap dapat mengikuti jalannya kegiatan melalui siaran di kanal YouTube.

Rudolph menjelaskan pembatasan peserta dilakukan karena mempertimbangkan daya tampung gedung yang tidak memadai. Mereka memilih mengutamakan aspek keselamatan dibanding memaksakan seluruh peserta masuk ke dalam ruangan yang sudah penuh.

Keputusan tersebut memicu kekecewaan sejumlah siswa dan orang tua. Pasalnya, mereka telah datang sejak awal dengan harapan dapat mengikuti TKA, namun akhirnya harus kembali tanpa mengikuti kegiatan.

Sempat terjadi protes keras para orang tua murid yang kecewa karena sudah meluangkan waktu untuk mengantar ke lokasi kegiatan TKA. Bahkan salah satu guru yang berada di lokasi kejadian melontar kekecewaan terhadap pihak penyelenggara.

Guru yang tidak menyebutkan namanya ini mengkritik penyelenggara yang tidak profesional dalam membagi sesi pelaksanan TKA.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak penyelenggara mengenai kemungkinan penjadwalan ulang atau solusi bagi peserta yang tidak dapat mengikuti TKA tersebut.(AP)

Berita Terkait

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026
Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang
Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO
Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT
Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi
Gilang Asal Ende Raih Runner Up Putra Pariwisata Indonesia 2026, Levico Butik Jadi Pendukung Utama
Pendidikan Jadi Satu-satunya Kelompok yang Deflasi di NTT, Capai 3,25 Persen
Gempa M3,1 Kembali Guncang Kabupaten Kupang, Berpusat di Laut

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:24 WIB

Apresiasi Insan Penyiaran, KPID NTT Siapkan Anugerah Penyiaran 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Viktor Laiskodat Sediakan Traktor Besar untuk Pengolahan Lahan Pertanian di Amfoang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Kredit Petani Rumput Laut Sumba Timur Catat NPL 0 Persen, Bank NTT Raih Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Julie Sutrisno Laiskodat Tak Hanya Cetak Juara, tetapi Siapkan Masa Depan Atlet Kempo NTT

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Gempa M6,1 Sumba Barat Daya, 91 Rumah Rusak dan 3 KK Mengungsi

Berita Terbaru