Kupang, NTTPedia.id,- Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Senin, 17/8/2026 berupaya menyalurkan bantuan kepada ratusan warga yang mengungsi di Desa Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, yang dilaporkan mengalami kekurangan makanan pascagempa Flores.
Upaya tersebut dilakukan setelah PA GMNI NTT mendapat informasi dari pemberitaan Kompas.id mengenai kondisi para pengungsi yang telah kehabisan persediaan makanan dan mulai mengalami kelaparan.
Ketua PA GMNI NTT, Yoseph Dasi Djawa, mengatakan pihaknya langsung berusaha mencari cara agar bantuan dapat segera dikirim ke wilayah tersebut. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil karena terkendala sulitnya akses menuju lokasi serta keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) untuk mobilisasi kendaraan.
” Kami sejak Senin berusaha untuk mendrop bantuan ke Rendu Butowe setelah mendapat informasi dari pemberitaan Kompas. Kami berusaha mencari akses dan kontak warga di lokasi, tetapi sampai sekarang masih terkendala akses dan BBM untuk mobilisasi,” ujar Yoseph.
Yoseph mengatakan pihaknya kemudian berkoordinasi untuk mendapatkan kontak warga yang berada langsung di lokasi. Setelah mendapatkan nomor kontak, Ia mengatakan warga tersebut dimintai bantuan untuk berbelanja di lokasi bila ada kios dan toko yang menjual sembako agar bisa dibagikan ke warga yang terdampak.
Namun, upaya tersebut kembali menghadapi kendala. Warga tersebut kesulitan membeli bahan makanan karena stok di sejumlah toko dan kios di sekitar wilayah tersebut mulai menipis.
” Kontak warga sudah kami dapatkan untuk kami kirimkan uang agar bisa dibelanjakan langsung di lokasi. Tetapi masalahnyaa toko dan kios juga tidak bisa banyak mengeluarkan barang karena stok mereka sudah menipis,” jelas Yoseph.
Kepala Posko Tanggap Gempa Flores PA GMNI NTT, Yohanes Hamba Lati, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam upaya penyaluran bantuan ke wilayah yang aksesnya sulit dijangkau.
Menurut Yohanes, bantuan tidak cukup hanya disiapkan, tetapi juga membutuhkan jalur distribusi yang memungkinkan bantuan tersebut benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan.
” Persoalannya bukan hanya bagaimana menyiapkan bantuan tetapi bagaimana bantuan itu bisa sampai ke lokasi. Akses menjadi kendala, kemudian BBM juga terbatas. Ketika kami mencoba menyalurkan melalui warga di lokasi, stok makanan di toko dan kios juga sudah menipis,” kata Yohanes.
Yohanes optimis bantuan pangan ke Rendu Butowe bisa didrop hari ini, Selasa, 18/08/2026 dari Mbay. Ia mengatakan salah satu warga di Mbay sedang berusaha mencari BBM agar bisa mengantar bantuan bagi warga yang sangat membutuhkan bantuan. (AP)







