Bajawa, NTTPedia.id,- Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) Yunus Takandewa menyerahkan bantuan berupa beras dan telur kepada warga terdampak gempa di Kamp Bokua, Kelurahan Bajawa, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Jumat, 25/09/2026.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kemanusiaan PDI Perjuangan yang terus berlangsung sejak masa tanggap darurat gempa Flores.
Yunus mengatakan, kehadiran partai di tengah masyarakat terdampak merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. Karena itu kata Yunus jajaran PDI Perjuangan NTT terus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak.
Menurut Yunus, bantuan pangan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat dalam situasi pascabencana. Karena itu, kader dan struktur partai di daerah diminta tetap berada di tengah masyarakat dan melihat secara langsung kebutuhan warga.
Sebelumnya juga Yunus juga menginstruksikan jajaran kader, badan, sayap partai, dan relawan PDI Perjuangan untuk terus bergerak membantu masyarakat terdampak gempa Flores.
” Terus berjuang bersama untuk penanganan darurat. Fokus utama kita adalah urusan hidup masyarakat terdampak. Tidak boleh ada yang kelaparan karena tidak ada makan dan minum atau air bersih,” kata Yunus.
Yunus menegaskan gerakan kemanusiaan tersebut harus terus dikawal. Kehadiran kader di lapangan diharapkan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat terdampak terus dipantau selama proses tanggap darurat dan pemulihan.
Penyerahan bantuan beras dan telur di Kamp Bokua menjadi salah satu bentuk keberlanjutan gerakan tersebut. Bantuan tersebut kata Yunus diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang masih menghadapi dampak gempa.
Gerakan kemanusiaan tersebut tidak hanya dilakukan melalui penyaluran bantuan pangan di daerah. DPP PDI Perjuangan juga mengerahkan sumber daya kesehatan untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Flores.
DPP PDI Perjuangan memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati menuju NTT pada 20 Agustus 2026. Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut pengerahan kapal tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk memperkuat tim Baguna dan relawan kesehatan yang telah lebih dahulu berada di Flores.
RSA Laksamana Malahayati kemudian menjalankan misi pelayanan kesehatan dan kemanusiaan di wilayah terdampak. Kapal tersebut membawa tenaga kesehatan, obat-obatan, serta perlengkapan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk perhatian terhadap kelompok rentan.(AP)







