BRI Gunakan Data untuk Berinovasi

- Jurnalis

Selasa, 18 Februari 2025 - 19:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, NTTPedia.id,- Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin sengit, diferensiasi layanan menjadi tantangan utama bagi para pelaku bisnis. Kini, layanan yang ditawarkan oleh satu bank nyaris serupa dengan bank lainnya, membuat kompetisi semakin ketat.

 

“BRI menjawab tantangan-tantangan tersebut dengan melakukan transformasi,” kata Head of Enterprise Data Management & Analytics PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI, Ajutorius Pinem.

 

Ada dua transformasi yang dilakukan bank berpelat merah ini. Pertama, perubahan di bidang culture. Di bidang ini, BRI berusaha menajamkan kembali culture yang ada di dalam organisasi termasuk semakin membuka pikiran akan perubahan.

 

Kedua, perubahan di bidang digital. Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju,

sebuah layanan atau institusi seperti perbankan dengan bisnis usaha yang sudah terbangun sejak lama memiliki pekerjaan rumah untuk menggunakan teknologi terbaru agar relevan  terhadap kebutuhan saat ini.

 

Salah satu contohnya, kata dia, saat ini proses kredit dapat dilakukan hanya dengan waktu dua hari dari sebelumnya bisa memakan waktu hingga dua minggu. “Ini inovasi yang radikal untuk kami di BRI. Dengan digitalisasi dan efisiensi dan produktivitas di internal kami meningkat,” kata Ajutorius.

 

Dia melanjutkan, inovasi yang dilakukan BRI tersebut berawal dari data. “Dengan data, kami memiliki visibilitas terhadap proses-proses yang terjadi di internal bisnis,” ujarnya.

 

Dari data itulah, kata dia, manajemen BRI bisa melihat proses bisnis yang perlu dievaluasi dan kurang efisien sehingga bisa diperbaiki hingga menjawab kebutuhan customer. Data analitik bagi bisnis dapat membantu para tenaga pemasar dan pemangku kepentingan untuk dapat mengambil keputusan secara real time dan cepat.

 

“Konsep ini membantu BRI dalam memperbaiki bisnis proses, inovasi model bisnis, dan penatakelolaan kerja yang memadukan digitalisasi, jaringan, serta layanan financial advisor,” katanya.

 

Selain itu, salah satu inovasi BRI dengan menggunakan data adalah Agen BRILink. Agen BRILink merupakan mitra resmi BRI yang mampu menyalurkan layanan transaksi keuangan langsung ke masyarakat. Hingga 2024, agen BRILink sudah mencapai 1 juta agen di seluruh Indonesia dengan nilai transaksi mencapai Rp1.583 triliun.

 

Agen BRILink merupakan upaya BRI sebagai agent of service yang menyediakan layanan-layanan perbankan dan agen of development yang memberdayakan masyarakat yang belum terjangkau layanan finansial.

 

Lebih lanjut Ajutorius mengatakan, masalah utama perusahaan besar adalah cara menggerakkan bisnis agar tetap relevan dengan kebutuhan dan zaman saat ini. Banyak perusahaan tidak mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan sehingga akhirnya secara bisnis harus tergerus hingga harus gulung tikar.

 

BRI juga berupaya agar bisnis perusahaan tetap relevan dengan kondisi terkini. Banyak

sekali perubahan dan tantangan yang terjadi salah satunya adalah di sisi customer. “Dahulu, customer datang ke bank untuk mendapatkan layanan yang ada di bank. Namun, saat ini customer ingin layanan perbankan hadir di genggaman mereka,” ungkapnya.

 

Selain itu, tuntutan customer terhadap layanan yang reliable hingga pertumbuhan jumlah

customer yang secara finansial sudah melek di Indonesia sudah signifikan, membuat perbankan harus melakukan perubahan.

IDE Katadata 2025 merupakan forum diskusi yang mengangkat berbagai topik seperti pangan, industri, digital, keuangan dan energi. Masing-masing sesi menghadirkan pembicara ahli dan digawangi oleh moderator berpengalaman.

Sejak diadakan pada 2019, forum ini berhasil menghadirkan pembicara berkualitas dari kalangan pejabat publik, pemimpin bisnis serta tokoh dan pembicara internasional.

Berita Terkait

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak
Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026
BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng
Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol
Kemendagri Resmi Berhentikan Bupati Gowa Usai MA Kabulkan Pemakzulan Oleh DPRD Gowa
Geografi Kepulauan Jadi Tantangan TKA di NTT, Kadis PK Minta Kesetaraan Akses
Dinas Pendidikan NTT Susun dan Telaah Soal TKA SD-SMP untuk Persiapan Ujian 2027
BBM Subsidi Langka di NTT, PA GMNI NTT Desak Evaluasi Kuota dan Pengawasan Distribusi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Reses di Maulafa, Viktor Laiskodat Janjikan Empat Sumur Bor hingga Program Pendidikan Anak

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WIB

Maisie A.C Nahas Bawa Nama NTT ke Panggung Budaya Indonesia–Malaysia 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

BRI Serahkan Ambulans untuk Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan di Ruteng

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Lindungi Keuangan Keluarga, Julie Laiskodat Ingatkan Bahaya Pinjol Ilegal dan Judol

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Kemendagri Resmi Berhentikan Bupati Gowa Usai MA Kabulkan Pemakzulan Oleh DPRD Gowa

Berita Terbaru