Ratusan Mahasiswa Asal TTU Terancam Gagal Kuliah, Pemda Diminta Segera Pastikan Program KIP

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, NTTPedia.id – Ratusan anak asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang berasal dari keluarga kurang mampu kini dilanda kecemasan.

Harapan besar mereka untuk menempuh pendidikan tinggi melalui program kuliah gratis dari Pemerintah Kabupaten TTU terancam pupus akibat belum adanya kepastian terkait pendanaan dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Sebanyak 900 lebih mahasiswa asal TTU kini telah mengikuti perkuliahan di Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Nusantara Kupang selama sebulan terakhir. Namun, hingga kini kepastian apakah mereka benar-benar akan dibiayai lewat program KIP masih belum jelas.

Beberapa mahasiswa bahkan mengaku akun KIP milik mereka tidak bisa diakses atau terblokir, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kelanjutan studi mereka. Kondisi ini membuat sejumlah mahasiswa melapor kepada anggota DPRD Provinsi NTT, Kasimirus Kolo untuk meminta perhatian.

Menanggapi hal tersebut, Kasimirus Kolo yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi NTT langsung mendatangi pihak kampus STIKES Nusantara Kupang untuk mencari kejelasan.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua STIKES Nusantara Kupang, Albert Yunander Tulle menegaskan, pihak kampus hanya berperan sebagai pelaksana di bidang pendidikan dan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi semua mahasiswa, termasuk mereka yang dikirim oleh Pemda TTU.

“Kami hanya menerima mahasiswa dan memberikan pelayanan akademik yang sama kepada semua. Untuk urusan pembiayaan melalui program pemerintah, kami hanya mengusulkan ke kementerian. Soal hasilnya, apakah mereka lolos KIP atau tidak itu sudah di luar kewenangan kampus,” ujar Albert Tulle.

Menurutnya, semua mahasiswa yang dikirim Pemda TTU sudah diterima dan aktif mengikuti perkuliahan. Namun, tanpa kepastian pembiayaan, situasi ini berpotensi menjadi beban psikologis bagi para mahasiswa maupun pihak kampus.

Sementara itu Kasimirus Kolo mengingatkan agar Pemda TTU tidak lepas tangan terhadap nasib anak-anak tersebut. Ia menilai pemerintah daerah harus segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk memastikan skema pembiayaan yang dijanjikan.

“Saya meminta pemerintah kabupaten TTU memberikan klarifikasi. Anak-anak yang sementara kuliah di STIKES Nusantara itu harus dipastikan aman. Kalau mereka kuliah dengan skema KIP, maka harus dipastikan. Tapi kalau ada sumber dana lain dari Pemda TTU, itu juga harus dijelaskan,” tegas Kasimirus Kolo.

Lebih lanjut, Kasimirus menilai bahwa Pemda TTU perlu bertanggung jawab memastikan agar tidak ada satu pun mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang akhirnya gagal melanjutkan pendidikan hanya karena persoalan administratif atau teknis.

“Anak-anak ini sudah mulai kuliah. Kampus sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Sekarang giliran Pemda yang harus memastikan janji mereka. Tolong jangan kubur mimpi anak-anak TTU untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Kasmirus Kol, jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, maka ratusan mahasiswa asal TTU yang kini menempuh kuliah di Kupang berpotensi terancam tidak bisa melanjutkan perkuliahan.

“Semua yang dikirim ini adalah putra-putri TTU dari keluarga kurang mampu. Kalau mereka tidak lolos verifikasi, maka pupus sudah harapan mereka untuk kuliah dan menggapai cita-cita,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten TTU belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kepastian pendanaan kuliah gratis bagi mahasiswa yang telah dikirim ke STIKES Nusantara Kupang.

Keterlambatan klarifikasi ini menuai sorotan dari berbagai pihak, sebab tanpa kejelasan anggaran dan jaminan pembiayaan, program “kuliah gratis” yang digembar-gemborkan pemerintah daerah dikhawatirkan hanya akan menjadi janji tanpa realisasi.

Berita Terkait

Situasi Politik Alor Memanas, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi Hoaks
Didukung Penuh Gubernur NTT, Rumah Singgah Untuk NTL Sudah Siap Ditinggali Jika Berobat Ke Ruteng
Refleksi 140 Tahun Kota Kupang, Wali Kota Tekankan Pelayanan dan Kebersamaan
Kado HUT Kota Kupang, Wali Kota Terima Penghargaan Strategic Leadership
Bukan Karena Viral, Jalan Depan GOR Oepoi Sudah Dianggarkan Sejak Akhir 2025
Bareskrim Apresiasi Polda NTT, Kasus Phishing Tools W3llstore Terbongkar
Temui Menteri Maruarar di Jakarta, Serena Francis Bawa Pulang 500 Unit Rumah BSPS
Wawali Serena Francis Buka Jambore, Pramuka Kota Kupang Siap Bangkit

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 08:57 WIB

Situasi Politik Alor Memanas, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi Hoaks

Sabtu, 25 April 2026 - 20:02 WIB

Didukung Penuh Gubernur NTT, Rumah Singgah Untuk NTL Sudah Siap Ditinggali Jika Berobat Ke Ruteng

Sabtu, 25 April 2026 - 13:49 WIB

Refleksi 140 Tahun Kota Kupang, Wali Kota Tekankan Pelayanan dan Kebersamaan

Jumat, 24 April 2026 - 20:18 WIB

Bukan Karena Viral, Jalan Depan GOR Oepoi Sudah Dianggarkan Sejak Akhir 2025

Jumat, 24 April 2026 - 13:03 WIB

Bareskrim Apresiasi Polda NTT, Kasus Phishing Tools W3llstore Terbongkar

Berita Terbaru