Usman Husin Semprot Menhut, Lebih Pilih Pesiar ke Rote daripada Tinjau Hutan Mutis

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin dalam salah satu kegiatan partai di Kupang. Usman Husin merupakan anggota DPR RI Dapil NTT II

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin dalam salah satu kegiatan partai di Kupang. Usman Husin merupakan anggota DPR RI Dapil NTT II

Jakarta, NTTPedia.id,- Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, melontarkan kritik keras kepada Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni dalam rapat kerja, Kamis (4/12/2025.

Seperti disaksikan pada Youtube TV Parlemen, Usman menilai paparan Menteri tidak fokus dan tidak menjawab inti persoalan mengenai korban jiwa akibat bencana di Sumatera. Ia menegaskan bahwa situasi lapangan membutuhkan perhatian serius, bukan penjelasan yang melebar tanpa menyentuh masalah utama.

” Pak Menteri tadi melebar ke mana-mana. Seharusnya fokus. Kasihan korban jiwa di sana. Kalau saya lihat, Pak Menteri tidak punya hati nurani,” kata Usman yang berasal dari Daerah Pemilihan NTT II.

Ia juga menyoroti kunjungan Menteri saat berada di NTT, di mana ia mengaku sudah meminta Menteri untuk melihat langsung kondisi hutan Mutis yang terancam kritis. Namun, Menteri justru memilih kunjungan lain.

” Saya minta Pak Menteri ke Mutis karena itu bisa terjadi seperti Sumatera. Tapi Pak Menteri lebih pilih pesiar ke Rote. Apa-apaan ini?” , kata Politisi PKB ini.

Usman turut mempertanyakan ketidaksesuaian antara penjelasan Menteri dengan kebijakan di lapangan terutama terkait penerbitan izin pemanfaatan hutan yang tetap keluar meski Bupati setempat telah meminta agar izin tersebut ditutup.

” Yang disampaikan Pak Menteri tidak sejalan. Ini seolah-olah kita bisa diakali. Ini ruang terhormat, jangan main-main dengan izin,” ujarnya.

Ia juga menuntut penjelasan rinci mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan hutan yang gundul, termasuk bagaimana menumbuhkan kembali pohon berdiameter besar.

” Pohon diameter dua meter itu tumbuhnya berapa tahun? Ini harus dijelaskan. Jangan lempar ke pemerintahan sebelum-sebelumnya,” jelasnya.

Usman meminta Menteri lebih fokus dan serius menangani kehutanan. Ia bahkan menantang Menteri untuk mundur jika tidak mampu menjalankan tugasnya.

” Kalau Pak Menteri tidak mampu, mundur saja. Saya minta fokus pada tiga provinsi ini, jangan asal bicara,” jelasnya.

Rapat kerja berlangsung panas dengan berbagai desakan agar Kementerian Kehutanan bertindak tegas dalam menangani kerusakan hutan dan bencana ekologis yang semakin meluas.(AP)

Berita Terkait

Tok! Golkar Tetapkan Prabowo Jadi Capres 2029, Gibran Masih Dipertimbangkan
Dua Kali Diguncang Gempa, Penelitii BRIN Sebut  Dua Sesar Aktif di Kabupaten Kupang
Geger Surat Pemakzulan Gibran, Fraksi NasDem: Hoaks
Julie Laiskodat Dorong Keringanan Kredit, Kini OJK Beri Perlakuan Khusus untuk Korban Gempa Flores
62 Gempa Susulan Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Catat Kekuatan hingga M4,3
Erupsi Lewotobi Putus Akses Udara, Julie Laiskodat Minta Subsidi Kapal untuk Flores Timur-Lembata
BNPB Ungkap Progres Huntara di 7 Kabupaten Pascagempa M7,7 Flores
Kota Kupang Raih Dua Penghargaan Nasional, Bawa Pulang Rp1 Miliar dan 250 Program Bedah Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tok! Golkar Tetapkan Prabowo Jadi Capres 2029, Gibran Masih Dipertimbangkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Dua Kali Diguncang Gempa, Penelitii BRIN Sebut  Dua Sesar Aktif di Kabupaten Kupang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Geger Surat Pemakzulan Gibran, Fraksi NasDem: Hoaks

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Julie Laiskodat Dorong Keringanan Kredit, Kini OJK Beri Perlakuan Khusus untuk Korban Gempa Flores

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:44 WIB

62 Gempa Susulan Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Catat Kekuatan hingga M4,3

Berita Terbaru